Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENYAKIT INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU DATU BERU TAKENGON Irmayanti Harahap, Nina
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 2 No. 2 (2019): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.442 KB)

Abstract

Penggunaan antibiotik adalah pilihan utama dalam pengobatan infeksi saluran kemih. Pemakaian antibiotik secara efektif dan optimal memerlukan pengertian dan pemahaman mengenai bagaimana memilih dan memakai antibiotik secara benar. Pemilihan berdasarkan indikasi yang tepat, menentukan dosis, cara pemberian, lama pemberian, maupun evaluasi efek antibiotik. Pemakaian dalam klinik yang menyimpang dari prinsip dan pemakaian antibiotik secara rasionalakan membawa dampak negatif dalam bentuk meningkatnya resistensi, efek samping dan pemborosan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis antibiotik yang sering diberikan pada pasien Infeksi Saluran Kemih di Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode dengan penjelasan data subjektif yang dimulai dari mengumpulkan data, menganalisis data, mengambil kesimpulan, dan kemudian memecahkan masalah serta mengevaluasinya. Hasil yang diperoleh dari pemakaian antibiotik infeksi saluran kemih yaitu cefixime 100 mg sebanyak 2.891, Ceftriaxone 1 gram sebanyak 2.319 , Ciprofloxacin 500 mg sebanyak 1.232, Azythromicin 250 mg sebanyak 511, Ciprofloxacin infus 100 ml sebanyak 425, Cefotaxime 1 gram sebanyak 352 Amoxicillin 500 mg sebanyak 128, Levofloxacine 500 mg sebanyak 115, Levofloxacine infus 100 ml sebanyak 102, Ceftazidime 1 gram sebanyak 78, dan Ceftizoxime sebanyak 53 dalam 6 bulan dari bulan Maret sampai bulan Agustus. Setelah dilakukan penelitian mengenai penggunaan antibiotik infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon bulan Maret-Agustus 2018 maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik infeksi saluran kemih lebih banyak menggunakan obat antibiotik cefixime 100 mg pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon. Dan di sarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mensurvei antibiotik pada penyakit infeksi lainnya.
SKRINING DAN KARAKTERISASI SIMPLISIA DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis.L) Irmayanti Harahap, Nina
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 3 No. 2 (2020): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.911 KB) | DOI: 10.52943/jifarmasi.v3i2.212

Abstract

Daun Tempuyung (Soncus arvensis. L) merupakan tanaman gulma yang digunakan sebagai obat tradisional yang mempunyai prospek pengembangan industri obat modern menjadi fitofarmaka.. Tempuyung yang merupakan suku Asteraceae ini mempunyai nama yang beragam pada masing-masing daerah.Daun tempuyung di Indonesia sering digunakan sebagai obat untuk “menghancurkan” batu ginjal.Menurut penelitian terdahulu diketahui bahwa di dalam daun tempuyung terkandung kalium yang mempunyai kadar yang cukup tinggisehingga Kehadiran kalium ini membuat batu ginjal, berupa kalsium karbonat, tercerai berai melalui efek diuretiknya.Hasil pemeriksaan mikroskopis ditemukan fragmen dari Kristal kalsium oksalat yang berbentuk jarum, kelenjar minyak atsiri, rambut kelenjar, rambut penutup, tipe anisositik dan berkas pembuluh. Hasil pemeriksaan karakterisasi simplisia diperoleh kadar air 5,33%, kadar sari larut dalam air 28,27%, kadar sari larut dalam etanol 9,42%, kadar abu total 16,44%, kadar abu tidak larut dalam asam 0,61%. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan adanya senyawa golongan flavonoida, alkaloida, tannin, antrakuinon, glikosida,steroida/terpenoida dan saponin.
Phytochemical Screening and Formulation of Hand Sanitizer Gel Preparations from Temu Hitam Rhizome Extract (Curcuma aeruginosa Roxb) Sari, Rika Puspita; Efa Harnis, Zola; Irmayanti Harahap, Nina
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 3 No. 6 (2022): November 2022
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v3i6.684

Abstract

Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb) is one of the most widely grown plants in Indonesia at an altitude of 400–750 m asl and contains many secondary metabolites, including flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and curcuminoids, which in the test had antibacterial activity and growth inhibitors. worm larvae in the gastrointestinal tract and the effect of increasing the body's immunity The purpose of this study was to identify the content of secondary metabolites contained in the rhizome of black turmeric, which would then be formulated into gel hand sanitizer preparations. Secondary metabolite testing was conducted on alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids/triterpenoids, and glycosides. Three different hand sanitizer gel formulations were created using different extract concentrations, 5%, 10%, and 15%. Evaluation tests were then run on the preparations, including stability, organoleptic, homogeneity, pH, and dispersion tests. Alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids were found in the temu hitam rhizome, according to the results of secondary metabolite testing. The dosage form was semi-solid, had a light brown to blackish brown hue, a distinct spice scent, was homogeneously prepared, and had a pH of 7.0, according to the examination of the formulation results 4,1 ± 0,17; 4,4 ± 0,19; 4,9 ± 0,08; 4,9 ± 0,09, viscosity 2378 ± 209,9; 3340 ± 220,7; 4509 ± 285,6; 4881 ± 276,7; and spreadability test 5; 6,2; 5,4; 4,9 cm . The conclusion of this study is that the results of the phytochemical screening of simplicia and the ethanolic extract of the Temu Hitam rhizome showed positive results, containing secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, glycosides, and steroids/triterpenoids that can be formulated into hand sanitizer gel preparations that meet the requirements for preparation evaluation.