Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Kesegaran Jasmani Terhadap Prestasi Olahraga Dedi Iskandar
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 2 No 1 (2017): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.178 KB) | DOI: 10.33222/juara.v2i1.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan kesegaran jasmani memberikan pengaruh yang positif terhadap prestasi olahraga siswa di SD Negeri I Cimenga Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan menggunakan eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi sebanyak 120 siswa dan sampel 30 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil penghitungan menunjukkan bahwa t hitung kelompok eksperimen sebesar 10.89 berada diluar daerah t tabel pada tingkat kepercayaan 0.95% dan derajat kebebasan 14 yaitu 2.14 (2.14 dan -2.14). maka dengan demikian yaitu pelatihan kesegaran jasmani memberikan hasil yang signifikan. Setelah diberikan perlakuan pelatihan kesegaran jasmani memberikan peningkatan yang positif terhadap prestasi siswa di SD Negeri 1 Cimenga Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan
Upaya Meningkatkan Kemampuan Passing Bawah Bola Voli Melalui Media Dinding Sekolah dengan Metode Drill Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Salem 02 Dira Anggara; Dedi Iskandar
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Bhinneka
Publisher : Universitas Palan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v2i4.985

Abstract

This research aims to improve students' bottom passing skills using school wall media using the Drill method. This research is Classroom Action Research which was carried out in 2 cycles. The research was carried out in April of the 2023/2024 academic year. Researchers collaborate with teachers and colleagues. This research procedure refers to the Kemmis & Mc model. Taggart which includes planning, implementing actions, observing and reflecting. The research subjects were fourth grade students at SD Negeri Salem 02, totaling 20 students, 9 male students and 11 female students. The instruments used are teacher activity observation assessment sheets, student activity observation sheets, and performance assessment sheets. The results of the research showed that there was an increase in cooperation in the first cycle, namely students' bottom passing skills using school wall media. Of the 20 students at meeting 1, there were 10 students (50%) who had entered the criteria for completion, while at meeting 2 there were 12 students (60%) who had entered. in the complete criteria. In cycle II, students' underpassing skills used school wall media. Of the 20 students at meeting 1, 15 students (75%) had entered the completion criteria, while at meeting 2 there were 18 students (90%) had entered the completion criteria. Based on these data, it can be concluded that the use of the Drill method with school walls can improve students' bottom passing skills in class IV of SD Negeri Salem 02, Salem District, Brebes Regency.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Passing Bawah Bola Voli Melalui Media Dinding Sekolah Dengan Metode Drill Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Mayana 01 Herlan Nurdiansyah; Dedi Iskandar
Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2025): Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/hardik.v2i4.2343

Abstract

This research aims to improve students’ bottom passing skills using school wall media using the Drill method. This research is Classroom Action Research which was carried out in 2 cycles. The research was carried out in April of the 2024/2025 academc year. Researchers collaborate with teachers and colleagues. This research procedure refers to the Kemmis dan Mc model. Taggart which includes planning, implementing actions, observing and refleting. The research subjects were fourth grade students at  SD Negeri Mayana 01, totaling 20 students. 9 male students and 11 female students. The instruments used are teacher activity observation assessment sheets, students activity observation sheets, and performance assessment sheets. The results of the research showed that there was and increase in cooperation in the firts cycle, namely students’ bottom passing skills using school wall media. Of the 20 students at meeting 1, there were 10 students  ( 50% ) who had antered the criteria. For completion, while at meeting 2 there were 12 students ( 60% )  who had entered, in the complete criteria. In cycle II, students’ underpassing skills used school wall media. Of the 20 students at meeting 1, 15 students   ( 75% ) had entered the completion criteria, while at meeting 2 there were 18 students  ( 90% ) had enteered the completion creteria. Based on these data, it can be concluded that the use of the Drill method wits school walls can improve students’ bottom passing skills in cless IV of SD Negeri Mayana 01, , Bantarkawung District, Brebes Regency.
Pengaruh Penerapan Teknologi Video Feedbcak dalam Meningkatkan Dasar Passing Sepak Bola SSB Merpati Cerih Muhammad Zidan Aldar; Dedi Iskandar
Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2025): Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/edukasi.v2i4.2286

Abstract

Passing is a fundamental skill that is crucial in soccer because it plays a role in maintaining ball possession, controlling tempo, and creating scoring opportunities. However, in practice, many young players still struggle to pass correctly, both in terms of foot technique, strength, and accuracy of the ball's direction. Technological advancements in the world of sports offer various learning alternatives, one of which is through video feedback. This technology allows players to review their movements, making it easier to identify technical errors and make systematic improvements. Therefore, this study was conducted to determine the effect of video feedback on improving passing skills in young players. This study used an experimental method with a one-group pretest-posttest design. The subjects were 20 SSB Merpati Cerih U-14 players selected using a total sampling technique. The research instrument was a passing skills test administered before and after treatment. The test data were analyzed using descriptive and inferential statistics to measure the difference in average passing skill scores before and after the video feedback application. The results showed a significant improvement in passing ability after players received video feedback training. Players were able to correct technical errors, such as body position, leg swing, and pass direction. Visualizing movements directly through video recordings helps players more quickly identify weaknesses and correct them in subsequent training sessions. In conclusion, the application of video feedback technology has proven effective in improving basic passing skills in SSB Merpati Cerih U-14 players. This approach makes the learning process more interactive, motivates players, and optimizes training results. The application of similar technology is highly relevant to support achievement development in youth soccer.
Pengaruh Kualitas Sarana dan Prasarana Terhadap Motivasi Siswa Dalam Ekstrakurikuler Bola Voli Di SMA Negeri 1 Subang Yuristian Amidhan; Dedi Iskandar
Journal Sport Science Indonesia Vol 4 No 4 (2025): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.4.4.117-131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sarana dan prasarana terhadap motivasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 1 Subang. Fasilitas yang baik tidak hanya memengaruhi kenyamanan berlatih, tetapi juga berperan dalam meningkatkan semangat, minat, serta motivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari sepuluh siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kualitas sarana dan prasarana dengan tingkat motivasi siswa. Semakin baik kualitas fasilitas olahraga yang tersedia, semakin tinggi pula motivasi siswa untuk berlatih dan berprestasi. Temuan ini mendukung teori motivasi Herzberg yang menegaskan bahwa faktor lingkungan dapat meningkatkan dorongan intrinsik seseorang dalam beraktivitas. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar sekolah terus melakukan perbaikan dan pemeliharaan fasilitas olahraga secara berkelanjutan guna menciptakan suasana latihan yang kondusif dan menyenangkan. Selain itu, penelitian lanjutan diharapkan dapat mempertimbangkan variabel lain seperti peran pelatih, dukungan sosial, dan lingkungan belajar agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi motivasi siswa.
Peran pengawas pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan SMP di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat Dedi Iskandar
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): July–December
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.39 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v9i2.12918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif dan komprehensif tentang proses perekrutan pengawas pendidikan dan peran pengawas pendidikan, serta mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung peran pengawas untuk meningkatkan mutu pendidikan SMP di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Tahapan analisis data menggunakan model interaktif dan analisis komponensial. Hasil penelitian menemukan: (1) proses perekrutan pengawas pendidikan belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan pemerintah dan undang-undang. (2) pemantauan pelaksanaan program sekolah yang dilakukan pengawas pendidikan belum terlaksana dengan optimal. (3) supervisi yang dilakukan pengawas pendidikan belum terlaksana dengan optimal. (4) evaluasi program kerja sekolah yang dilakukan pengawas pendidikan sudah terlaksana dengan baik. (5) pembuatan laporan hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi yang dilakukan pengawas pendidikan terlaksana dengan baik. (6) Tindak lanjut yang dilakukan pengawas pendidikan belum optimal. Selanjutnya yang menjadi (7) faktor penghambat adalah: (a) letak geografis, (b) akses jalan, (c) fasilitas, (d) penguasaan teknologi, (e) sumber daya manusia; dan (8) faktor pendukung adalah: (a) dana operasional tambahan dari Pemerintah Daerah, (b) ketersediaan motor dinas, (d) pelatihan, (e) keterlibatan masyarakat, (f) tempat domisili pengawas pendidikan, (g) siswa, (h) semangat dalam diri pengawas pendidikan.
PENGARUH LATIHAN SPRINT 20 METER TERHADAP KECEPATAN LARI DI EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMAN 1 JALAKSANA Nabil Arouf Diyaulhak; Dadan Muldan; Dedi Iskandar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64869

Abstract

Running speed is a very important biomotor component in the game of futsal, both in attack and defense. Based on observations at SMAN 1 Jalaksana, it was found that the running speed of students who play futsal after school is still below standard. This study aims to analyze the effect of 20 meter sprint training on the improvement of running speed in extracurricular futsal players at SMAN 1 Jalaksana. The method used is a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design. The research population consisted of futsal extracurricular players at SMAN 1 Jalaksana, with 20 students selected through a saturated sampling technique. The 20 meter sprint test was used as the measuring instrument, and the training program was carried out three times a week for six weeks. Data analysis included normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using SPSS with the Paired Sample T-Test. The results showed a decrease in mean sprint time from 3.2560 seconds (pre-test) to 2.9470 seconds (post-test), with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of the 20 meter sprint training on running speed. This research is expected to provide empirical evidence and serve as a reference for coaches and physical education teachers in developing training programs focused on speed development.   ABSTRAK Kecepatan lari merupakan komponen biomotor yang sangat penting dalam permainan futsal, baik dalam menyerang maupun bertahan. Berdasarkan pengamatan di SMAN 1 Jalaksana, diketahui bahwa kemampuan kecepatan lari siswa yang bermain futsal sepulang sekolah masih di bawah standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan sprint 20 meter terhadap peningkatan kecepatan lari pada pemain futsal ekstrakurikuler SMAN 1 Jalaksana. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi penelitian yaitu pemain ekstrakurikuler futsal SMAN 1 Jalaksana dengan teknik pengambilan sampel jenuh sebanyak 20 siswa. Tes sprint 20 meter digunakan sebagai instrumen pengukuran, dengan program latihan dilaksanakan tiga kali seminggu selama enam minggu. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata waktu tempuh sprint dari 3,2560 detik (pre-test) menjadi 2,9470 detik (post-test), dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari latihan sprint 20 meter terhadap kecepatan lari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris dan menjadi acuan bagi pelatih dan guru pendidikan jasmani dalam menyusun program latihan yang lebih fokus pada pengembangan kecepatan.