Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pencemaran Logam Berat di Air, Sedimen, dan Organisme pada Beberapa Sungai di Pulau Jawa, Indonesia: Tinjauan Literatur Afifudin, Alfin Fatwa Mei; Wulandari, Adelia; Irawanto, Rony
Environmental Pollution Journal Vol. 4 No. 1: April 2024
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v4i1.183

Abstract

Pencemaran merupakan salah satu permasalahan yang banyak terjadi akhir-akhir ini, terlebih pada ekosistem sungai. Jenis polutan yang banyak ditemukan dan mencemari lingkungan adalah logam berat. Identifikasi terhadap tingkat pencemaran logam berat pada sungai sangatlah krusial sebagai langkah awal dalam mengambil tindakan pencegahan dan pengendalian pencemaran logam berat. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan studi awal berupa tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pencemaran logam berat pada sampel air, sedimen, dan organisme hidup di Sungai Pulau Jawa. Metode pada penelitian ini adalah review literatur yang bersumber dari google scholar dan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tabel. Hasil review menunjukkan bahwa sungai Cipeles, Jawa Barat mengandung logam berat pada air tertinggi. Sementara itu, pada sampel sedimen, sungai Cimadur, Banten mengandung logam berat tertinggi. Adapun beberapa organisme yang terbukti terpapar logam berat adalah ikan mas, ikan nila, ikan lele, dan kerang batu. Lebih lanjut, kangkung air juga telah tercemar logam berat Pb dan Cd.
Estimating The Ability of Lanceleaf Arrowhead (Sagittaria lancifolia ) in Phytoremediation of Heavy Metal Copper (Cu) Afifudin, Alfin Fatwa Mei; Irawanto, Rony
BERKALA SAINSTEK Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v9i3.26667

Abstract

One of Indonesia's strategies to improve the quality of its economy as a developing country is to boost industrial activity. However, the existence of industry has a detrimental consequence, one of which is heavy metal copper pollution (Cu). Phytoremediation is one of the ecologically acceptable pollutant treatment methods. Phytoremediation approaches using Sagittaria lancifolia plants are thought to be capable of overcoming heavy metal Cu contamination in the environment. This research is a preliminary study into the limitations of the Sagittaria lancifolia plant's capacity to absorb heavy metal Cu. This study employed an experimental technique, which was carried out between March 26 and April 7, 2021, in the Purwodadi Botanic Garden's Greenhouse, with four concentration variations, namely 0 mg/L, 1 mg/L, 3 mg/L, and 5 mg/L. According to the result of this research, the plant Sagittaria lancifolia may remediate heavy metal Cu at a maximum concentration of 5 mg/L. This is due to the fact that at this concentration, the Sagittaria lancifolia plant presents indications of death, particularly severe chlorosis and necrosis.
Pengaruh Pencemaran Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS) dan Tembaga (Cu) terhadap Produksi Klorofil pada Tanaman Daun Tombak (Sagittaria lancifolia) Nabila, Salsa; Afifudin, Alfin Fatwa Mei; Irawanto, Rony
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.162

Abstract

Pencemaran lingkungan merupakan isu global yang mendesak untuk diselesaikan, terutama oleh detergen dan logam berat. Salah satu strategi yang efektif dalam membersihkan atau mengurangi polutan dalam lingkungan adalah melalui pemanfaatan tumbuhan atau fitoremediasi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons tanaman daun tombak (Sagittaria lancifolia) terhadap pencemaran Linear alkylbenzene sulfonate (LAS) dan tembaga (Cu) serta dampaknya terhadap kadar klorofil. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan delapan perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (S0), LAS dengan konsentrasi 10 ppm (S1), 30 ppm (S2), dan 50 ppm (S3), tembaga dengan konsentrasi 3 ppm (S4), serta kombinasi LAS dan tembaga dengan konsentrasi yang sama (S5-S7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian LAS dengan konsentrasi rendah (10 ppm) merangsang produksi klorofil pada tanaman daun tombak, sementara konsentrasi yang lebih tinggi (30 ppm dan 50 ppm) menghambatnya. Pemberian tembaga tunggal dengan konsentrasi 3 ppm meningkatkan produksi klorofil. Interaksi antara LAS dan tembaga pada beberapa kombinasi perlakuan menghasilkan efek yang berbeda pada kadar klorofil. Tanaman pada kontrol menunjukkan kadar klorofil yang stabil selama periode pengamatan.