Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aliran Permukaan dan Erosi di Areal Tumpangsari Tanaman Pinus Merkusii Jungh. Et de Vriese Rudi Ispriyanto; Nana Mulyana Arifjaya; Hendrayanto
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 7 No. 1 (2001)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.744 KB)

Abstract

The rate of surface run-off and erosion from the logged over pine forest plantation under tumpangsari system (taungya) management which combine the perrenial plant of one year old pine plantation and different annual crops on two different physical characteristic of catchment areas (Plot A and Plot B) were measured. Surface run-off from Plot A and B were 2 % and 0.3 % of rainfall respectively. The rate of erosion from Plot A and B were 6.7 and 0.9 ton/ha/yr respectively The rate of erosion from Plot A and B were higher than that of the previous pine forest plantation, but they were lower than the rate of tolerable erosion.
Tingkat Bahaya Erosi dan Status Kesuburan Lahan di Area Konsesi Hutan Tanaman Industri di Kalimantan Tengah Hendrayanto; Muhammad Nizar, Zulkarnaen; Jung, Yoonhwa; Iskandar, Wahyu
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.25.2.46-55

Abstract

Dinamika perubahan tutupan lahan dapat mempengaruhi aliran permukaan dan selanjutnya erosi permukaan. Tebang habis, sebagai bentuk penerapan sistem silvikultur tentunya akan menurunkan evapotranspirasi dan menyebabkan meningkatnya jumlah air permukaan. Pemodelan dengan USLE menujukkan bahwa penggunaan tutupan lahan mempengaruhi mempengaruhi peningkatan erosi permukaan. Erosi dapat mencuci unrsur hara dan tentunya berdampak terhadap penurunan kesuburan tanah. Penelitian ini memetakan tingkat bahaya erosi di area konsesi hutan tanaman industri di Kalimantan Tengah. Dalam penelitian ini tercatat laju erosi di area tegakan Akasia (Acacia mangium), Ekaliptus (Eucaliptus pellita), Daerah Pelestarian Satwa Liar (DPSL) sebagai kawasan tidak terganggu, Penebangan dan Jalan Sarad berturut-turut: 3.0, 3.2, 1.5, 4.8 dan 5.0 (ton ha-1 tahun-1). Meskipun tingkat erosi terbilang tinggi seperti di area Penebangan dan Jalan Sarad, Tingkat Bahaya Erosi (TBE) masih rendah. Berdasarkan hasil analisis contoh tanah, hampir seluruh area memiliki tingkat kemasaman yang tinggi dan bertaraf kesuburan rendah.