Alfirafindra, Raja
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JOGED

ENIGMA: KARYA TARI VIDEO YANG TERINSPIRASI DARI TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJKs Rahmat, Faet Oktadea; Alfirafindra, Raja; Heryadi, Dindin
Joged Vol 23, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v23i2.14162

Abstract

RINGKASAN“Enigma” adalah koreografi yang terinspirasi dari rangsang ideasional dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, yang mengangkat tentang pergulatan hati Hayati sebagai gadis Minangkabau dalam menentukan pilihan cintanya. Dilema dari seorang Hayati adalah menentukan pilihan kepada Zainuddin yang tidak memiliki suku dari adat Minangkabau –ykni keturunan Bugis--atau mengikuti adat yang berlaku dan aturan dari keluarga Hayati yang harus menikah dengan lelaki yang bersuku, beradat, berlembaga, dan berketurunan yang jelas asal usulnya. Karya tari “Enigma” disajikan oleh 3 penari, dengan format tari video dengan pengambilan long take, tracking one shoot yang merupakan salah satu teknik sinematografi di dalam tari video yang menggunakan tipe tari dramatik yang diadaptasi dari visual film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Motif silat Minangkabau yang dimunculkan ialah beberapa silat Minangkabau yaitu motif dari Silek Tuo Langkah Nan Ampek, dan juga beberapa motif tari Minangkabau, seperti tari Pasambahan, dan tari Piring ABSTRACTThis “enigma” was created and shaped into a complete choreography based on the idea or idea. This stimulus can be seen from several scenes from the movie Sinking of the Van Der Wijk Ship which concerns the dilemma. From the film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, it is taken from the outline of the interpretation of the dilemma of a Hayati between her choice of love for Zainuddin who does not have a tribe from Minangkabau customs and also the dilemma of the prevailing customs and the rules of the Hayati family who must marry a tribal, customary man, institutionalized, and hereditary with a clear origin. The dance work "Enigma" is presented by 3 dancers, in a video dance format by taking long take, tracking one shot, which is one of the cinematographic techniques in video dance that uses a dramatic dance type adapted from the visual film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. The Minangkabau silat motifs that appear are several Minangkabau silat motifs from Silek Tuo Step Nan Ampek, and also several Minangkabau dance motifs, such as the Pasambahan dance, and the Piring dance.
CEMBENGAN KOREOGRAFI YANG TERINSPIRASI DARI TRADISI UPACARA TEBU MANTEN Nugratama, Anas Faizal; Alfirafindra, Raja; Sulistijaningtijas, Erlina Pantja
Joged Vol 24, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v24i1.15206

Abstract

RINGKASANKarya “Cembengan” adalah koreografi yang terinspirasi dari makna nilai-nilai tradisi budaya pada upacara tradisi Cembengan. Upacara tradisi Cembengan merupakan ritual yang dilakukan oleh para pekerja di dalam pabrik gula Madukismo untuk meminta keselamatan dan hasil produksi yang baik. Upacara tradisi Cembengan dilaksanakan pada saat panen tebu sebelum dimulainya produksi penggilingan tebu. Keseluruhan prosesi dan simbol-simbol yang memiliki makna filosofis pada upacara tradisi Cembengan, terdapat 3 bagian prosesi upacara tradisi Cembengan yang menarik perhatian penata untuk diulas kedalam bentuk konsep koreografi kelompok, yaitu prosesi Petik Tebu Manten, prosesi Pingit Tebu Manten, prosesi Arak-arakan Cembengan. Karya tari berjudul “Cembengan” ini digarap dalam bentuk koreografi kelompok, ditarikan oleh lima penari putri dan empat penari putra.ABSTRACTThe work "Cembengan" is a choreography inspired by the meaning of cultural tradition values in the Cembengan traditional ceremony. The Cembengan tradition ceremony is a ritual performed by workers at the Madukismo sugar factory to ask for safety and good production results. The Cembengan tradition ceremony is carried out during the sugarcane harvest before the start of sugarcane milling production. The entire procession and symbols that have a philosophical meaning in the Cembengan traditional ceremony, there are 3 parts of the Cembengan traditional ceremony procession that attract the attention of the stylist to be reviewed in the form of a group choreography concept, namely the Manten Sugar Cane Picking Procession, the Manten Pingit Cane Procession, the Cembengan Procession. The dance work entitled "Cembengan" is worked on in the form of group choreography, danced by five female dancers and four male dancers.
SHANG: KOREOGRAFI YANG TERINSPIRASI DARI PROBLEMATIKA SAHANG (LADA) DI BANGKA Karim, Rezika Mariandy; Alfirafindra, Raja; Setyastuti, Setyastuti
Joged Vol 25, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v25i1.19864

Abstract

ABSTRAKShang merupakan karya tari video yang berangkat dari problematika pergeseran popularitas sahang atau lada di pulau Bangka Belitung dengan hadirnya tambang timah. Karya tari video ini menyampaikan tentang keterpurukan yang terjadi pada popularitas sahang dan juga kondisi alam Bangka yang semakin rusak. Tata panggung berupa pasir, sahang, junjung, daun kering, dan juga daun hijau menjadi bagian artistik pendukung karya tari video Shang.Motif gerak ragam dua dan ragam tiga dari tari Kedidi yang merupakan tari tradisional di daerah Bangka menjadi dasar pijakan dengan pengembangan aksi gerak dan disajikan dalam bentuk koreografi tunggal. Pemilihan musik tari dengan menampilkan iringan dambus, vokal daek, dan elemen suara tambang timah serta air menjadi penguat penyampaian alur dramatik.Hasil akhir dari proses produksi Shang berupa dance film yang menggunakan tiga sudut pandang pengambilan video di antaranya follow, top angle, dan high angle, dan juga tiga teknik pengambilan video di antaranya long shot, one shot one kill, dan juga insert.ABSTRACTShang is a video dance work that departs from the problem of shifting the popularity of sahang or pepper on the island of Bangka Belitung with the presence of a tin mine. This video dance work conveys about the downturn that has occurred in the popularity of sahang and also the natural condition of Bangka which is increasingly damaged. The stage arrangement in the form of sand, sahang, jujung, dry leaves, and also green leaves became an artistic part of the supporting Shang's video dance work. The motifs of the two and three variations of the Kedidi dance, which is a traditional dance in the Bangka area, are the basis for developing the motion of the Shang video dance work combined with modern dance techniques, namely the body wave technique and vibration, presented in the form of a single choreography. The choice of dance music featuring dambus accompaniment, daek vocals, and elements of the sound of tin mines and water strengthens the delivery of the dramatic flow. The final result of Shang's production process is a dance film that uses three video shooting points of view including follow, top angle, and high angle, as well as three video shooting techniques including long shot, one shot one kill, and also insert.