p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JOGED
Setyastuti, Setyastuti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOGED

Analisis Biosemiotik dan Etnokoreologi dalam Zapin Selatpanjang pada Motif Langkah Asas Jalan Irawan, Pebri; Martiara, Rina; Setyastuti, Setyastuti
Joged Vol 23, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v23i1.12741

Abstract

RINGKASANPenelitian ini diawali dengan perspektif biosemiotik karena keterkaitan budaya leluhur penulis dengan tanda alam yang kuat dan ekspresi budaya yang muncul dari alam. Kebudayaan tradisional dibangun dengan mempertimbangkan kondisi alam serta adaptasi atasnya. Pengetahuan terarsip dalam kesenian tradisi termasuk pada budaya gerak yang dalam analisis ini adalah tarian Zapin Selatpanjang pada motif langkah Asas Jalan. Motif tersebut kemudian dianalisis dengan teori biosemiotik untuk memahami makna sinyal alam dalam gerakan. Etnokoreologi juga digunakan untuk mengidentifikasi konteks budaya di balik gerakan tarian. Studi kasus melihat adaptasi manusia terhadap alam melalui motif tari Zapin Selatpanjang, yang menghubungkan masyarakat dengan laut. Biosemiotika menyoroti pembentukan makna dalam interaksi organisme dengan lingkungan. Tarian Zapin Selatpanjang merefleksikan adaptasi tubuh masyarakat terhadap lingkungan geografis uniknya. Konsep biosemiotik, koreologi, dan etnokoreologi digunakan untuk menganalisis integrasi pengetahuan lokal tentang alam dalam gerakan tarian tradisional sebagai arsip pengetahuan alam.ABSTRACTThis research begins with a biosemiotic perspective due to the strong connection of the author's ancestral culture with natural signs and cultural expressions emerging from nature. Traditional culture is constructed by considering natural conditions and adaptations to them. Archived knowledge in traditional arts, including in the realm of movement culture analyzed in this study, focuses on the Zapin Selatpanjang dance with its "Asas Jalan" (Basic Steps) motif. This motif is then analyzed using biosemiotic theory to understand the meaning of natural signals in movement. Ethnochoreology is also employed to identify the cultural context behind dance movements. Case studies examine human adaptation to nature through motifs in the Zapin Selatpanjang dance, which connects communities with the sea. Biosemiotics highlights the formation of meaning in organism-environment interactions. The Zapin Selatpanjang dance reflects the community's bodily adaptation to its unique geographic environment. Concepts of biosemiotics, choreology, and ethnochoreology are used to analyze the integration of local knowledge about nature in traditional dance movements as a repository of environmental knowledge.
SHANG: KOREOGRAFI YANG TERINSPIRASI DARI PROBLEMATIKA SAHANG (LADA) DI BANGKA Karim, Rezika Mariandy; Alfirafindra, Raja; Setyastuti, Setyastuti
Joged Vol 25, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v25i1.19864

Abstract

ABSTRAKShang merupakan karya tari video yang berangkat dari problematika pergeseran popularitas sahang atau lada di pulau Bangka Belitung dengan hadirnya tambang timah. Karya tari video ini menyampaikan tentang keterpurukan yang terjadi pada popularitas sahang dan juga kondisi alam Bangka yang semakin rusak. Tata panggung berupa pasir, sahang, junjung, daun kering, dan juga daun hijau menjadi bagian artistik pendukung karya tari video Shang.Motif gerak ragam dua dan ragam tiga dari tari Kedidi yang merupakan tari tradisional di daerah Bangka menjadi dasar pijakan dengan pengembangan aksi gerak dan disajikan dalam bentuk koreografi tunggal. Pemilihan musik tari dengan menampilkan iringan dambus, vokal daek, dan elemen suara tambang timah serta air menjadi penguat penyampaian alur dramatik.Hasil akhir dari proses produksi Shang berupa dance film yang menggunakan tiga sudut pandang pengambilan video di antaranya follow, top angle, dan high angle, dan juga tiga teknik pengambilan video di antaranya long shot, one shot one kill, dan juga insert.ABSTRACTShang is a video dance work that departs from the problem of shifting the popularity of sahang or pepper on the island of Bangka Belitung with the presence of a tin mine. This video dance work conveys about the downturn that has occurred in the popularity of sahang and also the natural condition of Bangka which is increasingly damaged. The stage arrangement in the form of sand, sahang, jujung, dry leaves, and also green leaves became an artistic part of the supporting Shang's video dance work. The motifs of the two and three variations of the Kedidi dance, which is a traditional dance in the Bangka area, are the basis for developing the motion of the Shang video dance work combined with modern dance techniques, namely the body wave technique and vibration, presented in the form of a single choreography. The choice of dance music featuring dambus accompaniment, daek vocals, and elements of the sound of tin mines and water strengthens the delivery of the dramatic flow. The final result of Shang's production process is a dance film that uses three video shooting points of view including follow, top angle, and high angle, as well as three video shooting techniques including long shot, one shot one kill, and also insert.