Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Jurnal Jarkom

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI MONITORING SERVER OWNCLOUD Jefrianto Tafonao; Erfanti Fatkhiyah; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin meningkatnya ukuran dan jumlah perangkat jaringan akan semakin kompleks masalah pada jaringan sehingga diperlukan adanya pengawasan terus-menerus untuk menjamin ketersediaan availability layanan. Cacti (Comman Agricurtural Customs Transmision of Information) merupakan salah satu software yang digunakan untuk keperluan monitoring yang banyak digunakan saat ini. Cacti menyimpan semua data atau informasi yang diperlukan untuk membuat grafik dan mengumpulkannya dengan database MySql. Kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui tampilan dan fungsi dari monitoring yang dibuat dan pengujian juga dilakukan terhadap aplikasi untuk mengetahui keakuratan. Hasil pengujian monitoring pada Server OwnCloud menunjukkan bahwa monitoring Cacti yang dibuat memiliki keakuratan dalam memonitoring Logged User, Ping Latency, Load Avarage, Monitoring Usage, dan disk space.
PERBANDINGAN METODE SIMPLE QUEUE DAN QUEUE TREE UNTUK OPTIMASI MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN MIKROTIK (STUDI DI ASRAMA WISMA MUSLIM) Kevin Bagus Aditya; Rr. Yuliana Rachmawati; suraya -
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asrama Wisma Muslim adalah tempat tinggal penghuni perantauan, pelajar dan pekerja yang berada di Klitren Gondokusuman 1/568. Dalam menjalani aktifitasnya selain kerja, kuliah penghuni Asrama Wisma Muslim sangat membutuhkan teknologi internet, dan Wi-Fi adalah salah satu solusi bersama. Penghuni Asrama Wisma Muslim menggunakan Wi-Fi untuk banyak kegiatan, seperti browsing, streaming, gaming, downloading, dan masih banyak lagi. Pada studi kasus ini akan menggunakan 5 client dan 10 client. Permasalahan yang sering terjadi adalah manajemen bandwidth pada internet tidak teratur dan bahkan terbuang sia-sia, bahkan akan membuat pengguna jaringan internet mengalami perebutan bandwidth, delay, dan lagging. Perlu adanya manajemen penggunaan bandwidth supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Solusinya bisa menggunakan Router Mikrotik yang sudah sangat populer untuk melakukan tugas sebagai pengatur bandwidth. Dalam mengatasi manajemen bandwidth yang tidak teratur, hal yang dilakukan adalah memanajemen bandwidth dan dalam penelitian ini membandingkan dua metode manajemen bandwidth yaitu Simple Queue dan Queue Tree dengan parameter Quality of Service (QoS) pada delay, packet loss, throughput, jitter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetaui perbandingan antara metode Simple Queue dan Queue Tree dengan parameter Quality of Service (QoS) dan kapan menggunakan metode Simple Queue dan Queue Tree dalam manajemen bandwidth. Hasil pengujian pada 5 client Simple Queue dan Queue Tree pada nilai QoS Simple Queue lebih bagus dibandingkan dengan Queue Tree, sedangkan pada pengujian 10 client Simple Queue dan Queue Tree pada nilai QoS Queue Tree lebih bagus dibandingkan dengan Simple Queue, Berdasarkan hasil pada no 5, maka dapat disimpulkan bahwa metode Simple Queue lebih sesuai untuk jumlah client kurang dari 5, sedangkan untuk jumlah client lebih dari 5, direkomendasikan menggunakan Queue Tree.
PERANCANGAN DAN MANAJEMEN JARINGAN HOTSPOT MENGGUNAKAN CAPTIVE PORTAL DI KANTOR MECCATLARENTCAR CITY TOUR Khaidir Bin Mahdi; Rr. Yuliana Rachmawati; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan jaringan hotspot yang tidak teratur merupakan kendala pada pengguna hotspot ketika mengakses jaringan yang salah satunya pemakain password yang dapat di pakai secara bersama-sama. Permasalahan utama pada jaringan yang telah ada di Kantor Meccaylarentcar City Tour berupa pengawasan pengguna hotspot (pemakai internet) terhadap akses jaringan serta gangguan saat satu password digunakan secara bersama sehingga server yang diakses mengalami kelambatan maka diperlukan penelitian untuk mengindentifikasi jaringan hotspot yang telah ada. Subjek dalam penelitian ini adalah rancang bangun hotspot menggunakan captive portal. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, motode studi literatur. Sistem yang dibangun adalah captive portal menggunakan routerboard mikrotik. Penyusunan meliputi dengan prosedur antara identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perancangan jaringan, perancangan sistem serta implementasi jaringan hotspot menggunakan motode captive portal.sedangkan pengujian sistem dilakukan dengan browser mozila firefox. Hasil penelitian dapat bekerja dengan optimal pada rancang bangun sistem hotspot menggunakan captive portal dan sistem yang mampu meningkatkan keamanan akses jaringan di Kantor Meccaylarentcar City Tour, sehingga mempermudahkan admin dalam memantau kegiatan pengguna yang sedang memakai jaringan hotspot. Berdasarkan hasil uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem captive portal dapat diterapkan pada sistem hotspot di Kantor Meccaylarentcar City Tour.
ANALISIS KUALITAS JARINGAN WLAN BERDASARKAN KUAT SINYAL (STUDI KASUS ASRAMA ARJUNA) Siyama Yakup Mubarokah; Rr. Yuliana Rachmawati; Joko Triyono
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam analisis kualitas jaringan WLAN berdasarkan kuat sinyal menggunakan dua perangkat laptop yang berperan sebagai server dan client, serta satu buah access point. Dengan tujuan untuk mengetahui kualitas jaringan berdasarkan kuat sinyal, hal ini perlu dilakukan agar mendapatkan kualitas jaringan yang maksimal, terutama pada perangkat yang digunakan untuk mengelola suatu kesetabilan kinerja jaringan. Dengan menggunakan metode Quality Of Service (QOS) sesuai dengan paramater delay, packet loss dan throughput, pengujian analisis kualitas jaringan WLAN berdasarkan kuat sinyal dapat diterapkan dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan standarisasi TIPHON untuk mengetahui hasil analisis kualitas jaringan. Hasil dari analisis kualitas jaringan WLAN berdasarkan kuat sinyal adalah pada perbandingan delay bahwa nilai delay sebesar 65.066 ms untuk sinyal bar ke 4, 78 ms untuk sinyal bar ke 3, 114.866 ms untuk sinyal bar ke 2 dan 243.533 ms untuk sinyal bar ke 1, pada perbandingan Packet Loss bahwa nilai packet loss sebesar 0 % untuk sinyal bar ke 4, 0 % untuk sinyal bar ke 3, 0.466 % untuk sinyal bar ke 2 dan 0.633 % untuk sinyal bar ke 1, pada perbandingan throughput bahwa nilai throughput sebesar 2.586 MB/s untuk sinyal bar ke 4, 3.12 MB/s untuk sinyal bar ke 3, 1.8 MB/s untuk sinyal bar ke 2 dan 1.967 MB/s untuk sinyal bar ke 1 dan pada perbandingan jarak dapat diketahui perbandingan jarak antar tiap bar cukup signifikan, semakin jauh jarak antara client dengan access point maka akan mempengaruhi kualitas jaringan, semakin dekat jarak antara client dengan access point akan lebih bagus kualitas jaringan.
ANALISIS MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN METODE PCQ DENGAN MIKROTIK 951Ui-2HnD Lica Cantika Kurnia Dewi; Rr. Yuliana Rachmawati; Suraya -
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat objek yang digunakan untuk penelitian telah mempunyai koneksi internet tetapi sering kali terjadi adanya dominasi bandwidth antar client yang diakibatkan karena salah satu atau beberapa client melakukan download sehingga akan mengganggu client lain. Untuk mengatasi permasalahan dominasi bandwidth antar client yang terjadi, maka dilakukanlah pembagian bandwidth. Dengan memanfaatkan router Mikrotik 951Ui-2HnD, administrator jaringan dapat dengan mudah melakukan manajemen bandwidth terhadap komputer client yang terhubung dalam jaringan. Teknologi yang digunakan untuk mengimplementasikannya didasarkan pada pendekatan yang disebut Quality of Service (QoS) dan disesuaikan dengan standar TIPHON. Cara kerjanya yaitu dengan mengidentifikasi lalu lintas data yang melalui jaringan.Tujuan yang hendak dicapai adalah menyeimbangkan alokasi bandwidth sesuai untuk kebutuhan client. Metode antrian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Per Connection Queue (PCQ) dan winbox sebagai software untuk remote router. Pengujian QoS dilakukan pada konfigurasi tanpa menggunakan metode dan menggunakan metode PCQ dengan parameter QoS berupa delay, jitter, throughput dan packet loss menggunakan aplikasi Wireshark dan VLC Player sedangkan kecepatan upload dan download menggunakan speedtest.net. Pengujian saat jam sepi, pukul 06.00 - 12.00 dan jam ramai, pukul 12.00 – 18.00. Hasil manajemen bandwidth dengan menggunakan metode Per Connection Queue (PCQ) terbukti merata dan hasil Quality of Service (QoS) lebih baik dibandingkan manajemen bandwidth tanpa menggunakan metode Per Connection Queue (PCQ).
RANCANGAN INFRASTRUKTUR JARINGAN BACKBONE HYBRID DI TIGA KAMPUS IST AKPRIND YOGYAKARTA Mustafa -; Amir Hamzah; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang komunikasi data di dunia pendidikan sangat diperlukan, maka kampus IST AKPRIND Yogyakarta perlu menerapkan kemajuan dibidang teknologi, yaitu jaringan Backbone Hybrid yang merupakan saluran atau koneksi berkecepatan tinggi yang menjadi lintasan utama dalam sebuah jaringan. Dimana pada jaringan ini kombinasi dari dua atau lebih topologi berbeda berpadu menjadi satu bentuk baru pada sistem jaringan komputer. Jaringan Backbone Hybrid dirancang pada tiga kampus IST AKPRIND Yogyakarta menggunakan kabel fiber optik single mode yang kecepatannya dapat mencapai 1-10 Gbps, dimana Kampus 1 Balapan digunakan sebagai gedung pusat/centra IT. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah membandingkan kecepatan dan biaya antara fiber optik single mode dengan wireless bridge yang masih digunakan hingga saat ini, kemudian dilakukan perancangan untuk ketiga kampus. Hasil yang didapat dari analisis perancangan tersebut adalah jaringan Backbone Hybrid dengan menggunakan kabel fiber optik single mode mempunyai transmisi data 1 Gbps, sedangkan untuk wireless hanya 600 Mbps. Tetapi estimasi biaya yang digunakan pada fiber optic lebih besar dibandingkan dengan wireless.
ANALISIS KINERJA FAILOVER DENGAN PROTOKOL ROUTING BGP MENGGUNAKAN GNS3 Asih Meirani; Rr. Yuliana Rachmawati; muhammad Sholeh
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan kampus IST AKPRIND Yogyakarta menggunakan tiga jalur Internet Service Provider (ISP), yaitu ISP1 (Time Excelindo), ISP2 (Biznet) dan ISP3 (Astinet). Dalam jaringan link ISP kadang terjadi masalah dalam koneksi. Untuk mengurangi masalah kegagalan link salah satu jenis teknologi yang dapat digunakan adalah failover. Banyak cara untuk membuat sebuah failover, seperti dengan menggunakan protokol routing Border Gateway Protocol (BGP). Metodologi yang digunakan pada penelitian ini antara lain studi literatur, studi pustaka dan metode observasi. Untuk metode pada penelitian ini antara lain metode perbandingan, metode analisa, metode pengujian. Analisis perbandingan kinerja failover protokol routing BGP ini menggunakan topologi jaringan kampus IST AKPRIND Yogyakarta terhadap jaringan ISP yang digunakan. Protokol routing BGP merupakan jenis protokol routing mempunyai hold Time. Semakin kecil hold Time maka perpindahan link akan semakin cepat, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan hasil pengukuran waktu konvergensi, sebuah routing lebih optimal digunakan sebagai link utama dikarenakan routing tersebut memiliki rata-rata waktu konvergensi terendah. Berdasarkan pada hasil perbandingan waktu konvergensi masing-masing ISP bahwa BGP timer dapat mengoptimalkan hasil waktu konvergensi.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA METODE ROUTING STATIC PADA PC ROUTER UBUNTU DAN MIKROTIK ROUTER Zainal Abidin; Joko Triyono; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam analisis dan perbandingan perangkat router dan kualitas traffic jaringan sangat penting, terutama pada perangkat yang digunakan untuk mengelola jaringan di laboratorium kampus 3 IST AKPRIND, khususnya perbandingan PC router ubuntu dan Mikrotik router sebagai transmisi data intranet (internal) maupun transmisi data internet (external). Dengan menggunakan metode static routing dan experiment pada router dan kualitas jaringan dianalisis dengan Quality Of Service (QOS) sesuai dengan paramater delay, troughput, dan packet loss. Perbandingan interface hardware dan interface software dapat digunakan sesuai dengan hasil analisis dan perbandingan router dalam kondisi waktu sepi, sedang dan ramai. Hasil dari analisis dan perbandingan kedua router waktu kondisi sepi, sedang dan ramai. Jalur Mikrotik router lebih stabil diwaktu kondisi sedang dengan parameter delay 47 ms, troughput 54 KBit/s dan waktu kondisi ramai parameter delay 51 ms, packet loss 7 % sedangkan jalur PC router hanya stabil diwaktu kondisi sepi dilihat dari parameter delay 45 ms, troughput 54 KBit/s. Dari segi perbandingan interface hardware dan interface software, Mikrotik router lebih baik di interface software dan PC router lebih baik di interfaces hardware.
ANALISIS KINERJA WIRELESS ACCESS POINT (WAP) DAN VIRTUAL ACCESS POINT (VAP) PAD afrial Amr; Joko Triyono; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Access Point adalah perangkat keras yang memungkinkan perangkat wireless lain (seperti laptop, ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooth atau perangkat standar lainnya. Wireless Access point umumnya dihubungkan ke router melalui jaringan kabel (kebanyakan telah terintegrasi dengan router) dan dapat digunakan untuk saling mengirim data antar perangkat wireless dan perangkat kabel pada jaringan. salah satu Perangkat yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan wireless yaitu Mikrotik RB951Ui-2HnD merupakan satu dari seri Wireless RouterBoard keluaran MikroTik yang berfungsi sebagai router sekaligus Accsess Point (AP) yang dirancang khusus untuk SOHO (Small Office Home Office). Virtual Access Point (VAP) adalah salah satu fitur Multiple SSID yang ada pada router mikrotik, dengan Virtual AP memungkinkan sebuah perangkat yang hanya memiliki satu fisik interface wireless bisa memancarkan lebih dari 1 SSID. Implementasi pengujian kinerja jaringan WAP & VAP pada mikrotik RB 951 Ui-2Hnd menggunakan sebuah komputer server, komputer client, dan sebuah access point. Pengujian dilakukan dengan analisa parameter Quality Of Service (QOS) diantaranya delay, packet loss, jitter, throughput, dan kecepatanupload download. Pengujian tersebut dilakukan dalam tiga kondisi yang berbeda yaitu kondisi sepi, kondisi sedang dan kondisi padat. Hasil dari analisis dan perbandingan WAP dan VAP rata-rata dari kondisi sepi, sedang dan padat. Delay WAP lebih baik dari pada VAP dengan rata-rata delay53.281 ms, untuk jitter WAP lebih baik dari VAP dengan rata-rata jitter12.421 ms, sedangkan untuk packet loss WAP lebih baik dari VAP mendapatkan persentase 0,1 % dan untuk throughput VAP lebih baik dibandingkan dengan WAP dengan rata-rata 12.049 mbps
MANAJEMEN FreeRADIUS HOTSPOT MENGGUNAKAN MIKROTIK API DAN PHP (Studi Kasus Uwong Coffee) Heru Suarman; Joko Triyono; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan akses internet melalui media wireless telah mengalami perkembangan pesat saat ini. Media ini memberikan metode keamanan melalui autentifikasi user.Ada dua kategori autentifikasi user yang umum digunakan yaitu penggunaan 1 kata kunci (password) secara bersama-sama dan penggunaan 1 kata kunci untuk setiap pengguna.Namun dalam implementasinya penerapan metode ini membutuhkan aplikasi pendukung RADIUS dan Captative Portal.Sistem FreeRADIUS berfungsi sebagai media autentikasi dan autorisasi data pengguna sedangkan Captative Portal berperan untuk mengarahkan pengguna ke halaman autentifikasi.Implementasi Sistem Hotspot pada Uwong Coffee menggunakan MikroTik Router, salah satu sistem operasi yang menyediakan aplikasi layanan berbasis Hotspot. Dengan sistem ini di harapkan dapat menangani kebutuhan layanan akses internet wireless bagi seluruh pelanggan cafe. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan menciptakan sistem pendaftaran berbasis web secara realtime dan manajemen pengguna hotspot yang tersentralisasi. Aplikasi ini dikembangkan berbasis Web dengan memanfaatkan Bahasa Pemograman PHP, API PHP Class MikroTik, dan Database MySQL untuk pendaftaraan, pengelolalaan, dan verifikasi data pengguna. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah kelancaran pengguna layanan hotspot, tersentralisasinya data dan autorisasi account dengan penerapan username dan password untuk tiap pengguna