ABSTRACT The problem in this study is the low critical thinking skills and Kayuh Baimbai character in the IPAS content of fifth grade at Elementary School. The solution to this problem is to use a combination of the Problem-Based Learning, Example Non Example, and Talking Stick models integrated with STEAM. The objective of this study is to analyze the critical thinking skills and Kayuh Baimbai character of students. This study uses Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The subjects of this study are 23 students in grade V at Elementary School. The results of this study indicate that students' critical thinking skills were achieved at a rate of 91,3% with the criteria of very critical and Kayuh Baimbai character traits were achieved at a rate of 95,6% with the criteria of already ingrained. Keywords: critical thinking skills, Kayuh Baimbai character, problem based learning, example non example, Talking Stick, STEAM ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis dan karakter kayuh baimbai pada muatan IPAS kelas V Sekolah Dasar. Solusi pemecahan masalah pada penelitian ini adalah menggunakan model Problem Based Learning, Example Non Example, dan Talking Stick terintegrasi STEAM. Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis kemampuan berpikir kritis dan karakter kayuh baimbai siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar yang berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa terlaksana hingga mencapai persentase 91,3% dengan kriteria sangat kritis dan karakter kayuh baimbai siswa terlaksana hingga mencapai persentase 95,6% dengan kriteria sudah membudaya. Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis, karakter kayuh baimbai, problem based learning, example non example, talking stick, STEAM