Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA JOKO WIDODO DALAM TALK SHOW MATA NAJWA Putra, Ida Bagus Gede Dharma; Wijana, I Dewa Putu
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 16, No 02 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.188 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v16i02.40615

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa Joko Widodo dalam memberi tanggapannya terkait pandemi Covid-19 sehingga melalui penelitian ini dapat terlihat bagaimana perilaku kebahasaan Joko Widodo dalam menjalin komunikasi. Sumber data diperoleh dari media sosial Youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan prinsip kesopanan dari Leech. Data dikumpulkan dengan mentranskrip video Talk Show Mata Najwa episode Jokowi diuji pandemi yang diunggah di laman media sosial Youtube Najwa Shihab, peneliti kemudian menyimak dan mengklasifikasi data berdasarkan pematuhan prinsip kesantunan dan bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joko Widodo dalam menjalin komunikasi di program Talk Show Mata Najwa lebih dominan mematuhi prinsip kesantunan berbahasa. Sebanyak 70% tuturan Jokowi mengandung pematuhan prinsip kesantunan dan 30% tuturan Jokowi mengandung pelanggaran prinsip kesantunan. Dengan demikian, perilaku berbahasa Joko Widodo saat diundang di program Talk Show Mata Najwa telah menunjukkan perilaku berbahasa yang santun. Mengingat Joko Widodo yang bertindak sebagai kepala negara, secara implisit telah memberikan contoh kepada masyarakat dalam hal berperilaku santun saat menjalin sebuah komunikasi.Kata kunci: kesantunan berbahasa, Joko Widodo, Talk Show Mata Najwa ABSTRACT The purpose of the study is to find out the politeness and violations of politeness maxims in Joko Widodo's language in responding to the COVID-19 pandemic so that through this research it can be seen how Joko Widodo's language is in establishing communication. The data source is obtained from the social media Youtube. This research used Leech's politeness principle approach. Data was collected by transcribing the video Talk Show Mata Najwa episode Jokowi tested for pandemic which was uploaded on social media page Youtube Najwa Shihab's, the researcher then listened and classified the data based on compliance with politeness principles and forms of violation of politeness principles. that the results show that Joko Widodo in establishing communication in the Mata Najwa Talk Show program is more dominant in obeying the principles of language politeness. It is known that 70% of Jokowi's speeches contain compliance with politeness principles and 30% of Jokowi's speeches contain violations of politeness principles. Thus, Joko Widodo's language behavior when invited to the Mata Najwa Talk Show program has shown polite language behavior. Considering that Joko Widodo, who acts as head of state, has implicitly set an example for the community in terms of behaving politely when establishing communication. 
Menilik laut Bali dalam sajak Malam Pengantin di Pesisir Serangan karya Wayan Sunarta Eirenne Pridari Sinsya Dewi; Putra, Ida Bagus Gede Dharma
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No Sp.Iss (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7iSp.Iss.948

Abstract

Bali is an island that always attracts tourists with its beauty. This natural beauty makes Bali always succeed as an interesting topic to discuss. Apart from its natural beauty, poetry about Bali is also interesting to research. “Malam Pengantin di Pesisir Serangan” is a poem that explains the condition of Serangan Beach in 1997. This poem, created by Wayan Sunarta, tries to express environmental criticism firmly through the choice of diction. The social criticism in this poem describes two interesting things to study, namely Serangan Beach with its naturalness and Serangan Beach with its modernity. This research uses Riffaterre’s semiotic theory by focusing on the process of interpreting poetry in heuristic and hermeneutic reading. Heuristic reading is the first stage of reading in understanding poetry. At this stage, the poem is read following the rules of the language. After that, hermeneutic reading, namely the process of interpreting poetry using literary conventions.
ANALISIS KOHERENSI DALAM WACANA HUMOR TALKSHOW 13 TAHUN MATA NAJWA EPISODE GADIS KRITIK Putra, Ida Bagus Gede Dharma; Maulana, I Putu Ari Putra
Metahumaniora Vol 15 No 2 (2025): METAHUMANIORA, AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v15i2.61949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap unsur-unsur koherensi dalam tuturan Dasiyah pada Wacana Talkshow 13 Tahun Mata Najwa Episode *Gadis Kritik*. Koherensi merupakan aspek penting dalam menjaga kepaduan makna dalam wacana, khususnya ketika kritik sosial disampaikan melalui balutan humor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima jenis hubungan koherensi dalam tuturan Dasiyah, yaitu hubungan perbandingan, syarat-hasil, sebab-akibat, latar-kesimpulan, dan kelonggaran hasil. Dari kelima jenis tersebut, hubungan perbandingan merupakan bentuk yang paling dominan dengan lima temuan data, sedangkan empat jenis hubungan lainnya hanya ditemukan satu kali. Dominasi hubungan perbandingan menunjukkan bahwa jenis hubungan ini memiliki peran penting dalam menyampaikan ide-ide secara efektif, seperti untuk menjelaskan konsep yang kompleks, menunjukkan perbedaan atau kesamaan, membangun analogi, dan menyajikan perspektif baru terhadap isu sosial yang diangkat. Dengan demikian, hubungan perbandingan menjadi strategi koherensi utama yang digunakan untuk menyusun tuturan yang kohesif, komunikatif, dan mudah dipahami dalam konteks penyampaian kritik sosial melalui humor.