Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menilik laut Bali dalam sajak Malam Pengantin di Pesisir Serangan karya Wayan Sunarta Eirenne Pridari Sinsya Dewi; Putra, Ida Bagus Gede Dharma
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No Sp.Iss (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7iSp.Iss.948

Abstract

Bali is an island that always attracts tourists with its beauty. This natural beauty makes Bali always succeed as an interesting topic to discuss. Apart from its natural beauty, poetry about Bali is also interesting to research. “Malam Pengantin di Pesisir Serangan” is a poem that explains the condition of Serangan Beach in 1997. This poem, created by Wayan Sunarta, tries to express environmental criticism firmly through the choice of diction. The social criticism in this poem describes two interesting things to study, namely Serangan Beach with its naturalness and Serangan Beach with its modernity. This research uses Riffaterre’s semiotic theory by focusing on the process of interpreting poetry in heuristic and hermeneutic reading. Heuristic reading is the first stage of reading in understanding poetry. At this stage, the poem is read following the rules of the language. After that, hermeneutic reading, namely the process of interpreting poetry using literary conventions.
Perbandingan Efisiensi Panci Bahan Aluminium dan Besi untuk Memanaskan Air Ni Nyoman Juniantari Mediasih Landuh; Gusti Ayu Gita Sarawati; Ni Made Lidya Suari; Amelia Sihombing; Eirenne Pridari Sinsya Dewi
Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa Vol. 3 No. 6 (2025): Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/algoritma.v3i6.853

Abstract

This study aims to compare the thermal efficiency of two aluminum and iron-based pans in the water heating process. This research method uses a mixed approach that includes direct observation (qualitative) and quantitative analysis based on changes in water temperature after heating at two volume variations, namely 0.25 L and 0.5 L. Heating was carried out with two time differences, the total of each experiment was four experiments, with two experiments for five minutes and also two experiments for ten minutes. The results showed that iron pans produced heat of 66,150 J at a volume of 0.25 L and 151,200 J at a volume of 0.5 L. Meanwhile, an aluminum pan could produce heat of 53,550 J at a volume of 0.25 L and 67,200 J at a volume of 0.5 L. The difference in heat value was influenced by the thermal conductivity and physical characteristics of each material. This study provides an understanding of the thermal performance of both pot materials and can be considered in the selection of efficient cooking utensils in the household environment.
Lebih dari Sekadar Vaksin: Pentingnya Edukasi Pemilik Hewan di Indonesia Tentang Nilai Pengobatan Preventif Brainda Octacecillya Syafrina; Eirenne Pridari Sinsya Dewi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.125

Abstract

Tren pemeliharaan hewan kesayangan di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan. Namun, sebagian besar pemilik hewan masih belum memahami praktik perawatan yang tepat akibat keterbatasan pengetahuan mengenai pemeliharaan yang benar. Banyak pemilik beranggapan bahwa vaksinasi merupakan satu-satunya tindakan proteksi yang diperlukan, sehingga pilar-pilar kesehatan lain yang juga penting bagi kesejahteraan jangka panjang kerap terabaikan. Artikel ini bertujuan untuk mendefinisikan kembali konsep pengobatan preventif secara komprehensif serta menyoroti peran sentral edukasi oleh dokter hewan dalam mengubah persepsi pemilik hewan di Indonesia. Pembahasan difokuskan pada empat pilar utama pengobatan preventif, yaitu pemeriksaan kesehatan rutin (regular check-up), perawatan gigi, kontrol parasit, dan nutrisi seimbang. Selain itu, artikel ini juga menganalisis pentingnya peran dokter hewan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesejahteraan hewan (animal welfare). Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui pengumpulan, evaluasi, dan sintesis berbagai karya ilmiah yang telah dipublikasikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai bentuk pengobatan preventif selain vaksinasi merupakan investasi kesehatan yang mampu menurunkan risiko penyakit serius serta memperpanjang usia hidup hewan. Dokter hewan juga memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan paradigma pemilik hewan dari pendekatan reaktif menuju pendekatan kesehatan yang lebih proaktif.
Analisis Risiko Kesehatan Hewan Liar Sebagai Reservoir Penyakit Emerging dan Re-Emerging Petrus K Aho Gudi; Eirenne Pridari Sinsya Dewi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.126

Abstract

Penyakit zoonotik merupakan ancaman besar bagi kesehatan global karena ditularkan dari hewan ke manusia. Sekitar 75% infeksi baru berasal dari sumber zoonosis, menegaskan peran penting hewan liar sebagai reservoir patogen. Artikel ini mengidentifikasi risiko munculnya dan muncul kembali penyakit dari satwa liar ke populasi domestik dan manusia, serta menilai potensi satwa liar sebagai sistem peringatan dini kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan meliputi analisis sistematis dan pemodelan ekologi risiko (pendekatan Eco-Health) dengan fokus pada deforestasi, perdagangan satwa liar ilegal, dan dampak perubahan iklim terhadap distribusi vektor. Hasil menunjukkan meningkatnya interaksi manusia–satwa liar akibat fragmentasi habitat, dengan kelelawar, primata, dan rodensia sebagai reservoir virus Filoviridae, Flaviviridae, dan Coronaviridae. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi konsep “One Health” dan perlunya penguatan regulasi perdagangan satwa liar serta pemantauan molekuler di wilayah berisiko.