Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pendampingan Ibu Rumah Tangga Terhadap Kemampuan Mengolah Sisa Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos di Tonronge Kabupaten Soppeng Syatriani, Sri; Silwanah, Andi Sani; Irmayani, Irmayani
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i1.1657

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan salah satu penyumpang sampah terbesar pada lingkungan. Penanggulangan sampah dapat mulai dari skala rumah tangga. Sampah dapur dapat diolah menjadi pupuk kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan ibu rumah tangga terhadap kemampuan pengolahan sisa limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos. Jenis penelitian adalah pra eksperimen dengan desain one group pre-test post-test. Populasi dan sampel adalah keluarga di Tonronge Kabupaten Soppeng dengan jumlah sebanyak 15 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dengan instrument lembar observasi. Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pendampingan ibu rumah tangga terhadap kemampuan pengolahan limbah rumah tangga dengan diperoleh nilai signifikan 0,000 < α 0,05. Simpulan penelitian ini adalah pendampingan ibu rumah tangga mempengaruhi kemampuan pengolahan sisa limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos di Tonronge Kabupaten Soppeng. Diharapkan kepada ibu rumah tangga lebih aktif pada kegiatan pengolahan sampah rumah tangga.
Pengaruh Aktifitas Jalan Pagi Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mappakasunggu Pare-Pare Silwanah, Andi Sani; Yusuf, Rezky Aulia; Hatta, Nyla
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 2 (2020): JULY- DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.406 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i2.283

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistol dan diastol mengalami kenaikan yang melebihi batas normal tekanan (tekanan sistol diatas 140 mmHg dan diastol diatas 90 mmHg). Profil Dinas kesehatan provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2017, tekanan darah tinggi atau hipertensi di Sulawesi Selatan dengan kasus tertinggi, yaitu di kabupaten Selayar 32,49%, kabupaten Soppeng 24,92% dan Takalar 14,82%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aktivitas jalan pagi terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mappakasunggu Pare-Pare. Metode: Desain penelitian pre-experiment menggunakan one group pre-post test design dengan teknik purposive sampling. Analisa data diperoleh dengan observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pemeriksaan kelengkapan dan pengolahan data, kemudian dilakukan analisis data univariat pada tiap-tiap variabel serta analisis bivariat untuk mengetahui pengaruh variabel independen (aktivitas jalan pagi) terhadap variabel dependen (hipertensi) dengan menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari 20 responden sebelum dilakukan aktivitas jalan pagi terdapat 12 reponden (60,0%) tekanan darah sistol 140 mmHg dan 15 responden (75,0%) tekanan darah diastol 90 mmHg. Setelah dilakukan aktivitas jalan pagi terdapat 9 responden (45,0%) pada tekanan darah sistol 140 mmHg dan 8 responden (40,0%) tekanan darah diastol antara 80 dan 90 mmHg. Hasil analisa data diperoleh p=0.020 (<0.05>). Kesimpulan: Jalan pagi selama 30 menit dengan frekuensi 4 kali dalam seminggu sangat berpengaruh terhadap menurunnya tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia penderita hipertensi. Saran: diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan khususnya di bidang keperawatan gerontik.
Gambaran pengelolaan sampah padat pada pedagang di pasar Karuwisi kota Makassar Syatriani, Sri; Silwanah, Andi Sani; Baersady, Margaretha M.
EcoVision: Journal of Environmental Solutions Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/evojes.v1i1.2024.594

Abstract

Waste is an object, whether solid or liquid, that is no longer used and is simply thrown away by the owner. According to the World Health Organization (WHO), waste is something that is no longer wanted, not used, not liked or something that is thrown away that comes from human activities and does not occur by itself. The volume of waste generation in Indonesia in 2022 will reach 19.45 million tons. This figure decreased by 37.52% from 2021 to 31.13 million tons. Aim to determine the sorting, collection, and transportation of solid waste by traders. The type of research is descriptive research. The population and research sample were all 79 traders in the Karuwisi market. Sampling used a total sampling technique with a sample size of 79 traders. Data was collected using interview and observation methods using questionnaires and observation sheets. More people did not meet the requirements for waste sorting, namely 40 people (50.6%) than those who met the requirements. There were more people collecting waste who did not meet the requirements, namely 47 people (59.5%) than those who did, while all waste transporters met the requirements, namely 79 people (100%). The management of solid waste among traders in the Karuwisi market in Makassar City still does not meet the requirements, most traders do not sort waste, most traders also do not collect waste, and the transportation of waste at the Karuwisi market is very good, the tools used to collect it trash like dump trucks. It is recommended that traders at the Karuwisi market sort waste and collect waste according to its type.
Pentingnya Penimbangan Berat Badan Pada Anak Sekolah Dasar Tiga Bulan Sekali Di Posyandu Desa Pattallassang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng: The Importance of Weighing Elementary School Children Every Three Months at the Integrated Health Post (Posyandu) in Pattallassang Village, Tompobulu District, Bantaeng Regency Silwanah, Andi Sani; Resel, Keisya; Nursyamsi, Nursyamsi
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.35

Abstract

Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar merupakan fase penting yang membutuhkan pemantauan gizi secara berkala. Berat badan merupakan indikator sensitif untuk mendeteksi masalah gizi seperti underweight, stunting, maupun obesitas. Di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pelaksanaan penimbangan berat badan setiap tiga bulan di posyandu menjadi langkah preventif untuk mengawasi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan keterlibatan orang tua terhadap kebiasaan menimbang berat badan anak usia sekolah dasar secara triwulanan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua/wali murid anak sekolah dasar di Desa Pattallassang  berjumlah sampel 21 responden.  Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, observasi, dan intervensi edukasi melalui tiga tahap kegiatan pengapdian masyarakat, termasuk penyuluhan, pemutaran video pencegahan stunting, dan pemberian edukasi gizi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kerutinan orang tua membawa anak untuk penimbangan, dari 5,6% pada tahap awal (sebelum intervensi) menjadi 85,71% pada tahap akhir (setelah intervensi). Pengetahuan orang tua meningkat dari 8% sebelum intervensi menjadi 100% setelah intervensi, dan sikap positif meningkat dari 46% menjadi 100%. Edukasi kesehatan dan pendampingan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterlibatan orang tua terhadap penimbangan berat badan anak sekolah dasar secara berkala. Abstract Growth and development of elementary school-aged children represent a crucial phase that requires regular nutritional monitoring. Body weight serves as a sensitive indicator to detect nutritional problems such as underweight, stunting, and obesity. In Pattallassang Village, Tompobulu District, Bantaeng Regency, quarterly weighing activities at the posyandu (community health post) are conducted as a preventive measure to monitor the nutritional status of children. This study aimed to determine the relationship between parents’ knowledge level, attitudes, and involvement and the habit of weighing their children’s body weight on a quarterly basis. The research employed a quantitative descriptive design using a survey approach. The study population consisted of all parents or guardians of elementary school students in Pattallassang Village, with a total sample of 21 respondents. Data were collected using structured questionnaires, observations, and educational interventions through three stages of community service activities, including health education sessions, video screenings on stunting prevention, and nutritional education. The results showed a significant increase in parents’ regularity in bringing their children for weighing from 5.6% at the initial stage (before intervention) to 85.71% at the final stage (after intervention). Parents’ knowledge improved from 8% before the intervention to 100% after, and positive attitudes increased from 46% to 100%. Health education and mentoring proved effective in enhancing parents’ knowledge, attitudes, and involvement in regular body weight monitoring of elementary school children.
Penyuluhan 5 Si Jari Merah: Generasi Remaja Putri Merdeka dari Kurang Darah (Anemia) dan Pembagian Tablet Fe: 5 Red Fingers Counseling: A Generation of Young Women Free from Anemia and Distribution of Iron Tablets Silwanah, Andi Sani; Nurfajriani, Nurfajriani; Nurfadilah, Nurfadilah; Putri, Nur Agustin Rahayu; Mariana, Mariana; Sabrina, Sabrina; Nursyamsi, Nursyamsi; Resel, Keysa; Syaifuddin, Syaifuddin
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.36

Abstract

Abstrak Anemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi kedua di dunia. Hal ini disebabkan oleh karena anemia dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi antara lain penurunan daya tahan tubuh, gangguan kognitif, pertumbuhan terhambat, aktivitas menurun, dan perubahan tingkah laku. Kegiatan Pengabdian Ini Bertujuan Untuk Memberikan Pengetahuan Kepada Remaja Putri Tentang Anemia Dan Pentingnya Mengkomsumsi Tablet Fe. Metode Yang Digunakan Adalah Metode Penyuluhan Berupa Pemberian Materi anemia & tablet fe, Pembagian Tablet Fe dan bubur kacang ijo. Jumlah Peserta Sebanyak 21 Orang Peserta Remaja Putri Siswi MTS Ma’arif Puro’ro. Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Sebelum Dilakukan Penyuluhan Kategori Cukup Sebanyak 5 Orang (25%) Sedangkan Remaja Putri Yang Memiliki Pengetahuan Kategori Kurang Sebanyak 15 Orang (75%). Setelah Dilakukan Penyuluhan Tentang Anemia Pada Remaja Putri, Dilakukan Post Test Dan Didapatkan Hasil Pengetahuan Remaja Putri Kategori Cukup Sebanyak 17 Orang (85%) Dan Sebanyak 3 Orang (15%) Yang Memiliki Pengetahuan Kurang. Ada Peningkatan Pengetahuan Yang Didapatkan Oleh Remaja Putri Setelah Dilakukan Edukasi Dengan Metode Penyuluhan Melalui Program Penyuluhan “5 Si Jari Merah: Generasi Remaja Putri Merdeka Dari Kurang Darah (Anemia) Dan Pembagian Tablet Fe. Abstract Anaemia is the second leading cause of disability worldwide. This is because anaemia can cause various complications, including decreased immunity, cognitive impairment, stunted growth, decreased activity, and behavioural changes. This community service activity aims to provide adolescent girls with knowledge about anaemia and the importance of consuming iron tablets. The method used is an educational method in the form of providing information about anaemia and iron tablets, distributing iron tablets and green bean porridge. There were 21 participants, all of whom were female adolescents studying at MTS Ma'arif Puro'ro. Before the education session, 5 participants (25%) had sufficient knowledge about anaemia, while 15 participants (75%) had insufficient knowledge. After the counselling session on anaemia in adolescent girls, a post-test was conducted, and the results showed that 17 participants (85%) had sufficient knowledge and 3 participants (15%) had insufficient knowledge. There was an increase in knowledge among adolescent girls after education was provided using the counselling method through the “5 Red Fingers: A Generation of Adolescent Girls Free from Anaemia” counselling program and the distribution of iron tablets