Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Sustainable Community Practices

Pentingnya Penimbangan Berat Badan Pada Anak Sekolah Dasar Tiga Bulan Sekali Di Posyandu Desa Pattallassang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng: The Importance of Weighing Elementary School Children Every Three Months at the Integrated Health Post (Posyandu) in Pattallassang Village, Tompobulu District, Bantaeng Regency Silwanah, Andi Sani; Resel, Keisya; Nursyamsi, Nursyamsi
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.35

Abstract

Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar merupakan fase penting yang membutuhkan pemantauan gizi secara berkala. Berat badan merupakan indikator sensitif untuk mendeteksi masalah gizi seperti underweight, stunting, maupun obesitas. Di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pelaksanaan penimbangan berat badan setiap tiga bulan di posyandu menjadi langkah preventif untuk mengawasi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan keterlibatan orang tua terhadap kebiasaan menimbang berat badan anak usia sekolah dasar secara triwulanan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua/wali murid anak sekolah dasar di Desa Pattallassang  berjumlah sampel 21 responden.  Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, observasi, dan intervensi edukasi melalui tiga tahap kegiatan pengapdian masyarakat, termasuk penyuluhan, pemutaran video pencegahan stunting, dan pemberian edukasi gizi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kerutinan orang tua membawa anak untuk penimbangan, dari 5,6% pada tahap awal (sebelum intervensi) menjadi 85,71% pada tahap akhir (setelah intervensi). Pengetahuan orang tua meningkat dari 8% sebelum intervensi menjadi 100% setelah intervensi, dan sikap positif meningkat dari 46% menjadi 100%. Edukasi kesehatan dan pendampingan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterlibatan orang tua terhadap penimbangan berat badan anak sekolah dasar secara berkala. Abstract Growth and development of elementary school-aged children represent a crucial phase that requires regular nutritional monitoring. Body weight serves as a sensitive indicator to detect nutritional problems such as underweight, stunting, and obesity. In Pattallassang Village, Tompobulu District, Bantaeng Regency, quarterly weighing activities at the posyandu (community health post) are conducted as a preventive measure to monitor the nutritional status of children. This study aimed to determine the relationship between parents’ knowledge level, attitudes, and involvement and the habit of weighing their children’s body weight on a quarterly basis. The research employed a quantitative descriptive design using a survey approach. The study population consisted of all parents or guardians of elementary school students in Pattallassang Village, with a total sample of 21 respondents. Data were collected using structured questionnaires, observations, and educational interventions through three stages of community service activities, including health education sessions, video screenings on stunting prevention, and nutritional education. The results showed a significant increase in parents’ regularity in bringing their children for weighing from 5.6% at the initial stage (before intervention) to 85.71% at the final stage (after intervention). Parents’ knowledge improved from 8% before the intervention to 100% after, and positive attitudes increased from 46% to 100%. Health education and mentoring proved effective in enhancing parents’ knowledge, attitudes, and involvement in regular body weight monitoring of elementary school children.
Penyuluhan 5 Si Jari Merah: Generasi Remaja Putri Merdeka dari Kurang Darah (Anemia) dan Pembagian Tablet Fe: 5 Red Fingers Counseling: A Generation of Young Women Free from Anemia and Distribution of Iron Tablets Silwanah, Andi Sani; Nurfajriani, Nurfajriani; Nurfadilah, Nurfadilah; Putri, Nur Agustin Rahayu; Mariana, Mariana; Sabrina, Sabrina; Nursyamsi, Nursyamsi; Resel, Keysa; Syaifuddin, Syaifuddin
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.36

Abstract

Abstrak Anemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi kedua di dunia. Hal ini disebabkan oleh karena anemia dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi antara lain penurunan daya tahan tubuh, gangguan kognitif, pertumbuhan terhambat, aktivitas menurun, dan perubahan tingkah laku. Kegiatan Pengabdian Ini Bertujuan Untuk Memberikan Pengetahuan Kepada Remaja Putri Tentang Anemia Dan Pentingnya Mengkomsumsi Tablet Fe. Metode Yang Digunakan Adalah Metode Penyuluhan Berupa Pemberian Materi anemia & tablet fe, Pembagian Tablet Fe dan bubur kacang ijo. Jumlah Peserta Sebanyak 21 Orang Peserta Remaja Putri Siswi MTS Ma’arif Puro’ro. Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Sebelum Dilakukan Penyuluhan Kategori Cukup Sebanyak 5 Orang (25%) Sedangkan Remaja Putri Yang Memiliki Pengetahuan Kategori Kurang Sebanyak 15 Orang (75%). Setelah Dilakukan Penyuluhan Tentang Anemia Pada Remaja Putri, Dilakukan Post Test Dan Didapatkan Hasil Pengetahuan Remaja Putri Kategori Cukup Sebanyak 17 Orang (85%) Dan Sebanyak 3 Orang (15%) Yang Memiliki Pengetahuan Kurang. Ada Peningkatan Pengetahuan Yang Didapatkan Oleh Remaja Putri Setelah Dilakukan Edukasi Dengan Metode Penyuluhan Melalui Program Penyuluhan “5 Si Jari Merah: Generasi Remaja Putri Merdeka Dari Kurang Darah (Anemia) Dan Pembagian Tablet Fe. Abstract Anaemia is the second leading cause of disability worldwide. This is because anaemia can cause various complications, including decreased immunity, cognitive impairment, stunted growth, decreased activity, and behavioural changes. This community service activity aims to provide adolescent girls with knowledge about anaemia and the importance of consuming iron tablets. The method used is an educational method in the form of providing information about anaemia and iron tablets, distributing iron tablets and green bean porridge. There were 21 participants, all of whom were female adolescents studying at MTS Ma'arif Puro'ro. Before the education session, 5 participants (25%) had sufficient knowledge about anaemia, while 15 participants (75%) had insufficient knowledge. After the counselling session on anaemia in adolescent girls, a post-test was conducted, and the results showed that 17 participants (85%) had sufficient knowledge and 3 participants (15%) had insufficient knowledge. There was an increase in knowledge among adolescent girls after education was provided using the counselling method through the “5 Red Fingers: A Generation of Adolescent Girls Free from Anaemia” counselling program and the distribution of iron tablets