Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODAL SOSIAL, PERSEPSI TENTANG KETERLIBATAN MILITER DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PROGRAM CITARUM HARUM Diana, Muthya; Kartasasmita, Pius Suratman
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 02 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i2.218

Abstract

Restorasi Daerah Aliran Sungai Citarum melalui Program Harum Citarum, yang dalam pelaksanaannya melibatkan peran militer yang dominan, membutuhkan adanya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat, mengukur tingkat modal sosial, dan mengukur tingkat persepsi masyarakat tentang keterlibatan militer dalam pelaksanaan Program Citarum Harum, serta untuk melihat hubungan antara ketiganya. Penelitian ini menggunakan metoda survey dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan datanya. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasional deskriptif. Hasilnya menyimpulkan, bahwa tingkat partisipasi masyarakat tergolong rendah, tingkat modal sosial dalam tingkat sedang, sementara persepsi masyarakat tentang keterlibatan militer secara mengejutkan sangat baik. Analisis juga menunjukkan hubungan positif tak terduga antara partisipasi masyarakat dengan modal sosial dan antara modal social dengan persepsi masyarakat tentang keterlibatan militer dalam Program Citarum Harum. Namun tidak diperoleh hubungan antara partisipasi dengan persepsi masyarakat tentang keterlibatan militer. Oleh karena itu, upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Program Citarum Harum perlu dilakukan mulai dari tahap dasar, yaitu tahap pemberian informasi yang dapat menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan partisipasi ditahap selanjutnya dengan mengoptimalkan modal sosial masyarakat dalam implementasi program Citarum Harum. Penelitian selanjutnya merekomendasikan untuk menggali lebih dalam modal sosial masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Citarum sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat.
JEJARING KEBIJAKAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM ECOVILLAGE DI DESA MEKARMUKTI, KABUPATEN BANDUNG BARAT Gartika, Dewi; Diana, Muthya
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 01 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v6i01.222

Abstract

Pengendalian dan pengawasan kualitas lingkungan hidup tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak sangat diharapkan. Program ecovillage bertujuan untuk mewujudkan kampung/desa/kelurahan berbudaya lingkungan secara partisipatif dan mandiri, dengan harapan berdampak pada perbaikan kesejahteraan masyarakat dan kualitas Daerah Aliran Sungai. Hasil pemantauan di awal penelitian, ditemukan adanya masyarakat yang tidak turut aktif. Hal ini tidak sejalan dengan tujuan dan sasaran program serta dapat mengancam keberlanjutan program. Penelitian jejaring kebijakan dalam pelaksanaan Program Ecovillage di Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat menjadi penting untuk menganalisis jejaring yang dibentuk dan bagaimana capaian kinerjanya. Penelitian dilaksanakan pada Tahun 2019. Metode penelitian adalah  desktiptif kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode snowball dengan keyperson adalah Kepala Desa Mekarmukti. Instrument yang digunakan untuk pengambilan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Pembahasan hasil penelitian dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor yang terlibat hanya terdiri dari 3 (tiga) unsur yaitu BPLHD Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Desa Mekarmukti dan para Kader Ecovillage. Dalam implementasinya menghadapi kendala : tidak adanya komitmen Kepala Desa, keterbatasan anggaran dan belum optimalnya keterlibatan para stakelhoder. Peneliti menyarankan agar para Kader Ecovillage mengoptimalkan keterlibatan media, lembaga riset/perguruan tinggi dan kelompok masyarakat lainnya dalam Program Ecovillage di desanya.