Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EKSPLORASI KARANG LUNAK SEBAGAI ANTIOKSIDAN DI PULAU PONGOK, BANGKA SELATAN Rezi Apri; Neviaty P. Zamani; Hefni Effendi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 2 (2013): NOVEMBER 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.433 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.4.211-217

Abstract

Karang lunak adalah bagian dari ekosistem terumbu karang yang dapat menghasilkan senyawa metabolik sekunder, yang merupakan respon terhadap lingkungan untuk bertahan hidup. Metabolik sekunderini salah satunya adalah sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk melihat senyawa-senyawa yang terkandung dalam karang lunak Sinularia sp dan Lobophytum sp di perairan Pulau Pongok, Bangka Selatan sebagai anti Antioksidan pada kedalaman 3 meter dan 9 meter. Hasil penelitian analisis fitokimia menunjukkan bahwa karang lunak Sinularia sp dan Lobophytum sp mengandung senyawa Alkaloid, Flavonoid, Phenol Hidroquinon, Steroid, Triterpenoid, Tanin, dan Saponin.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY AS INHIBITORS PATHOGEN BACTERIAL ON POND SHRIMP OF EXTRACT MARINE BIOTA COLLECTED FROM MASPARI ISLAND, SOUTH SUMATERA, INDONESIA . Rozirwan; Iskhaq Iskandar; Muhammad Hendri; Rezi Apri; Nuril Azhar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1977.663 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i3.22997

Abstract

Marine biota has variety of bioactive compound that is potential to be an antibacterial for shrimp ponds diseases. Some of marine biota has potential as antibacterial i.e. soft coral Sarcophyton sp., Sponge Aaptos sp., seaweeds Sargassum sp. and Halimeda sp. and mangroves Avicennia sp. and Rhizophora sp. species. This study is purposed to find the most potential marine biota as antibacterial. The research method was as follows; sampling, sample identification, extraction and antibacterial activity test. The results is soft coral and sponge extract Sarcophyton sp. has bioactivity against of shrimp bacteria pathogen such as Vibrio spp2. bacteria for around 6.3±0.1 mm, while Aaptos sp. has bioactivity against Vibrio spp1. bacteria for around 7.9+0.1 mm, Vibrio spp2. bacteria for around 7.2± 0.1 to 7.9±0.1 mm, Vibrio spp6. bacteria for around 7.5±0.2 mm, Escherichia coli for around 7.2±0.1 mm and Staphylococcus aureus for around 15.9±0.2 mm. Seaweed extract activity found only of Sargassum sp. which has antibacterial activity against for around 7.1±0.0 mm for Vibrio spp6. and mangrove species activity has Rhizophora sp. extract which has bioactivity against Vibrio spp4. were 7.3±0.1 mm and E. coli bacteria were 6.7±0.1 mm. The most potential marine biota as antibacterial is showed on sponge Aaptos sp.. with an inhibitory zone for around 15.9±0.2 mm (for S. aureus bacteria).
Endophyte microbial characteristic of soft corals Lobophytum sp and Sinularia sp collected from Maspari Island waters, South Sumatera Rozirwan M; Muhammad Hendri; Rezi Apri
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 2 No. 1 (2018): March
Publisher : Research Centre of Inorganic Materials and Complexs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.27 KB) | DOI: 10.26554/ijems.2018.2.1.20-23

Abstract

Soft corals have bioactive compounds to potential as marine natural products, but the over exploitive to destroy of that ecosystem. Therefor endophyte microbial isolation can be effort to prevent that matters. This research aimed to isolate and characteristic on the entophyte microbial of soft coral Lobophytum sp and Sinularia sp that collated from Maspari island waters. Methodology of research were establishing growth of microbial samples (bacterial and fungal), isolation and characterization. Total of bacteria colony of Lobophytum sp were obtained about 5 isolates, and Sinularia sp were about 4 isolates. The macroscopic characteristic showed that whole bacteria had white colors. That colonies had undulate, entire and curl (the edge of colony) and circular and irregular (for colony shape). For fungal of Lobophytum sp were obtained about 3 isolates, while Sinularia sp had only one isolate. The fungal colonies macroscopic characteristic showed yellow, green and white color, while shaped and edges colonies were thickened. spread, thin, round, dark, and the whole of isolates had filamentous hyphae.
Literasi Kemampuan Generasi Muda Berbasis Teknologi Drone Untuk Mendukung Daerah Wisata Sungsang Kabupaten Banyuasin Hartoni, Hartoni; Agussalim, Andi; Apri, Rezi; Diansyah, Gusti
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i2.1090

Abstract

Dalam era Revolusi Industri 4.0 yang sedang berlangsung, teknologi memainkan peran sentral dalam membentuk dinamika kehidupan masyarakat. Generasi muda menjadi ujung tombak dalam mengadaptasi dan mengoptimalkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kontribusi terhadap pembangunan. Salah satu teknologi yang berperan signifikan adalah drone, terutama untuk mendukung Desa Sungsang sebagai destinasi wisata yang mandiri dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakatnyaUpaya peningkatan literasi teknologi, khususnya dalam sektor pariwisata, yang selama ini belum optimal dan masih memerlukan pengembangan. Desa ini juga memiliki potensi alam yang belum dimanfaatkan secara luas karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola potensi di desa mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghasilkan literasi menggunakan teknologi drone kepada generasi muda Desa Sungsang. Literasi pelatihan menghasilkan peta foto udara drone dari Desa Sungsang, yang sangat berguna bagi mendukung Desa Sungsang sebagai salah satu desa wisata di pesisir Sumatera Selatan.
Hubungan Parameter Perairan dengan Struktur Komunitas Rumput Laut di Perairan Pulau Maspari, Sumatera Selatan Aryawati, Riris; Ulqodry, Tengku Zia; Surbakti, Heron; Isnaini, Isnaini; Agussalim, Andi; Apri, Rezi; Hendri, Muhammad; Rozirwan, Rozirwan; Hilmaturosyidah, Hilmaturosyidah
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.29656

Abstract

Pulau Maspari merupakan pulau kecil dan terpencil yang terletak di bagian selatan Selat Bangka, Provinsi Sumatera Selatan. Pulau Maspari diketahui memiliki beberapa potensi sumber daya hayati laut, termasuk rumput laut. Sampai saat ini belum ada informasi ilmiah mengenai kondisi rumput laut yang berada di  Pulau Maspari dan minimnya data terkait parameter lingkungan perairannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter perairan dan keanekaragaman rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang dilaksanakan pada Juli 2024 menggunakan metode eksploratif di tujuh stasiun sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan spesies rumput laut yang teridentifikasi dari tujuh stasiun, yaitu Caulerpa lentillifera, Cladophora prolifera, Derbesia sp., Ulva lactuca, Padina minor, Sargassum polycystum, Acanthophora spicifera, dan Gracilaria salicornia. Hasil analisis komponen utama (PCA) menunjukkan bahwa parameter perairan seperti suhu, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut, pH, nitrat, dan fosfat memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur komunitas rumput laut, dengan persentase total sumbu F1 dan F2 mencapai 69,51% serta sumbu F1 dan F3 mencapai 41,59%. Indeks keanekaragaman dan keseragaman tertinggi ditemukan di stasiun 7, sedangkan indeks dominansi tertinggi terdapat di stasiun 3, 4, dan 6. Penelitian ini diharapkan dapat menyediakan data dasar tentang struktur komunitas rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang berguna dalam membantu pengambilan keputusan dalam pengelolaan serta konservasi ekosistem perairan.