p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JRKN Jurnal Kesehatan
Miraturrofi'ah, Mira
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr): Analisis Kekurangan Nutrisi Maternal Dan Preeklampsia Di Rumah Sakit Perkotaan Indonesia Miraturrofi'ah, Mira; Kartini, Dewi; ., Liawati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i1.648

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat kurang dari 2.500 gram, yang meningkatkan risiko kematian bayi hingga 20 kali. BBLR menjadi salah satu penyebab kematian neonatal di Indonesia dan negara lain, dipengaruhi oleh anemia ibu, status gizi, dan komplikasi kehamilan seperti preeklampsia. Di sebuah rumah sakit di Bandung, prevalensi BBLR naik dari 9,81% pada 2020 menjadi 10,6% pada 2021, sering dikaitkan dengan hipoglikemia dan asfiksia yang berdampak pada kesehatan ibu serta biaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh Kekurangan Energi Kronis (KEK), anemia, dan preeklampsia terhadap BBLR dengan desain kohort. Dari 728 ibu, 259 dipilih melalui sampel acak sistematis. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat. Sebagian kecil bayi mengalami BBLR (31,7%), hampir setengah ibu mengalami anemia (40,9%), dan sebagian kecil mengalami KEK (12,7%) serta preeklampsia (11,6%). Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara anemia dan preeklampsia dengan BBLR (p < 0,05), namun tidak ada hubungan antara KEK dan BBLR (p > 0,05). Hasil kajian ini menekankan pentingnya penanganan anemia, KEK, dan preeklampsia untuk mengurangi angka BBLR. Kata Kunci: Anemia, KEK, BBLR, Preeklampsia
STUDI KOMPARATIF : PENGGUNAAN KAYU MANIS DAN ASAM MEFENAMAT DALAM PENATALAKSANAAN DISMENOREA PRIMER Miraturrofi'ah, Mira
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.420

Abstract

Latar Belakang : Dismenorea berdampak pada berbagai macam aspek dikalangan wanita. Di Amerika Serikat, kerugian akibat dismenorea per tahunnya mencapai 600 juta jam kerja dan $ 2 milyar. Sementara itu, 42% wanita Mesir absen dalam kegiatan sehari-hari akibat dismenorea. Oleh karena itu, dibutuhkan pengelolaan yang dapat menurunkan angka kejadian dismenorea primer.Tujuan : Membandingkan efektifitas konsumsi larutan kayu manis dan asam mefenamat dalam menurunkan skala dismenorea primer.Metoda dan Bahan : Penelitian eksperimen design dengan rancangan two group pretest and posttest design. Pretest dilakukan untuk mengukur skala dismenorea melalui visual analogue scale (VAS), kemudian responden diberi intervensi. Grup I diberikan 500 mg larutan kayu manis (dibagi menjadi dua kali konsumsi), Grup II diberikan 500 mg asam mefenamat (2 tablet @ 250 mg). Pengelompokan didasarkan pada responden mana yang menstruasi dan memenuhi kriteria inklusi terlebih dahulu. Pengukuran post test dilakukan pada 4, 8. 16. 24, dan 48 jam setelah intervensi pertama. Penilaian efek samping dilakukan pada 24 dan 48 jam setelah intervensi pertama.Hasil : Kedua intervensi efektif menurunkan skala dismenorea (p-value Grup I = 0.005 < 0.05 & Grup II = 0.023 < 0.05), namun kelompok intervensi asam mefenamat memiliki nilai rata-rata penurunan lebih besar yaitu 1.4 dibandingkan kelompok intervensi larutan kayu manis 1.3. Responden dengan intervensi larutan kayu manis memiliki efek samping lebih sedikit dibandingkan kelompok asam mefenamat.Kesimpulan : Larutan kayu manis dapat dijadikan salah satu alternatif dalam menurunkan skala dismenorea primer dengan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan asam mefenamat.