Sembiluh, Dhini Sari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Ekonomi dalam Program Vaksinasi HPV di Low-Middle Income Countries : Kajian Sistematik Apriyanti, Hana; Sjaaf, Amal Chalik; Sembiluh, Dhini Sari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i4.49321

Abstract

Abstrak Salah satu beban penyakit terbesar bagi sistem kesehatan negara-negara di dunia adalah kanker serviks. Penting untuk melakukan evaluasi ekonomi dari program vaksinasi dikarenakan terbatasnya sumber daya. Banyak faktor tantangan di Low-Middle Income Countries (LMIC) yang mempengaruhi kinerja dan interpretasi evaluasi ekonomi Program Vaksinasi HPV. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan metode dan hasil dari studi Evaluasi Ekonomi Program Vaksinasi HPV yang diterbitkan serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan untuk menerapkannya di LMICs. Kajian sistematik dari studi yang diterbitkan dari 2010-2020 dalam 9 database online mengenai Evaluasi Ekonomi Program Vaksinasi HPV di LMIC. Sembilan penelitian tersebut menunjukan Cost-Effectiveness Analysis vaksin HPV adalah yang paling umum digunakan, dengan merekomendasikan penggunaan rasio ICER per DALY dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), vaksin HPV bivalen, dengan target populasi anak berusia 9-13 tahun, dengan harga GAVI sekitar US$ 4,50. Penting untuk memahami bahwa efektivitas biaya berkaitan erat dengan anggaran yang tersedia untuk memastikan keberlanjutan program pencegahan kanker serviks. Program Vaksinasi HPV di LMIC hemat biaya; asalkan menggunakan penganggaran yang realistis dan parameter cakupan program yang layak digunakan. Abstract There are still many challenging factors in Low Middle Income Countries (LMIC) that influence the performance and interpretation of model-based economic appraisals of vaccines, especially HPV Vaccine. This study was to summarize the methods and results from publishes Economic Evaluation of HPV Vaccination Programs studies and identify their robustness and limitations for implementation in LMICs. Systematic review from studies published 2010-2020 in 9 online databases discussing the Economic Evaluation of HPV Vaccination in LMICs were searched. From nine studies in LMICs, assessment of the cost-effectiveness of HPV vaccines was the most common, recommended the use of ICER per DALY compared with the country’s Gross Domestic Product (GDP), bivalent HPV vaccine, 9 to 13-year-olds, at a GAVI negotiated price of US$4.50. The outcome is important for policy makers to understand the cost effectiveness should have some relation to the budget available for allocation to ensure sustainability of cervical cancer preventing program. The HPV Vaccination Program in LMICs is cost-effective; provided realistic budgeting is employed and feasible program coverage parameters are used. Keywords: HPV Vaccination Program, Low-Middle Income Countries, Economic Evaluation
Analisis Peluang Pasar E-health Rumah Sakit Swasta di Indonesia pada Era Pandemi COVID-19 : Literature Review: The Analysis of Private Hospital E-health Market Opportunities in Indonesia in the COVID-19 Pandemic Era : Literature Review Nuryadi, Fitriana Mahawati; Wibowo, Adik; Sembiluh, Dhini Sari; Apriyanti, Hana; Putri, Kartika Qonita; Sulistiadi, Wahyu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.406 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2147

Abstract

Latar Belakang: Pembatasan jumlah kunjungan pasien selama pandemi COVID-19 mengakibatkan perilaku pembelian konsumen beralih dengan pesat ke media digital. Frost & Sullivan menyatakan pendapatan digital health di Indonesia diperkirakan akan meningkat dari 85 juta USD pada tahun 2017 menjadi 973 juta USD pada tahun 2022 dengan tingkat CAGR lebih dari 60%. Rumah sakit perlu beradaptasi untuk menggunakan aplikasi e-health secara tepat dan cepat sesuai dengan permintaan pasar. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui strategi beberapa rumah sakit dalam menilai peluang pasar e-health. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan studi literatur terhadap 4 rumah sakit swasta yang terdiri dari 2 rumah sakit di posisi growth and build dan 2 rumah sakit di posisi hold and maintain. Hasil: Penilaian peluang pasar e-health rumah sakit perlu dilakukan dengan cara menganalisis situasi baik faktor internal maupun eksternal rumah sakit, menentukan posisi rumah sakit berdasarkan matriks EFE, IFE, dan IE yang nantinya akan berpengaruh pada strategi yang akan diambil dalam menghadapi pasar e-health. Studi ini mendapatkan bahwa posisi rumah sakit yang berbeda-beda tetap dapat menangkap peluang pasar e-health yang disesuaikan dengan kondisi internal masing-masing. Kesimpulan: Dalam menilai peluang pasar e-health rumah sakit perlu melakukan analisis situasi baik faktor internal maupun eksternal rumah sakit.