This Author published in this journals
All Journal JURNAL VARIASI
hasbi hasbi arbi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UUD-1945 DAN GBHN SEBAGAI KENDALI YURIDIS DAN arbi, hasbi hasbi
JURNAL VARIASI Volume 4 Nomor 12, Juni 2013
Publisher : JURNAL VARIASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan suatu negara mencakup kesemua aspek kehidupan  bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik. Untuk mencapai tujuan ini perlu adanya suatu rambu-rambu yang dapat menjaga/mengarahkan pembangunan tersebut sesuai dengan hajat dan martabat manusia/masyarakat Negara tersebut. Untuk ini perlu suatu perencanaan yang didalamnya terkandung maksud dan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya.             Negara Indonesia yang baru mendeka dari penjajahan, tentu perlu membuat suatu perencanaan yang mencakup filsafat hidup dan politik masyarakat Indonesia, untuk ini sudah sewajarnya Presiden/Pemeritah membuat perencanaan yang dapat meningkatkan hajat hidup yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia, karena pemerintah dituntut untuk lebih aktif dalam mengarahkan dan membimbing masyarakat untuk mencapai tujuan  nasional yang termaktup dalam Pembukaan UUD 1945. Maka sudah sewajarnya Pemeritah mengambil Undang-Undang Dasar 1945 dan GBHN sebagai kendali Yuridis dan Politis dalam membuat perencanaan baik perencanaan ekonomi maupun perencanaan admistrasi pemerintahan dan pembangunan yang bertujuan utntuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.                     Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) adalah haluan negara tentang arah dan tujuan permbangunan nasional, dalam Garis-garis Besar haluan Negara mengandung isi sebagai pernyataan kehendak rakyat yang ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat setiap lima tahun sekali.            Undang-Undang Dasar 1945 adalah suatu konstitusi yang merupakan hukum dasar dan sumber hukum sebagai kendali  yuridis setiap hukum, undang-undang, peraturan-peraturan yang lebih rendah  tingkatnya, sedangkan GBHN merupakan garis kendali politis bagi pengelola Negara dalam membuat perencanaan, kebijakan dan pelaksanaan pembangunan Indonesia.
PENGARUH AGREGAT TERHADAP MUTU BETON arbi, hasbi hasbi
JURNAL VARIASI Vol. 3 No. 10 Oktober 2012
Publisher : JURNAL VARIASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstrusi bangunan sipil yang dibuat dari campuran semen, pasir, kerikil/ batu pecah dan air. Campuran ini dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai komposisi yang baik, waktu masih lembek campuran tersebut disebut dengan mortal, yang kemudian secara perlahan mengeras menjadi beton yang sangat keras. Kekuatan beton ditentukan oleh komposisi material pembentuk beton tersebut, terutama perbandingan air dengan semen yang disebut dengan faktor air semen dan komposisi agregat yaitu agregat halus dan agregat kasar. Agregat halus (pasir) berdiameter < 5 mm dan agregat kasar (kerikil/batu pecah) > 5mm sampai dengan  63 mm. Penggunaan air pada campuran beton tergantung ukuran agregat yang digunakan, makin besar agregat , makin kecil volume air yang digunakan atau factor air semen menjadi lebih rendah dan kekuatan tekan beton menjadi lebih besar. Dari hasil penelitian dan pekejaan dilapangan, kekuatan beton ditentukan oleh faktor air semen, ukuran agregat, mutu, dan komposisi/gradasi agregat yang baik, sehingga beton lebih padat/tidak porius, dimana di celah-celah agregat besar diisi oleh agregat yang lebih kecil sampai pasir yang halus, serta kekasaran permukaan agregat juga menambah kekuatan beton karena daya rekat pasta semen dengan permukaan agregat lebih kuat Kata Kunci: Agregat, Mutu Beton.