Zamimah, Iffaty
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GANGGUAN NARCISSISTIC PERSONALITY DISORDER (NPD) DAN SOLUSINYA DALAM AL-QUR’AN Ruzni, Sahula; Zamimah, Iffaty
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i2.300

Abstract

AbstractNarcissistic Personality Disorder (NPD) is a personality disorder marked by feelings of superiority, a strong desire for admiration, and a lack of empathy. This condition has become an interesting topic in psychology and social studies, especially regarding how narcissistic behavior affects individuals and society. This study aims to analyze the concept of NPD from an Islamic perspective, using Tafsir Al-Munir by Wahbah az-Zuhaili as the main reference. The research employs a qualitative approach with a thematic interpretation (tafsir maudhu'i) to explore Qur'anic verses relevant to narcissistic traits. The study concludes that Wahbah az-Zuhaili’s approach to treating Narcissistic Personality Disorder emphasizes drawing closer to Allah, improving one’s mindset, creating a positive environment, and adopting healthier, positive behavior. Narcissistic traits are similar to arrogance and pride, which are discouraged in Islam. The Qur’an offers psychological and spiritual solutions to counter these behaviors through principles of humility and empathy toward others. AbstrakNarcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan kepribadian yang ditandai oleh rasa superioritas, keinginan kuat akan pujian, dan kurangnya empati. Penyakit ini telah menjadi topik menarik dalam kajian psikologi dan sosial, terutama terkait dengan dampak perilaku narsistik pada kehidupan individu dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep NPD dalam perspektif Al-Qur’an dengan menggunakan kitab Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili sebagai rujukan utama. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik tafsir maudhu’i untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan dengan karakteristik narsistik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa psikoterapi Narcissictic Personality Disorder yang ditawarkan oleh Wahbah Az-Zuhaili sebagai solusi yaitu mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki pola pikir, mengubah lingkungan ke arah yang lebih positif, serta perilaku menjadi lebih sehat dan baik. Sifat narsistik serupa dengan perilaku sombong, angkuh, dan membanggakan diri yang dilarang dalam agama Islam. Al-Qur’an menawarkan solusi psikologis dan spiritual untuk mengatasi perilaku ini melalui prinsip-prinsip rendah hati dan empati terhadap sesama. 
Participation of Fatayat Nahdlatul Ulama South Tangerang in Handling the Impact of the Covid-19 Pandemic Zamimah, Iffaty
Mimbar Agama dan Budaya Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/mimbar.v39i1.31242

Abstract

Penelitian ini membahas tentang partisipasi Fatayat Nahdlatul Ulama yang berbasis perempuan di Tangerang Selatan dalam menangani dampak pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19), karena masyarakat membutuhkan kolaborasi pemangku kepentingan khususnya kepemimpinan nasional dan daerah yang seyogyanya bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan dalam menghadapi perang dengan wabah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab serta strategi yang dilakukan Fatayata NU untuk ikut berpartisipasi dalam menangani dampak pendemi Covid-19. Penelitian ini fokus membedah aktivisme dan partisipasi aktif organisasi perempuan Fatayat NU Tangerang Selatan dari berbagai bidang yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dalam menangani dampak pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara, yaitu peneliti terlibat langsung dalam beberapa kegiatan yang dilakukan Fatayat NU. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara bersama Ketua Pimpinan Cabang, panitia pelaksana kegiatan, kader Fatayat NU dan masyarakat NU serta data media sosial Fatayat NU Tangerang Selatan. Data sekunder bersumber dari studi literatur yaitu jurnal ilmiah, buku, dan berita online yang berhubungan dengan tema penelitian ini. Metode analisis deskriptif dan analisis konten digunakan untuk membedah, mengamati secara saksama, dan menelaah aktivitas sosial Fatayat NU Tangerang Selatan yang merupakan salah satu organisasi perempuan yang berpengaruh di wilayah Tangerang Selatan dalam menangani dampak pandemi covid-19. Penelitian ini membuktikan bahwa aktivisme Fatayat NU Tangerang Selatan di masa pandemi covid-19 sangat masif pada empat bidang, yaitu; (1) edukasi kesehatan, (2) bakti sosial, (3) keagamaan, dan (4) kebangkitan ekonomi. Hal ini berperan penting dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat membantu memutus mata rantai penyebaran dan membantu masyarakat untuk tetap bertahan dalam situasi pandemi.    
The Qur'an and Self-Actualization: Thematic Verses on the Pillars of Islam from Abraham Maslow's Perspective: Al-Qur’an dan Aktualisasi Diri: Ayat-ayat Tematik tentang Rukun Islam Perspektif Abraham Maslow Nurrahim, Hifsa; Zamimah, Iffaty
Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies Vol. 2 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/twl.v2i2.3086

Abstract

This article discusses self-actualization with the progress of civilization and the rapid growth of technology giving rise to many offers of ways of life so as to create a confusing situation and individuals fail to make meaning of their lives. Maslow with the theory of the hierarchy of human needs through self-actualization can understand and accept themselves so that they act better in the future. The pillars of Islam as a coaching system of ideal character building and training to achieve self-actualization. Based on this statement, this paper tries to examine self-actualization through the interpretation of the verses of the Pillars of Islam with the hierarchy of needs theory. This research uses qualitative studies with literature studies. The method of data collection is the documentation method, primary data sources from the literature of the book of tafsir and psychology books, secondary data sourced from journals and scientific papers analyzed by descriptive-analysis. The approach used is the psychological approach of Abraham Maslow's hierarchy of needs theory. The results of this study are self-actualization through the pillars of Islam in the Qur'an can form a better Muslim personality in terms of physical and mental, the significance of the verse and the link to Abraham Maslow's hierarchy of needs theory is QS. al-Anbiyā [21]: 25 about monotheism to Allah Swt. can be linked to the theory of the initial stage (physiological) and the final stage (self-actualization), QS. al-Ankabūt [29]: 45 about prayer preventing evil deeds and dislikes covers the needs of the second level (security), third (love and affection) and self-actualization, QS. al-Baqarah [2]: 183 about fasting as a path to taqwa in various fields of life covers the first stage of the third, fourth (self-esteem) and self-actualization, QS. al-Taubah [9]: 103 about zakat which purifies covering the second, third and self-actualization stages, QS. al-Baqarah [2]: 197 about Hajj the highest need (self-actualization) to achieve the degree of taqwa.
Participation of Fatayat Nahdlatul Ulama South Tangerang in Handling the Impact of the Covid-19 Pandemic Zamimah, Iffaty
Mimbar Agama Budaya Vol. 39 No. 1 (2022)
Publisher : Center for Research and Publication (PUSLITPEN), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/mimbar.v39i1.31242

Abstract

Penelitian ini membahas tentang partisipasi Fatayat Nahdlatul Ulama yang berbasis perempuan di Tangerang Selatan dalam menangani dampak pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19), karena masyarakat membutuhkan kolaborasi pemangku kepentingan khususnya kepemimpinan nasional dan daerah yang seyogyanya bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan dalam menghadapi perang dengan wabah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab serta strategi yang dilakukan Fatayata NU untuk ikut berpartisipasi dalam menangani dampak pendemi Covid-19. Penelitian ini fokus membedah aktivisme dan partisipasi aktif organisasi perempuan Fatayat NU Tangerang Selatan dari berbagai bidang yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dalam menangani dampak pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara, yaitu peneliti terlibat langsung dalam beberapa kegiatan yang dilakukan Fatayat NU. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara bersama Ketua Pimpinan Cabang, panitia pelaksana kegiatan, kader Fatayat NU dan masyarakat NU serta data media sosial Fatayat NU Tangerang Selatan. Data sekunder bersumber dari studi literatur yaitu jurnal ilmiah, buku, dan berita online yang berhubungan dengan tema penelitian ini. Metode analisis deskriptif dan analisis konten digunakan untuk membedah, mengamati secara saksama, dan menelaah aktivitas sosial Fatayat NU Tangerang Selatan yang merupakan salah satu organisasi perempuan yang berpengaruh di wilayah Tangerang Selatan dalam menangani dampak pandemi covid-19. Penelitian ini membuktikan bahwa aktivisme Fatayat NU Tangerang Selatan di masa pandemi covid-19 sangat masif pada empat bidang, yaitu; (1) edukasi kesehatan, (2) bakti sosial, (3) keagamaan, dan (4) kebangkitan ekonomi. Hal ini berperan penting dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat membantu memutus mata rantai penyebaran dan membantu masyarakat untuk tetap bertahan dalam situasi pandemi.    
Theological Hermeneutic Dialectics in Interpreting Verses on the Attributes of God: A Comparative Study of Four Interpretive Schools Zamimah, Iffaty; Seffana, Hilyah
Jurnal Ushuluddin Vol 33, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v33i2.38248

Abstract

The divergence in the interpretation of Qur’anic verses concerning the divine attributes hasled to theological fragmentation, whichhas evolved into socio-cultural polarization, potentially undermining the harmony of contemporary Muslim communities. This study examines the hermeneutical dialectics of four theological schools in interpreting the verses on God’s attributes, focusing on their epistemological and practical implications within the Indonesian context. Employing a qualitative approach based on library research and al-Farmawi’s comparative analytical framework, this research analyzes three representative verses—Q.S. Tāhā[20]:5,Q.S. al-Fatḥ[48]:10,and Q.S. al-Raḥmān[55]:27—throughfour key exegeses: al-Mīzān (Shi‘a), al-Kashshāf (Mu‘tazilah), Mafātīḥ al-Ghayb (Ash‘ariyyah), and Taysīr al-Karīm (Salafi). The findings reveal distinct interpretive tendencies: the Shi‘a emphasize consistent philosophicalta’wīl;the Mu‘tazilah prioritizerational and philological reasoning;the Ash‘ariyyah construct a complex dialecticalhermeneutic;while the Salafi adopt a literalist approach with fluctuating methodological consistency. These divergences extend beyond theoretical discourse, manifesting in Indonesia’s socio-cultural contestations across digital spheres, religious institutions, and communal practices. This study argues that the diversity of interpretations regarding the divine attributes should not be perceived as a theological threat but rather as an epistemological richness that calls for a more inclusive and nuanced Qur’anic hermeneutic to preserve Muslim cohesion amid theological plurality. The novelty of this research lies in integrating theological and hermeneutical analysis within a comparative study of four major exegetical traditions and situating their interpretive dynamics within the contemporary socio-religious context of Indonesian Islam. This study contributes to advancing Qur’anic hermeneutics through a systematic analysis of methodological consistency across diverse theologicalschools.