Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 5 Malang Titik Wulandari
NOSI Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.488 KB)

Abstract

Abstrak: Keterampilan berliterasi merupakan salah satu keterampilan dasar di abad 21. Kemampuan berliterasi sangat diperlukan oleh pemangku kepentingan di dunia pendidikan, utamanya peserta didik. Kemampuan berliterasi berhubungan dengan kemampuan pemahaman informasi secara efektif, kritis, dan analisis. Fakta tentang kondisi literasi sekolah di Indonesia adalah bangsa Indonesia dianggap tidak memiliki budaya membaca. Fakta pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkannya dengan baik. Tuntutan keterampilan abad 21 yang harus dikuasai dan pembelajaran di sekolah yang belum mampu menumbuhkan keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan menjadi dasar utama literasi harus dikembangkan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan (Guru Bahasa Indonesia, Petugas Perpus, Perangkat Pembelajaran dalam GLS, dan Media Pembelajaran), pelaksanaan  yang meliputi tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Data dalam penelitian ini berupa informasi yang diperoleh dari dokumen tertulis yang terkait langsung dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan GLS. Sumber data dalam penelitian ini ialah warga SMA Negeri 5 Malang, yaitu mulai dari guru bahasa Indonesia, kepala perpustakaan,  dan karyawan sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket.  Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang mana peneliti bertugas menetapkan fokus penelitian, memilih data dan sumber data, menilai kualitas data yang telah dikumpulkan, menganalisis data, memaparkan dan menafsirkan data, dan membuat laporan penelitian. Data penelitian ini adalah informasi tentang gerakan literasi sekolah yang diterapkan di lingkungan SMA Negeri 5 Malang.Hasil penelitian ini ditunjukkan (1) Perencanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan SMA Negeri 5 Malang. Perencanaan gerakan literasi sekolah oleh guru Bahasa Indonesia dapat dilihat dari perangkat pembelajaran yang digunakan, yaitu RPP, silabus, media, dan bahan pembelajaran. Perencanaan oleh petugas perpustakaan dapat dilihat dari program kerja perpustakaan dalam melaksanakan program gerakan literasi diintegrasikan dengan muatan literasi di SMA Negeri 5 Malang. Selain itu, sekolah telah membentuk Tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  menjadi bukti bahwa sekolah mempunyai perencanaan yang matang dalam mewujudkan gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) telah memenuhi tahapan-tahapan literasi di sekolah, antara lain tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Kegiatan evaluasi literasi sekolah yang diadakan SMA Negeri 5 Malang masih difokuskan pada pencatatan hasil kegiatan literasi sekolah dalam jurnal yang dilakukan oleh guru dan petugas perpustakaan. Setelah itu, jurnal-jurnal yang merupakan catatan hasil kegiatan literasi tersebut dianalisis dan dinilai oleh guru wali kelas.Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan, maka disarankan kepada pihak-pihak yang terkait sebagai berikut. (1) Guru Bahasa Indonesia disarankan memahami kurikulum yang berlaku terlebih dahulu, dan mengordinasikan dengan guru bahasa Indonesia yang lain, sehingga penyusunan RPP yang  sesuai dengan perkembangan peserta didik dan perkembangan kurikulum; (2) Kepala perpustakaan sebaiknya tidak hanya koordinasi dengan guru mata pelajaran  bahasa Indonesia saja, tetapi juga guru pelajaran yang lain, sehingga dapat mewujudkan gerakan literasi yang berwawasan literasi luas dan menyenangkan; dan  (3) Kepala sekolah perlu berkoordinasi dengan guru dalam menyusun penilaian tindak lanjut, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan hanya oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan saja. Kata kunci: Pelaksanaan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pembelajaran Bahasa Indonesia, Perpustakaan.
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 5 Malang Titik Wulandari
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keterampilan berliterasi merupakan salah satu keterampilan dasar di abad 21. Kemampuan berliterasi sangat diperlukan oleh pemangku kepentingan di dunia pendidikan, utamanya peserta didik. Kemampuan berliterasi berhubungan dengan kemampuan pemahaman informasi secara efektif, kritis, dan analisis. Fakta tentang kondisi literasi sekolah di Indonesia adalah bangsa Indonesia dianggap tidak memiliki budaya membaca. Fakta pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkannya dengan baik. Tuntutan keterampilan abad 21 yang harus dikuasai dan pembelajaran di sekolah yang belum mampu menumbuhkan keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan menjadi dasar utama literasi harus dikembangkan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan (Guru Bahasa Indonesia, Petugas Perpus, Perangkat Pembelajaran dalam GLS, dan Media Pembelajaran), pelaksanaan  yang meliputi tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Data dalam penelitian ini berupa informasi yang diperoleh dari dokumen tertulis yang terkait langsung dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan GLS. Sumber data dalam penelitian ini ialah warga SMA Negeri 5 Malang, yaitu mulai dari guru bahasa Indonesia, kepala perpustakaan,  dan karyawan sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket.  Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang mana peneliti bertugas menetapkan fokus penelitian, memilih data dan sumber data, menilai kualitas data yang telah dikumpulkan, menganalisis data, memaparkan dan menafsirkan data, dan membuat laporan penelitian. Data penelitian ini adalah informasi tentang gerakan literasi sekolah yang diterapkan di lingkungan SMA Negeri 5 Malang.Hasil penelitian ini ditunjukkan (1) Perencanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan SMA Negeri 5 Malang. Perencanaan gerakan literasi sekolah oleh guru Bahasa Indonesia dapat dilihat dari perangkat pembelajaran yang digunakan, yaitu RPP, silabus, media, dan bahan pembelajaran. Perencanaan oleh petugas perpustakaan dapat dilihat dari program kerja perpustakaan dalam melaksanakan program gerakan literasi diintegrasikan dengan muatan literasi di SMA Negeri 5 Malang. Selain itu, sekolah telah membentuk Tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  menjadi bukti bahwa sekolah mempunyai perencanaan yang matang dalam mewujudkan gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) telah memenuhi tahapan-tahapan literasi di sekolah, antara lain tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Kegiatan evaluasi literasi sekolah yang diadakan SMA Negeri 5 Malang masih difokuskan pada pencatatan hasil kegiatan literasi sekolah dalam jurnal yang dilakukan oleh guru dan petugas perpustakaan. Setelah itu, jurnal-jurnal yang merupakan catatan hasil kegiatan literasi tersebut dianalisis dan dinilai oleh guru wali kelas.Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan, maka disarankan kepada pihak-pihak yang terkait sebagai berikut. (1) Guru Bahasa Indonesia disarankan memahami kurikulum yang berlaku terlebih dahulu, dan mengordinasikan dengan guru bahasa Indonesia yang lain, sehingga penyusunan RPP yang  sesuai dengan perkembangan peserta didik dan perkembangan kurikulum; (2) Kepala perpustakaan sebaiknya tidak hanya koordinasi dengan guru mata pelajaran  bahasa Indonesia saja, tetapi juga guru pelajaran yang lain, sehingga dapat mewujudkan gerakan literasi yang berwawasan literasi luas dan menyenangkan; dan  (3) Kepala sekolah perlu berkoordinasi dengan guru dalam menyusun penilaian tindak lanjut, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan hanya oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan saja. Kata kunci: Pelaksanaan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pembelajaran Bahasa Indonesia, Perpustakaan.
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 5 Malang Titik Wulandari
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keterampilan berliterasi merupakan salah satu keterampilan dasar di abad 21. Kemampuan berliterasi sangat diperlukan oleh pemangku kepentingan di dunia pendidikan, utamanya peserta didik. Kemampuan berliterasi berhubungan dengan kemampuan pemahaman informasi secara efektif, kritis, dan analisis. Fakta tentang kondisi literasi sekolah di Indonesia adalah bangsa Indonesia dianggap tidak memiliki budaya membaca. Fakta pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkannya dengan baik. Tuntutan keterampilan abad 21 yang harus dikuasai dan pembelajaran di sekolah yang belum mampu menumbuhkan keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan menjadi dasar utama literasi harus dikembangkan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan (Guru Bahasa Indonesia, Petugas Perpus, Perangkat Pembelajaran dalam GLS, dan Media Pembelajaran), pelaksanaan  yang meliputi tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Data dalam penelitian ini berupa informasi yang diperoleh dari dokumen tertulis yang terkait langsung dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan GLS. Sumber data dalam penelitian ini ialah warga SMA Negeri 5 Malang, yaitu mulai dari guru bahasa Indonesia, kepala perpustakaan,  dan karyawan sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket.  Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang mana peneliti bertugas menetapkan fokus penelitian, memilih data dan sumber data, menilai kualitas data yang telah dikumpulkan, menganalisis data, memaparkan dan menafsirkan data, dan membuat laporan penelitian. Data penelitian ini adalah informasi tentang gerakan literasi sekolah yang diterapkan di lingkungan SMA Negeri 5 Malang.Hasil penelitian ini ditunjukkan (1) Perencanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan SMA Negeri 5 Malang. Perencanaan gerakan literasi sekolah oleh guru Bahasa Indonesia dapat dilihat dari perangkat pembelajaran yang digunakan, yaitu RPP, silabus, media, dan bahan pembelajaran. Perencanaan oleh petugas perpustakaan dapat dilihat dari program kerja perpustakaan dalam melaksanakan program gerakan literasi diintegrasikan dengan muatan literasi di SMA Negeri 5 Malang. Selain itu, sekolah telah membentuk Tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  menjadi bukti bahwa sekolah mempunyai perencanaan yang matang dalam mewujudkan gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) telah memenuhi tahapan-tahapan literasi di sekolah, antara lain tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Kegiatan evaluasi literasi sekolah yang diadakan SMA Negeri 5 Malang masih difokuskan pada pencatatan hasil kegiatan literasi sekolah dalam jurnal yang dilakukan oleh guru dan petugas perpustakaan. Setelah itu, jurnal-jurnal yang merupakan catatan hasil kegiatan literasi tersebut dianalisis dan dinilai oleh guru wali kelas.Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan, maka disarankan kepada pihak-pihak yang terkait sebagai berikut. (1) Guru Bahasa Indonesia disarankan memahami kurikulum yang berlaku terlebih dahulu, dan mengordinasikan dengan guru bahasa Indonesia yang lain, sehingga penyusunan RPP yang  sesuai dengan perkembangan peserta didik dan perkembangan kurikulum; (2) Kepala perpustakaan sebaiknya tidak hanya koordinasi dengan guru mata pelajaran  bahasa Indonesia saja, tetapi juga guru pelajaran yang lain, sehingga dapat mewujudkan gerakan literasi yang berwawasan literasi luas dan menyenangkan; dan  (3) Kepala sekolah perlu berkoordinasi dengan guru dalam menyusun penilaian tindak lanjut, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan hanya oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan saja. Kata kunci: Pelaksanaan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pembelajaran Bahasa Indonesia, Perpustakaan.
PENGEMBANGAN LKPD IPA TEMA “PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR” BERBASIS PEDAGOGY FOR SUSTAINABILITY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP THE DEVELOPMENT OF SCIENCE STUDENT WORKSHEETS (LKPD) WITH THE THEME “MAKING LIQUID ORGANIC FERTILIZER” BASED PEDAGOGY FOR SUSTAINABILITY TO INCREASE CRITICAL THINKING SKILLS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Titik Wulandari; Eko Widodo; Susilowati Susilowati
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (June, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan LKPD IPA berbasis pedagogy for sustainability untuk meningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP. Prosedur pengembangan penelitian ini yaitu model 4-D yang terdiri dari 4 langkah penelitian dan pengembangan, yaitu define, design, develop, disseminate. Namun, pada penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap develop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD IPA tema “Pembuatan Pupuk Organik Cair” berbasis pedagogy for sustainability layak untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Hal ini ditunjukkan pada perolehan gain score dengan kategori sedang.Kata kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, LKPD, Pedagogy for SustainabilityThis research aims to determine the prevalence of Science LKPD based pedagogy for sustainability to improve the critical thinking skills of students of JHS. The development procedure of this research is 4-D model consisting of 4 research and development step, that is define, design, develop, disseminate. However, this research is only carried out until the stage of develop. The results showed that Science LKPD with the theme "Making Liquid Organic Fertilizer" based pedagogy for sustainability is feasible to improve students' critical thinking skills. This is shown in the acquisition of gain score at moderate improvement category.Keywords: Critical Thinking Skills, LKPD, Pedagogy for Sustainability