Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : International Journal of Demos

Bagaimana Polisi Menangani Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT): Studi Kasus Polrestabes Semarang Anggraeni, Anggia Putri; Ardianto, Hendra Try
ijd-demos Volume 2 Issue 3 December 2020
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v2i3.68

Abstract

This article aims to understand how the police handle cases of Domestic Violence (KDRT), in particular by seeing to what extent the handling is sensitive to victims. Using the case study method, the authors conducted a qualitative analysis with research work that relied on data from the police, victims, and non-governmental organizations that provide legal assistance to victims of domestic violence. The findings in this study indicate that the handling of domestic violence cases using a restorative justice approach is much more effective than a retributive approach. The conclusion of this article shows that normatively there is a good understanding from the police to handle domestic violence issues so that they are more sensitive to victims. However, the limited number of officers, especially female officers, often appears as an obstacle to providing better victim-sensitive services. Artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana pihak kepolisian menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), khususnya dengan melihat seberapa jauh penanganan tersebut memiliki sensitifitas terhadap korban. Dengan menggunakan metode studi kasus, penulis melakukan analisis kualitatif dengan kerja penelitian yang mengandalkan data dari pihak polisi, korban, dan lembaga non-pemerintah yang memberi bantuan hukum korban KDRT. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan kasus KDRT dengan pendekatan keadilan restoratif jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan retributif. Kesimpulan dari artikel ini memperlihatkan bahwa secara normatif sudah adanya pemahaman yang baik dari pihak polisi untuk menangani persoalan KDRT agar lebih sensitif terhadap korban. Walaupun demikian, keterbatasan jumlah petugas, khususnya dari petugas perempuan, seringkali muncul sebagai hambatan untuk memberikan layanan yang sensitif korban menjadi lebih baik. 
Perilaku Memilih Komunitas Nahdlatul Ulama di Kota Semarang Adnan, Muhammad; Ardianto, Hendra Try
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 2 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i2.479

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku memilih komunitas Nahdlatul Ulama yang ada di Kota Semarang. Dalam mengerjakan penelitian, penulis melakukan survey terhadap populasi warga Nahdliyin di Kota Semarang, dengan jumlah sample sebesar 433 orang (margin of error 3,88%), dengan metode pengambilan data multistate random sampling. Penelitian ini memfokuskan pemetaan terhadap penggunaan dan sumber akses informasi, pihak yang mempengaruhi, determinan yang membentuk perilaku, dan isu-isu yang dianggap relevan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku memilih warga Nahdliyin adalah TV dan whatsapp sebagai media paling popular, keluarga dan tokoh lingkungan (ketua RT/RW/dusun) adalah pihak paling berpengaruh, determinasi kesalehan dan visi-misi adalah ukuran signifikan dalam memilih dibanding dengan pemberian uang (vote-buying), dan kemiskinan, lapangan kerja, serta stabilitas sembako sebagai isu paling signifikan.Kata kunci: perilaku memilih; komunitas Nahdlatul Ulama; Nahdliyin; pemilu AbstractThis article aims to describe the voting behavior of the Nahdlatul Ulama community in Semarang City. In carrying out the research, the author conducted a survey of the population of Nahdliyin residents in Semarang City, with a sample size of 433 people (margin of error 3.88%), using the multistate random sampling data collection method. This research focuses on mapping the use and sources of access to information, influencing parties, determinants that shape behavior, and issues that are considered relevant. The conclusion of this research shows that the voting behavior of Nahdliyin residents is: TV and WhatsApp as the most popular media, family and environmental figures (RT/RW/hamlet heads) are the most influential parties, determination of piety and vision and mission are significant measures in choosing compared to distibuting money (vote-buying), and poverty, employment, and basic food stability as the most significant issues.Keywords:  voting behavior; Nahdlatul Ulama community; Nahdliyin; elections.