Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh guru di SLB Laniang Makassar dalam menjalin interaksi dengan siswa berkebutuhan khusus. Strategi komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan anak berkebutuhan khusus yakni dalam kemandirian belajar yang diterapkan oleh guru saat proses belajar mengajar di sekolah. Pada lingkungan masyarakat, penyandang disabilitas masih sering dikesampingkan dan kurang dipedulikan. Persepsi keliru yang menganggap mereka sebagai beban dan tidak mampu mandiri masih sering dijumpai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru dan observasi di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SLB Laniang Makassar menggunakan berbagai strategi komunikasi dalam menjalin interaksi dengan siswa berkebutuhan khusus. Strategi tersebut meliputi: (1) Menetapkan komunikator: Guru harus memiliki kredibilitas, daya tarik, dan kekuatan untuk menjadi komunikator yang efektif. (2) Menetapkan target sasaran dan analisis kebutuhan khalayak: Guru harus memahami karakteristik siswa, baik dari aspek sosiodemografik, profil psikologis, maupun karakteristik. (3) Menyusun pesan: Pesan yang disampaikan kepada siswa harus informatif, edukatif, dan persuasif. (4) Memilih media dan saluran komunikasi: Guru harus memilih media dan saluran komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa.