Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan EMIS (Education Management Information System) Terhadap Kinerja Pengelolaan EMIS Pesantren Dalam Mewujudkan Efektivitas Pencapaian Program Indonesia Pintar Pesantren (Studi Pada Pesantren – Pesantren Dibawah Binaan Kantor) Aceng, Aceng
Jurnal Publik Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.611 KB) | DOI: 10.52434/jp.v14i2.31

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pelaksanaan kebijakan EMIS terhadap kinerja pengelolaan EMIS pesantren dalam mewujudkan efektivitas pencapaian program indonesia pintar pesantren pada pesantren-pesantren di bawah binaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif analisis, alat ukur penelitian yang digunakan menggunakan skala perbedaan semantik dengan tingkat pengukuran ordinal dengan 5 tingkatan kategori jawabannya, pengujian validitas dan reliabilitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan korelasi Product Moment dari Pearson, dengan rancangan sebanyak 99 responden dengan menggunakan tehnik sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis data statistik dengan rumus analisis jalur serta data yang berskala ordinal terlebih dahulu ditranspormasikan menjadi data berskala interval melalui metode susesif interval. Berdasarkan hasil analisis bahwa pelaksanaan kebijakan EMIS menunjukan pada kriteria baik, kinerja pengelolaan EMIS pesantren dikategorikan baik dan efektivitas pencapaian program indonesia pintar pesantren pada pesantren-pesantren di bawah binaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut menunjukan pada kriteria baik. Hasil dari pengujian hipotesis penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan EMIS secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pengelolaan EMIS pesantren dan efektivitas pencapaian program indonesia pintar pesantren pada pesantren-pesantren di bawah binaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut.
Pelestarian Kebudayaan Berbasis Kearifan Lokal di Era Globalisasi : Studi Kasus Kampung Adat Cirendeu Juliansyah, Barkah; Nurhelmi, Anggita; Alfadhila, Sultan Aulia; Dikarsa, Asep Anggi; Aceng, Aceng; Supriadi, Supriadi
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the fast-paced era of globalization, preserving local cultural resilience poses a unique challenge. Kampung Adat Cireundeu in West Java is an example of a community that has successfully maintained its local wisdom amidst the currents of modernization. This research examines the strategies for cultural resilience in Kampung Adat Cireundeu and the role of the government in supporting its sustainability. The study found that cultural preservation in Kampung Adat Cireundeu begins within the family environment, building self-awareness among young generations through traditional approaches such as "lengkah munggaran," house spatial arrangements, and strengthening family communication. Traditional-based education in the "bale atikan" serves as a medium for delving into local traditions. Support from the central government is manifested through legal protection, such as the recognition of cassava rice ("rasi") and the "Tutup Tahun Saka Sunda" traditional ceremony as Intangible Cultural Heritage (ICH) and the protection of Intellectual Property Rights (IPR). However, at the local government level, support remains suboptimal in terms of infrastructure development. This research emphasizes the importance of synergy between indigenous communities, the central government, and local governments in maintaining cultural resilience. Efforts that can be undertaken include the development of cultural infrastructure, capacity building for indigenous communities, and the integration of culture into local education. With a holistic approach, Kampung Adat Cireundeu can serve as a real-world example of success in preserving local wisdom in the midst of modernization.
Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan EMIS (Education Management Information System) Terhadap Kinerja Pengelolaan EMIS Pesantren Dalam Mewujudkan Efektivitas Pencapaian Program Indonesia Pintar Pesantren (Studi Pada Pesantren – Pesantren Dibawah Binaan Kantor) Aceng, Aceng
Jurnal Publik Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v14i2.31

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pelaksanaan kebijakan EMIS terhadap kinerja pengelolaan EMIS pesantren dalam mewujudkan efektivitas pencapaian program indonesia pintar pesantren pada pesantren-pesantren di bawah binaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif analisis, alat ukur penelitian yang digunakan menggunakan skala perbedaan semantik dengan tingkat pengukuran ordinal dengan 5 tingkatan kategori jawabannya, pengujian validitas dan reliabilitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan korelasi Product Moment dari Pearson, dengan rancangan sebanyak 99 responden dengan menggunakan tehnik sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis data statistik dengan rumus analisis jalur serta data yang berskala ordinal terlebih dahulu ditranspormasikan menjadi data berskala interval melalui metode susesif interval. Berdasarkan hasil analisis bahwa pelaksanaan kebijakan EMIS menunjukan pada kriteria baik, kinerja pengelolaan EMIS pesantren dikategorikan baik dan efektivitas pencapaian program indonesia pintar pesantren pada pesantren-pesantren di bawah binaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut menunjukan pada kriteria baik. Hasil dari pengujian hipotesis penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan EMIS secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pengelolaan EMIS pesantren dan efektivitas pencapaian program indonesia pintar pesantren pada pesantren-pesantren di bawah binaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut.
Analisis Manajemen Pembinaan Ukm Bola Voli di Perguruan Tinggi Swasta Kalimantan Barat Aceng, Aceng; Hendri, Pebrianus
Journal of Sport Science And Physical Education (JOSEPHA) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP Pamane Talino

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/josepha.v6i2.464

Abstract

Manajemen pembinaan olahraga memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas dan prestasi atlet mahasiswa di perguruan tinggi. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Voli di salah satu perguruan tinggi swasta berfungsi sebagai wadah strategis untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam olahraga bola voli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen program pembinaan bola voli berdasarkan empat aspek utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner yang melibatkan pengurus UKM, pelatih, dan anggota tim. Data dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan guna memberikan gambaran yang jelas mengenai sistem pembinaan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek perencanaan, UKM memiliki visi dan misi yang jelas, meskipun masih menghadapi kendala dalam penyusunan program latihan jangka panjang dan ketersediaan fasilitas. Dalam aspek pengorganisasian, struktur manajemen telah terbentuk dengan baik, namun koordinasi antara pengurus dan pelatih masih terbatas. Pelaksanaan latihan berjalan secara rutin, tetapi intensitas dan partisipasi anggota masih kurang. Partisipasi dalam kompetisi juga tergolong minim akibat keterbatasan dana dan kurangnya dukungan eksternal. Dalam aspek evaluasi, penilaian rutin telah dilakukan, namun tindak lanjut dari hasil evaluasi belum berjalan secara optimal. Kesimpulannya, UKM Bola Voli menunjukkan manajemen pembinaan yang cukup baik, namun masih perlu dilakukan perbaikan. Hal ini mencakup penguatan koordinasi, optimalisasi sumber daya, peningkatan dukungan finansial, dan perluasan kesempatan mengikuti kompetisi guna meningkatkan performa atlet