Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KONDISI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KONSTRUKSI MENUJU PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 50 TAHUN 2012 (Studi Kasus : Proyek Alila Suite SCBD oleh PT. Hutama Karya (Persero)) Suryosagoro, Sabuaji Brastowo; Laksito, Budi; Sugiyarto, Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.311 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37506

Abstract

Dunia konstruksi erat dengan pekerjaan yang melibatkan banyak pekerja dengan pekerjaan beresiko tinggi. Sesuai dengan PP Nomor 50 Tahun 2012 perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang dan mengandung potensi bahaya wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Studi kasus pada salah satu proyek PT. Hutama Karya adalah sebagai sampel dimana perusahaan konstruksi menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), namun berdasarkan PERMENAKER 05/MEN/1996 yang merupakan peraturan lama dari PP Nomor 50 Tahun 2012. Mengingat sudah usainya masa transisi dari peraturan lama menuju peraturan baru.Selain itu, pembaruan sertifikasi internasional juga mengharuskan perusahaan menerapkan peraturan baru, sehingga perlu diketahui penerapan dari PP Nomor 50 tahun 2012 ini. Penelitian ini menggunakan metode evaluative komparatif dimana hasil nilai dari pengumpulan dan analisis data akan dibandingkan dengan evaluasi sebelumnya. Analisis menggunakan Checklist, dimana pengisiannya terlebih dahulu dilakukan observasi di lapangan dan wawancara dengan berbagai pihak yang terlibat.Hasil analisis dan pembahasan diperoleh bahwa nilai tingkat penerapan dari PP Nomor 50 Tahun 2012 sebesar 96,39% dan digolongkan tingkat penerapan yang Memuaskan. Terdapat 160 kriteria yang sesuai dari total 166 kriteria yang dievaluasi. Dengan demikian, lokasi dinyatakan siap untuk menerapkan PP Nomor 50 Tahun 2012 karena telah melebihi batas pencapaian Memuaskan yaitu 85%.
Pengaruh Pengalaman dan Pemilihan Bandara terhadap Airport Leakage di Bandar BIJB Kertajati Suryosagoro, Sabuaji Brastowo; Kaltum, Umi; Chaerudin, Iman
WARTA ARDHIA Vol. 48 No. 1 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i1.457.25-34

Abstract

Penataan rute antara Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan Bandara BIJB Kertajati tidak langsung berdampak pada peningkatan penumpang Bandara BIJB Kertajati. Salah satu penyebabnya diduga adanya pemilihan bandara oleh penumpang angkutan udara khususnya wilayah Bandung Raya. Penumpang angkutan udara Jawa Barat khususnya wilayan Bandung Raya lebih memilih Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan memanfaatkan rute – rute yang tersedia, diduga menjadi salah satu penyebab turunnya jumlah pergerakan penumpang di Bandara BIJB pasca penataan rute. Kondisi transportasi darat yang membutuhkan waktu 3 – 4 jam dari Bandung untuk menuju Bandara BIJB Kertajati menyebabkan pengguna angkutan udara harus berangkat jauh lebih awal untuk terbang melalui Bandara BIJB Kertajati. Di sisi lain, dengan waktu tempuh dan jarak yang hampir sama, penumpang angkutan udara dapat mengakses Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta Tangerang yangmenawarkan berbagai kelebihan. Fenomena airport leakage ini diduga juga menjadi penyebab tidak belum meningkatnya pergerakan penumpang di Bandara BIJB Kertajati. Penelitian ini menggunakan metode survey explanatory. Pendekatan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan SmartPLS versi 3.3.2 sebagai sarana pengolahan data. Hasil pengolahan data mengungkapkan bahwa Pengalaman Penumpang berpengaruh signifikan terhadap Pemilihan Bandara di Bandara BIJB Kertajati, Pemilihan Bandara berpengaruh signifikan terhadap Airport Leakage di Bandara BIJB Kertajati, Pengalaman Penumpang tidak berpengaruh signifikan terhadap Airport Leakage di Bandara BIJB Kertajati, dan Pengalaman Penumpang berpengaruh signifikan terhadap Airport Leakage melalui Pemilihan Bandara di Bandara BIJB Kertajati.