Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Hukum Bisnis Mengoptimalisasikan Pemasaran Bubuk Kopi Petik Merah Menggunakan E-Marketing pada Rumah Tani Diana, Herma; Dewi, Mastriati Hini Hermala
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) - Maret 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jimpa.v5i1.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui Peran Hukum Bisnis dalam Mengoptimalisasikan Pemasaran Bubuk Kopi Petik Merah Menggunakan E-Marketing pada Rumah Tani di Langur Indah Kelurahan Agung Lawangan. Di era globaliasi peran teknologi merupakan alat pengerak tumbuh kembangnya perekonomian suatu bangsa. Teknologi an Hukum Bisnis dalam pengembangan globalisasi ekonomi memegang peranan penting khususnya mengantur segala bentuk kemajuan teknologi infomasi, komunikasi transaksi baik skala nasional maupun internasional, globalisasi ekonomi mengatur segala aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan manusia melalui perdangan barang dan jasa. Selain itu Hukum Bisinis melindungi, mengatur dan merencanakan kehidupan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Socio-Legal dengan pendekatan interdisiplioner. Pendekatan ini menguji studi doktrinal terhadap Hukum Bisnis dengan melibatkan sudut pendang tenolologi, dan ekonomi. Hasil penelitian ini adalah teknologi berperan penting dalam mengubah bisnis secara fondamental sedangkan Hukum Bisnis merupakan mengatur aktivitas bisnis dan perdagangan skala nasional maupun internasional. Sehingga dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa Peran Hukum Bisnis dalam Mengoptimalisasikan Pemasaran Bubuk Kopi Petik Merah Menggunakan E-Marketing pada Rumah Tani di Langur Indah Kelurahan Agung Lawangan adalah sebagai sebagai pengerak tumbuh kembangan nya perekonomian di Langur Indah Kelurahan Agung Lawangan
Juridical Review Of Business Permits For Community Forest Utilization (Iuphkm) For The Hkm Kibuk Group Dewi, Mastriati Hini Hermala; Diana, Herma
BIMA Journal (Business, Management, & Accounting Journal) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/bima.5.1.33-42

Abstract

Purpose: The study aims to explore the formation and environmental conditions of the Kibuk 94 Social Community Forestry (HKM) established in 2017 in Ahung Lawangan Village, South Sumatra Province. Methodology: This research analyzes the decree from the Ministry of Environment and Forestry, along with geographic and climatic data specific to the HKM area. Results: The Kibuk 94 HKM spans 400 hectares in a protected forest area with Andosol soil, located at 1,800 meters above sea level. It experiences high rainfall and humidity, with coffee (Arabica) and avocado being the primary crops. Findings: The topography is sloping and wavy, making it suitable for the designated crops, given the climatic conditions of 2,500-3,000 mm annual rainfall, 60%-85% humidity, and temperatures between 15°C-26°C. Novelty: This study highlights the unique integration of community forestry with environmental conservation under specific legal frameworks. Originality: The research provides an in-depth analysis of HKM's topography, soil, and climate, emphasizing its suitability for sustainable agriculture. Conclusions: The Kibuk 94 HKM showcases a successful model of community forestry in challenging topographical and climatic conditions, promoting sustainable agricultural practices. Type of Paper: Comprehensive Review Paper
Penyuluhan Hukum Sistem Pewarisan pada Masyarakat Hukum Adat Besemah di Kota Pagar Alam. Dewi, Mastriati Hini Hermala; Diana, Herma
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v2i2.487

Abstract

Penyuluhun Hukum ini bertujuan untuk mengetahui sistem Pewarisan Merurut Hukum Adat pada Msyarakat Besemah di Kota Pagar Alam. Waris merupakan salah satu bagian dari Hukum Adat yang kita kenal dengan nama Hukum Waris Adat, Hukum Waris Adat yang berlaku di Indonesia tidaklah sama, sesuai dengan sistem kekerabatan yang dianut dalam masyarakat, misalnya ada yang Materilineal, Patrilineal ataupun Parental. Jenis PkM ini dengan pendekatan Hukum Empiris, Metode ceramah dengan pendekatan budaya / Etnografi Approach. Hasil penelitian ini adalah. Pada Masyarakat Besemah di Kota Pagar Alam menganut sistem Pewarisan Patrilineal tapi perkembanganya sistem pewarisan kekerabatan Patrilineal mulai ditinggalkan masyarakat menuju sistem pembagian warisan berdasarkan sistem kekerabatan Parental. Sehingga dapat disimpulkan bahwa saat ini sistem pewarisan pada Masyarakat Besemah di Kota Pagar Alam adanya kecendungan bergesir ke sistem pewarisan berdasarkan garis ayah ibu yang disebut Parental yaitu anak perempuan dan anak laki-laki berhak atas warsian kedua orang tuanya
Penyuluhan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kesadaran Hukum Dan Tata Kelola Reforma Agraria Di Langgur Indah Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam Dewi, Mastriati Hermala; Diana, Herma
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v3i2.749

Abstract

Penyuluhan pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung pelaksanaan Reforma Agraria yang adil dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terkait hak atas tanah, serta membangun pemahaman mengenai tata kelola Reforma Agraria yang partisipatif dan transparan. Melalui metode penyuluhan langsung, diskusi kelompok, dan pendampingan berbasis komunitas, masyarakat didorong untuk lebih aktif dalam mengidentifikasi permasalahan agraria di wilayahnya serta memahami mekanisme penyelesaian konflik tanah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap aspek legal Reforma Agraria, hak atas tanah, serta pentingnya peran serta masyarakat dalam proses redistribusi lahan dan legalisasi aset. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara masyarakat, aparat desa, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung tata kelola agraria yang lebih adil dan inklusif. Penyuluhan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam rangka mendukung pelaksanaan Reforma Agraria nasional.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG SANDE BERLAPIS PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT BESEMAH DI KOTA PAGAR ALAM Diana, Herma; Dewi, Mastriati Hini Hermala
Jurnal Ecoment Global Vol. 4 No. 1 (2019): Edisi Februari 2019
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.802 KB) | DOI: 10.35908/jeg.v4i1.572

Abstract

Sande Berlapis bagian dari Hukum Gadai Tanah yang masih eksis saat ini di Daerah Besemah di Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan. Adapun yang menjadi objek Sande pada Masyarakat Hukum Adat Besemah di Kota Pagar Alam adalah tanah dan bukan tanah. Sande bagi masyarakat Besemah di Kota Pagar Alam merupakan langkah dalam mengatasi masalah ekonomi tanpa harus takut kehilangan objek Sande dan merupakan budaya pada Masyarakat Hukum Adat Besemah di Kota Pagar Alam. Sande berlapis pada Masyarakat Hukum Adat Besemah di Kota Pagar Alam terjadi atas keinginan pemegang Sande untuk membayar harga kepada pemberi Sande dan mengharuskan pemberi Sande menyerahkan tanahnya kepada pemegang gadai dengan dipenuhinya ketentuan yang berlaku bagi Sande, sementara tanahnya sudah tergadai lebih dahulu kepada pihak lain. Penguasaan benda Sande tidak selamanya harus dikeluarkan dari kekuasaan pemberi Sande, akan tetapi dapat tetap dikuasai oleh pemberi Sande yang disebut dengan Tating Tanpa Kuasa, sedangkan Sande yang objeknya harus dikeluarkan dari pemegang Sande disebut Tating Kuasa.Tating tanpa kuasa ini merupakan salah satu karakter khas lembaga Sande pada Masyarakat Hukum Adat Besemah di Kota Pagar Alam sehingga penjual Sande dapat menggadaikan kembali tanahnya baik dengan persetujuan maupun tanpa persetujuan pembeli Sande. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang Perlindungan Hukum Pemegang Sande Berlapis Pada Masyarakat Hukum Adat Besemah di Kota Pagar Alam yang masih berlangsungpada saat ini. Tim peneliti melakukan penelitian hukum empiris dengan pendekatan budaya/ etnografi approachdan pngumpulan data melalui wawancara dan observasi dengan menggunakan Purposive Sampling dan Snow Ball.Kata Kunci : Hukum adat bersemah,Sande, Masyarakat Bersemah