Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Infrastruktur dalam Usaha Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Transmigran Desa Parit Keladi 1, Pontianak: Studi Fenomenologi Sutrisno; Tri Wahyuni; Mardiani
Abdimas Awang Long Vol. 7 No. 2 (2024): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v7i2.1210

Abstract

Infrastruktur merupakan salah satu hal penting yang dapat mendorong kemajuan sosial maupun ekonomi masyarakat. Dengan begitu, jika infrastruktur seperti fasilitas umum yang berupa jalan, rumah ibadah dan pasar tidak memadai, dapat menurunkan angka pendapatan dan perekonomian masyarakat didaerah tersebut. Dengan adanya pemekaran di Desa parit keladi 1, Kabupaten Kubu Raya,Pontianak peningkatan infrastruktur seperti jalan didesa tersebut sangatlah penting. Sehingga kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat dapat terlaksana dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengalaman atau fenomena yang terjadi dalam pengembangan infrastruktur di Desa parit keladi 1. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Peneliti mengobservasi kegiatan masyarakat setempat, wawancara dengan beberapa warga, dan dokumentasi kegiatan dalam pengumpulan datanya. Hasil penelitian mengungkapkan para warga berpendapat usaha yang telah dilakukan untuk mengembangkan infrastruktur desa adalah dengan swadaya masyarakat setempat dan memohon bantuan pemerintah Kabupaten Kubu Raya serta para donatur. Pengembangan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat transmigran, karena akses transportasi yang telah dibangun memudahkan proses distribusi kebutuhan masyarakat pada berbagai aspek, seperti penjualan hasil bumi,hasil perikanan, hasil peternakan, dan pasokan barang dagangan.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas IV UPTD SD Negeri 39 Parepare Musfirah, Musfirah; Lukman, Lukman; Mardiani
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Program of Mathematics Education Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/imed.v9i1.3534

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan meningkatkan proses belajar dan pemahaman konsep matematika siswa kelas IV UPTD SD Negeri 39 Parepare. Tindakan dilakukan dalam 3 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV UPTD SD Negeri 39 Parepare yang berjumlah 18 orang siswa terdiri dari 8 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh pada pelaksanaan siklus I, aktivitas siswa dan guru mencapai kategori cukup. Pada siklus II aktivitas guru mencapai kategori baik dan aktivitas siswa mencapai kategori cukup. Pada siklus III aktivitas guru dan siswa telah mencapai kategori baik. Pemahaman konsep matematika siswa juga mengalami peningkatan setiap siklusnya. Pada siklus I pemahaman konsep matematika siswa mencapai kategori cukup, pada siklus II mencapai kategori baik, dan pada siklus III mencapai kategori sangat baik.
Improving Caregiver Competency in Families of Stroke Patients Husni; Mardiani; Septiyanti; Abdulrauf , Rukayya Adebisi
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v3i2.384

Abstract

Stroke patients generally need a long recovery because most individuals undergoing hospital treatment experience disabilities in several parts of the body. Therefore, survivors need the help of other people to live daily life; this role is taken on by caregivers. Caregivers play a crucial role for stroke survivors during the process of long-term rehabilitation and must assume many responsibilities. For this reason, knowledge and skills are needed in caring for post-stroke patients at home. One of the efforts that can be done is through education and training for caregivers and health cadres. This community service activity aimed to enhance cadres’ and caregivers’ knowledge and skill in providing care for families after a stroke. The target population comprised 16 caregivers and seven cadres who supported the families. The results of the community service activities demonstrated an increase in caregivers' knowledge by 32.8 points following the training activities, with a p-value of 0.001 (<α= 0.05), indicating that the difference between the pre- and post-values is statistically significant. The results of observations of cadre and caregiver skills regarding post-stroke care at home include Range of Motion (ROM) exercises, assistance with daily activities, and training in communication in the moderate category. Cadres are expected to continue supporting families as caregivers to be able to care for post-stroke patients at home.
Kontribusi dan Internalisasi: Keterampilan Sosial Melalui Bergotong Royong dan Collaboration di SD Kelas VI Mardiani; Santoso, Gunawan; Andi Sukri Adam; Andi Afif Alwajih
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.612

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi dampak dari pendekatan bergotong royong dan kolaborasi dalam pengembangan keterampilan sosial siswa di kelas VI SD. Keterampilan sosial adalah komponen penting dari perkembangan sosial dan emosional siswa, memainkan peran kunci dalam interaksi sosial, kerja tim, dan keberhasilan dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini melibatkan siswa kelas VI sebagai subjek penelitian dan menggabungkan metode observasi, wawancara, dan penilaian untuk mengevaluasi dampak pendekatan ini. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pendekatan bergotong royong dan kolaborasi memiliki dampak positif dalam pengembangan keterampilan sosial siswa. Siswa yang terlibat dalam kegiatan kerja kelompok, proyek bersama, dan kolaborasi menunjukkan peningkatan dalam kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, dan empati. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan pengembangan keterampilan sosial dalam kurikulum sekolah dan menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi sosial yang positif di antara siswa. Dengan demikian, program dan kebijakan yang mempromosikan pendekatan bergotong royong dan kolaborasi di sekolah dasar dapat menjadi langkah yang efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa dan mempersiapkan mereka untuk berhasil dalam kehidupan masa depan.
Pengembangan Infrastruktur dalam Usaha Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Transmigran Desa Parit Keladi 1, Pontianak: Studi Fenomenologi Sutrisno; Tri Wahyuni; Mardiani
Abdimas Awang Long Vol. 7 No. 2 (2024): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v7i2.1210

Abstract

Infrastruktur merupakan salah satu hal penting yang dapat mendorong kemajuan sosial maupun ekonomi masyarakat. Dengan begitu, jika infrastruktur seperti fasilitas umum yang berupa jalan, rumah ibadah dan pasar tidak memadai, dapat menurunkan angka pendapatan dan perekonomian masyarakat didaerah tersebut. Dengan adanya pemekaran di Desa parit keladi 1, Kabupaten Kubu Raya,Pontianak peningkatan infrastruktur seperti jalan didesa tersebut sangatlah penting. Sehingga kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat dapat terlaksana dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengalaman atau fenomena yang terjadi dalam pengembangan infrastruktur di Desa parit keladi 1. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Peneliti mengobservasi kegiatan masyarakat setempat, wawancara dengan beberapa warga, dan dokumentasi kegiatan dalam pengumpulan datanya. Hasil penelitian mengungkapkan para warga berpendapat usaha yang telah dilakukan untuk mengembangkan infrastruktur desa adalah dengan swadaya masyarakat setempat dan memohon bantuan pemerintah Kabupaten Kubu Raya serta para donatur. Pengembangan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat transmigran, karena akses transportasi yang telah dibangun memudahkan proses distribusi kebutuhan masyarakat pada berbagai aspek, seperti penjualan hasil bumi,hasil perikanan, hasil peternakan, dan pasokan barang dagangan.
Before and After Lecturers’ Perceptions on the Implementation of Literature-based Reading Instruction: Advantages and Disadvantages Baharuddin, Andi Farid; Mardiani; Fentry Hernaningsih Ruing
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 12 No. 2 (2024): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v12i2.5402

Abstract

Some literary experts conveyed that literature is recommended to be utilized in language teaching especially if the lecturers are knowledgeable on literary integration for language teaching. Experts define the literary use in language teaching as literature-based instruction (LBI). Hence, this research aimed at studying the lecturers’ perception towards literature-based instructional approach before and after implementing it in the reading class. In exploring the issues, this research investigated two research questions (RQs): a) what are the lecturers’ perceptions towards LBI before implanting it in a reading classroom? b) What are the lecturers’ perceptions towards LBI after implanting it in the reading classroom? Furthermore, a qualitative method with a case study approach is employed in this study. The participants consisted of two lecturers who taught in the English education department at Universitas Sawerigading Makassar. To gain the data, the researchers utilized a semi-structured interview which was adapted from McDiarmid's (1995) interview model. All the collected data were furthermore analyzed using Braun and Clarke's (2006) thematic analysis. The results showed that both lecturers' perceptions were varied for both before and after implementing the LBI due to different academic background and experience. The lecturers who’s academic and research interest were focusing on literary studies would have better perception towards LBI. Definitely, with an eye-eagle vision towards LBI, the lecturers could potentially touch many aspects and values in his/her literary teaching as the advantages of LBI.
The Effect of Foot Massage and Lavender Aromatherapy on Rheumatoid Arthritis Pain Intensity in the Elderly in the Public Health Center Jembatan Kecil Bengkulu City Heriyanto, Hendri; Awanis, Hasyyati; Mardiani
proceedinginternational Vol. 3 (2023): Proceeding International Health Conference, 1th July 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jd.v3i.14

Abstract

In Indonesia, one of the highest health complaints experienced by the elderly is rheumatoid arthritis. In the province of Bengkulu in 2018 there were 13.2% or around 8,620 people of rheumatoid arthritis affecting the elderly. The purpose of this study was the fear of the influence of foot massage therapy and lavender aromatherapy on the intensity of rheumatoid arthritis pain in the elderly. This study used Pre-Experimental Designs in the form of one group pre-test and post-test design. This technique uses consecutive sampling of 30 people. Pain data collection used the Numeric Rating Scale (NRS) before and after intervention. Therapy carried out for 3 days with 15 minutes each for 2 weeks. Univariate analysis used Mean, Standard Deviation, Median, Minimum, Maximum and 95% CI. And bivariate analysis using paired t-test with 5%. Pain intensity in the elderly before being given foot massage therapy and lavender aromatherapy were 5.13 (moderate pain) and after being given foot massage therapy and lavender aromatherapy 3.03 (mild pain). The results of the paired t-test statistical test obtained ap value of 0.000 (p < 0.05). The results of the paired t-test statistical test obtained ap value of 0.000 (p < 0.05). There is an effect of foot massage therapy and lavender aromatherapy on the intensity of rheumatoid arthritis pain in the elderly. It is hoped that the staff can apply foot massage therapy and lavender aromatherapy as a safe and practical non-pharmacological method as an alternative in reducing pain intensity.
Pengaruh Music Movement Therapy Dan Metode Bobath Terhadap Peningkatan Kemampuan Aktivitas Harian Pada Pasien Stroke Nengsih, Reska Multia; Mardiani; Hendri Heriyanto; Husni
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v8i2.44239

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan global. Stroke atau cerebrovascular accident dapat terjadi akibat iskemia, emboli, atau perdarahan. Dampak paling umum dari stroke adalah hemiparesis atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh akibat menurunnya kekuatan otot, penderita stroke yang mengalami hemiparesis akan menyebabkan ketergantungan total maupun parsial dalam melakukan aktivitas hariannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi intervensi music movement therapy dan metode bobath terhadap peningkatan kemampuan aktivitas harian pada pasien stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimen menggunakan rancangan one group pre-test dan post-test. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total 31 responden, pengumpulan data pre test dan post test menggunakan kuesioner barthel indeks untuk menilai 10 kemampuan aktivitas harian. Intervensi dilakukan selama 2 minggu, dengan frekuensi 4 kali pertemuan setiap minggu, setiap pertemuan dilakukan selama 25 menit. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0.000 (p ≤ α  0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari pemberian kombinasi music movement therapy dan metode bobath terhadap peningkatan kemampuan aktivitas harian pasien stroke.