Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI QUALITY OF SERVICE DENGAN METODE HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET) PADA PT.KOMUNIKA LIMA DUABELAS Arifin, Yunus
JELIKU (Jurnal Elektronik Ilmu Komputer Udayana) Volume 1 No 2 - Nopember 2012
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bandwidth di sebuah jaringan seringkali kurang dimanfaatkan secara optimal.Sering juga kita menemukan pengguna yang tidak di ketahui karena tidak adanya sistem yangmengatur itu sehingga membuat sembarang orang dapat masuk dan menggunakan bandwidth padasuatu tempat dengan seenaknya dan merugikan pihak tertentu. Quality of Service (QoS) bukanmembatasi tetapi lebih kepada menjaga kualitas bandwidth, tanpa adanya Quality of Service dalamsebuah Jaringan Intranet mengakibatkan ketidaksinambungan bandwidth yang diterima client.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Setiap paket memperoleh bandwidthminimal pada CIR (Committed Information Rates) dan lebih dari CIR tetapi tidak melebihi MIR(Maximum Information Rates), Selama traffic pada parentnya tidak penuh, serta pemerataanbandwidth sesuai prioritasnya saat kondisi traffic seluruh paket penuh. Hierarchical Token Bucket(HTB) mampu memaksimalkan bandwidth yang tidak terpakai, sehingga kualitas pelayanan menjadilebih meningkat.
Optimalisasi Kapasitas Produksi Tepung Kelapa dengan Metode Rough-Cut Capacity Planning Jamal Darusalam Giu; Stella Junus; Yunus Arifin
Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v7i1.906

Abstract

Setiap mesin atau alat bantu mekanis yang digunakan dalam proses produksi secara pasti mengalami penurunan kemampuan seiring dengan waktu pemakaian. Utilisasi mesin tersebut menghasilkan kapasitas sebagai total luaran maksimum suatu fasilitas produksi untuk menghasilkan produk dalam suatu selang waktu tertentu. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah ketidakseimbangan proses produksi di suatu pabrik tepung kelapa sehingga mengalami fluktuasi (naik-turun) produk akhir. Hasil penelitian diperoleh waktu baku yang diperlukan untuk mengolah tepung kelapa pada stasiun kerja pembongkaran (Bodega) adalah 2,27 detik/unit, untuk stasiun kerja pengisian (Nutcounter) adalah 52,70 detik/unit, untuk stasiun kerja pengupas batok (Sheller) 7,66 detik/unit, dan pengupas kulit ari (Pharrer) 16,32 detik/unit. Selanjutnya hasil penghitungan kapasitas setiap stasiun kerja menunjukkan kondisi bottleneck pada jalur produksi dalam hal ini kesesuaian kapasitas yang dibutuhkan dibandingkan dengan kapasistas yang tersedia. Stasiun kerja Bodega adalah stasiun kerja yang memiliki hambatan signifikan sehingga tidak dapat memenuhi permintaan dari stasiun kerja lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan usaha tambahan melalui jam kerja lembur. Jumlah jam kerja lembur dihitung melalui kapasitas waktu pengerjaan yang kurang pada stasiun kerja Bodega. Jumlah jam kerja lembur untuk produksi bulan Januari total yaitu 108,85 jam dibagi kepada 12 operator di stasiun Bodega sehingga perlu ditambahkan jam kerja lembur masing-masing adalah sebesar 1,81 jam per operator.