Henti jantung di rumah sakit (In-Hospital Cardiac Arrest/IHCA) merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan deteksi dan penanganan cepat untuk mencegah kematian. Protokol “Code Blue” dikembangkan sebagai sistem respons terstandar untuk meningkatkan keberhasilan resusitasi, namun masih terdapat kesenjangan kompetensi dan koordinasi tim dalam implementasinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam penanganan IHCA melalui kompetisi simulasi, yang dilaksanakan dalam bentuk lomba simulasi Code Blue pada 13 Januari 2024 di PSCC Palembang dengan melibatkan 106 tim (530 peserta) dari berbagai rumah sakit di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PERDATIN Sumatera Selatan bekerja sama dengan PP PERDATIN, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, dengan perlombaan yang terdiri dari babak penyisihan dan final serta dinilai oleh 40 juri dari berbagai organisasi profesi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan resusitasi jantung paru berkualitas tinggi, koordinasi tim, dan kepercayaan diri peserta dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan, serta berhasil memecahkan rekor MURI untuk peserta terbanyak dalam lomba simulasi Code Blue dengan RSUD dr. H. Mohammad Zayn Kabupaten Sampang sebagai juara utama, disertai pemberian penghargaan best costume dan best supporter. Dampak kegiatan ini meliputi terbentuknya jejaring profesional antar institusi kesehatan, standardisasi protokol Code Blue, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi IHCA, sehingga kegiatan ini dapat menjadi model efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit Indonesia.