Taufik Firdaus, Asep Novi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Efektifitas Pemberian Jus Mentimun dan Jus Belimbing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Panongan Kabupaten Majalengka Fauziah, Mirra Rizka; Permatasari, Leya Indah; Taufik Firdaus, Asep Novi
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i1.1199

Abstract

Perbandingan Efektifitas Pemberian Jus Mentimun dan Jus Belimbing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Panongan Kabupaten Majalengka Mirra Rizka Fauziah1, Leya Indah P2, Asep Novi Taufik Firdaus2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Perubahan gaya hidup sebagian besar banyak yang mengalami peningkatan angka kesakitan yang cenderung meningkat salah satu faktornya yaitu4 perubahan fertilitas, gaya hidup dan kurang olahraga. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum dimasyarakat. Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis dan jika dibiarkan, penyakit ini dapat menganggu fungsi organ-organ vital. Pengobatan telah dilakukan dengan farmakologi dan non farmakologi. Mentimun memiliki kalium dan magnesium sedangkan belimbing mengandung kalium dan natrium yang berefek terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian jus mentimun dan belimbing manis teradap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan design quasy eksperiment dengan two group pre-post test design dengan jumlah sample 30 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling. Tekanan darah diukur menggunakan sphygnomanometer. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata perbedaan MAP sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun sebesar 13,11 sedangkan pada belimbing nilai rata-rata perbedaan MAP sebelum dan sesudah pemberian sebesar 10,00. Berdasarkan uji statistik Independent T Test diperoleh P value 0,653 (P<0,05). Berarti tidak ada perbedaan MAP sesudah antara mentimun dan belimbing. Kesimpulan mentimun dan belimbing sama baiknya terhadap penurunan tekanan darah tetapi melihat dari perbandingan kedua nya yang lebih efektif adalah jus belimbing dengan nilai rata-rata MAP adalah lebih kecil dibanding jus mentimun sehingga belimbing lebih baik dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Saran : Diharapkan kepada pasien mempu mengontrol tekanan darahnya dan membuat jus mentimun atau jus belimbing dalam penurunan tekanan darah. Kata Kunci : Tekanan darah, Jus mentimun, Jus belimbing, Hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA (BPH) DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI BPH DI RSUD KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2017 Taufik Firdaus, Asep Novi
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Edisi Juli - Desember 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.492 KB) | DOI: 10.32534/jik umc.v9i2.1680

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA (BPH) DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI BPH DI RSUD KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2017 Asep Novi Taufiq Firdaus1 Asep Novi Taufiq Firdaus: Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon, Kampus UMC, Jl. Fatahillah, Jawa Barat, E-mail: asepnovitaufiq@umc.ac.id Abstrak Tindakan pembedahan dapat menimbulkan kecemasan karena merupakan pengalaman baru bagi pasien yang dapat berdampak psikologis seperti ketidaktahuan akan pengalaman pembedahan yang terekspresi dalam berbagai bentuk seperti marah, menolak, atau apatis terhadap kegiatan keperawatan (Arif dan Kumala Sari, 2009). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang Benign Prostate Hyperplasia(BPH) dengan tingkat kecemasan pasien pre-operasi BPH di RSUD Kabupaten Ciamis Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien BPH yang dirawat di RSUD Ciamis selama tahun 2016 sampai dengan Februari 2017 yaitu sebanyak 112 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah rata-rata jumlah pasien BPH di RSUD Ciamis setiap bulan yaitu 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan pasien tentang BPH dengan tingkat kecemasan pasien pre-operasi BPH di RSUD Kabupaten Ciamis tahun 2017 (p=0,00).Bagi masyarakat yang masih memiliki pengetahuan kurang tentang penyakit BPH diharapkan dapat menambah pengetahuan dengan mencari sumber-sumber informasi terkait BPH. Kata kunci : Benign Prostatic Hyperplasia, BPH, Pengetahuan, Pre-operasi