Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH SULIT MAKAN PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN CIBANGKONG KOTA BANDUNG Permatasari, Leya Indah; Lukman, Mamat; Komariah, Maria
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 1 (2017): Edisi : Januari - Juni 2017
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v7i1.267

Abstract

Sulit makan merupakan gangguan makan pada anak yang dapat di akibatkan dari beberapa faktor diantaranya anak tidak menyukai terhadap pemberian secara memaksa dalam makan atau tidak menyukai cara pemberiannya atau tidak menarik perhatian anak. Sulit makan pada anak terkadang bisa menyebabkan anak menjadi picky eater (pilih-pilih makanan) yang banyak dialami balita, karena pada usia ini anak memang tengah mengalami penurunan nafsu makan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desktiptif korelasi. Sementara instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa angket atau kuesioner tertutup. Sumber data yang dijadikan populasi penelitian yaitu sebanyak 1369 orang sementara untuk penarikan sampel penelitian yang ditetapkan yaitu sebanyak 53 orang ibu anak balita yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel “Propotionate Random Sampling”. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah sulit makan pada anak balita di Kelurahan Cibangkong. Yaitu faktor anak, faktor orang tua dan faktor pengaturan makanan. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan masalah sulit makan adalah faktor orang tua dengan subvariabel melatih makan. Dan diperoleh kesimpulan bahwa pada masalah sulit makan dikategorikan ringan, sedang, dan berat. Ringan 28,30%, sedang 62,26%, berat 9,43%. Diharapkan adanya peningkatan pengetahuan pada masyarakat dengan memberikan penyuluhan yang berkaitan dengan masalah nutrisi sehingga bisa diterapkan untuk masyarakat. Kata kunci : balita, sulit makan
Studi Kasus Penerapan Intervensi Terapi Genggam Bola Karet pada Pasien Stroke Permatasari, Leya Indah; Ayudiefa, Ditta; Salsabillah, Mita; Frastica, Vica
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4326

Abstract

Stroke merupakan suatu penyakit yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak sehingga terjadi gangguan pada motorik dan sensorik yang mengakibatkan otot serta keseimbangan melemah. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot tangan, koordinasi motorik halus, dan mobilitas fungsional pada pasien stroke yang mengalami kelemahan otot di salah satu sisi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas terapi genggam bola karet terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan Ny. K dengan stroke. Metode pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi serta studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen penelitian berupa format instrument pengkajian keperawatan keluarga dengan pendekatan asuhan keperawatan mulai pengkajian sampai evaluasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah klien diberikan terapi genggam bola karet terbukti efektif untuk meningkatkan kekuatan otot klien stroke. Simpulan setelah diberikan asuhan selama 3 hari dengan memberikan intervensi terapi genggam bola karet terdapat peningkatan kekuatan otot sebelum dan setelah diberikan intervensi.
Pengaruh Pemberian Chromotherapy (Terapi Warna) dan Permainan Puzzle Jigsaw O’clock terhadap Fungsi Kognitif Lansia Permatasari, Leya Indah; Nurapipah, Maulida
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1949

Abstract

Lansia merupakan periode akhir kehidupan yang telah memasuki usia diatas 60 tahun, yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan pada tubuh. Perubahan kognitif yang dialami oleh lansia seperti lansia     mengalami disorientasi, kehilangan kemampuan dalam berbahasa, kehilangan kemampuan untuk berhitung dikarenakan terjadi perubahan fungsi didalam otak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian terapi dengan menggunakan dua intervensi yaitu dengan chromotherapy (terapi warna) dan permainan puzzle guna melakukan penilaian fungsi kognitif untuk lansia, yang diharapkan setelah dilakukan intervensi lansia dapat terhindar dari masalah  kognitif. Studi ini memakai Quasi Experimental menggunakan three group pretest-postest design. Dari perolehan uji t skor p value  sebanyak  0.000 yang menunjukan bahwa Ho diterima atau dengan kata lain Ha ditolak, memiliki makna bahwa tak ditemukan perbandingan secara signifikan rerata sesudah serta sebelum pemberian Chromotherapy, Puzzle Jigsaw O’clock, Chromotherapy dan Puzzle Jigsaw O’clock.
Peningkatan Kapasitas Mahasiswa dalam Persiapan Menghadapi Dunia Kerja dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Bidang Industri Nurapipah, Maulida; Permatasari, Leya Indah; Gusman, Tania Avianda
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6365

Abstract

Kesiapan bekerja sangat diperlukan oleh mahasiswa guna menyambut dunia kerja setelah lulus dari program studi yang ditempuhnya. Upaya dalam melakukan peningkatan kesiapan kerja ini dilaksanakan melalui memberi pelatihan peningkatan kesiapan kerja yang melingkupi merencanakan karir pada masa mendatang, memetakan pengalaman kerja serta hidup, memperdalam keterampilan professional serta pengetahuan yang dipunyai, kecerdasan emosi, serta keterampilan interpersonal umum. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas keseiapan para mahasiswa dan kesiapan dalam menghadapi dunia kerja dan pengenalan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Mahasiswa akan dibekali materi-materi terkait tips dan trik meningkatkan kemampuan berbahasa asing dan juga patient safety dan kesehatan keselamatn kerja di bidang industri. Peserta dalam kegiatan ini merupakan mahasiswa Teknik industri Universitas Muhammadiyah Cirebon sejumlah 30 mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebelumnya pemateri memberikan pertanyaan dan hanya 3 mahasiswa yang mampu menjawab dengan tepat dan setelah kegiatan pemateri mengevaluasi pengetahuan mahasiswa dengan memberikan pertanyaan dari 30 mahasiswa mengalami peningkatan yaitu 20 mahasiswa mampu menjawab dengan tepat. Kesimpulan Dalam aktifitas ini bisa meningkatkan pengetahuan dan mampu mendemonstrasikan tentang K3 dan persiapan dalam menghadapi dunia kerja bidang industri.
HEALTH COUNSELING ON HOW TO OVERCOME ANXIETY WITH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION IN THE ELDERLY IN TUKMUDAL VILLAGE, SUMBER DISTRICT Latifah, Riza Arisanty; Permatasari, Leya Indah; Aningsih
Jurnal Abdisci Vol 1 No 10 (2024): Vol 1 No 10 Tahun 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v1i10.407

Abstract

Anxiety is a psychological disorder characterized by excessive and persistent feelings of fear and worry. Anxiety often occurs in the elderly, which makes the elderly feel anxious and excessively restless, so it interferes with daily activities. Symptoms of anxiety are restlessness, trembling, headaches, and the heart rate becomes faster than usual. The purpose of this health counseling is to increase public knowledge on how to overcome anxiety. The implementation method starts with a survey and then conducts counseling with education, role play, and evaluation. The results achieved in this counseling are that the elderly who participate in health education activities about overcoming anxiety in the elderly can understand how to overcome anxiety in the elderly in Tukmudal Village and increase public knowledge about anxiety. The conclusion is that this counseling has been carried out and based on the results of the evaluation of the implementation during the activity, it is known that there has been an increase in the knowledge of the elderly about anxiety and how to overcome anxiety in Tukmudal Village, Sumber District, Cirebon Regency.
HOME CARE POST FEMUR FRACTURE SURGERY ON MR. A IN THE WATUBELAH AREA, CIREBON REGENCY IN 2024 Permatasari, Leya Indah; Aldi Ramadan; Dian Amelia; Hoirunnisa, Hoirunnisa; Nanda Meilizha; Nurliana, Nurliana; Seli Juliyanti; Uun Kunaena
Jurnal Abdisci Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 Tahun 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v2i1.526

Abstract

Home Care is a health service carried out at home and aims to improve, maintain, and increase the independence of patients and families. The home care activities at Mr. A aim to be a form of community service with the hope that the family can be independent in caring for Mr. A. The implementation of community service in the form of home care services uses a family nursing care approach, starting from conducting assessments, determining diagnoses, and providing interventions, documentation, and evaluations. The implementation of home care services is carried out for three days by providing education and wound care. After the wound was treated, Mr. A's wound no longer had fluid coming out of the wound, and when given education, Mr. A and his family understood what was conveyed.
Studi Hubungan Interaksi Sosial Terhadap Tingkat Kesepian Lansia Witon, Witon; Permatasari, Leya Indah; Akbar, Rizaluddin
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 7 No. 2 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v7i2.382

Abstract

The social service home for the elderly in Klampok Brebes faces challenges in the social interaction of the elderly within it. Some elderly people actively interact, have social networks, and feel comfortable in the nursing home environment. However, there are also elderly people who are less enthusiastic about interacting, feel bored, and are even indifferent to the people around them. The existence of conflict between the elderly and the formation of groups within the orphanage can be the main cause of the lack of social interaction, this can trigger the elderly to experience feelings of loneliness. The aim of this research is to determine the relationship between social interaction and loneliness for elderly people living in the Klampok Brebes Social Services Home for the Elderly. This type of research is quantitative research with a cross sectional design. Data were collected using the Social Interaction questionnaire and the UCLA Loneliness Scale Version 3. The research population was 56 respondents. The sampling technique was total sampling with a total of 56 respondents. Statistical tests use Spearman Rank. The research tool is a structured questionnaire with a Likert scale. The results of the analysis based on the Spearman Rank test show that the p value (0.000) < 0.05 means that there is a significant relationship between social interaction and loneliness of the elderly at the Klampok Brebes Elderly Social Services Home.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Upaya Pencegaham Komplikasi Hipertensi pada Lansia di Upt Puskesmas Dukupuntang Kabupaten Cirebon Ratna, Chanti; Permatasari, Leya Indah; Alfiani, Fitri
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i2.1188

Abstract

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Upaya Pencegaham Komplikasi Hipertensi pada Lansia di Upt Puskesmas Dukupuntang Kabupaten Cirebon Chanti Ratna1, Leya Indah Permatasari2, Fitri Alfiani2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Semakin tingginya usia harapan hidup, maka semakin tinggi pula faktor resiko terjadinya berbagai masalah kesehatan stroke, gagal jantung, gagal ginjal. Masalah umum yang dihadapi lansia adalah rentannya kondisi fisik lansia terhadap berbagai penyakit karena menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi pengaruh dari luar serta menurunnya efesiensi mekanisme homeostastis,oleh sebab itu para lansia sangat rentan sekali terkena penyakit. Menurut Taylor (2002) dalam Reta (2007) mengemukakan bahwa dukungan keluarga merupakan bantuan yang dapat diberikan kepada keluarga lain berupa barang, jasa, dorongan, motivasi, empati, informasi, atau nasehat yang mana penerima dukungan akan merasa disayangi, dihargai, dan tentram oleh keakraban yang didapat karena kehadiran mereka dan mempunyai manfaat emosi dan efek perilaku bagi penerima. Desain penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pendekatan cross sectional yaitu suatu pendekatan dimana pengukuran variabel-variabel yang diteliti dilakukan dalam waktu yang bersamaan (Arikunto, 2010). Dengan sampel 60 orang dengan tehnik pengambilan sampel cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuwesioner oleh responden. Kata kunci : Dukungan keluarga, lansia, hipertensi
Perbandingan Efektifitas Pemberian Jus Mentimun dan Jus Belimbing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Panongan Kabupaten Majalengka Fauziah, Mirra Rizka; Permatasari, Leya Indah; Taufik Firdaus, Asep Novi
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i1.1199

Abstract

Perbandingan Efektifitas Pemberian Jus Mentimun dan Jus Belimbing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Panongan Kabupaten Majalengka Mirra Rizka Fauziah1, Leya Indah P2, Asep Novi Taufik Firdaus2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Perubahan gaya hidup sebagian besar banyak yang mengalami peningkatan angka kesakitan yang cenderung meningkat salah satu faktornya yaitu4 perubahan fertilitas, gaya hidup dan kurang olahraga. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum dimasyarakat. Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis dan jika dibiarkan, penyakit ini dapat menganggu fungsi organ-organ vital. Pengobatan telah dilakukan dengan farmakologi dan non farmakologi. Mentimun memiliki kalium dan magnesium sedangkan belimbing mengandung kalium dan natrium yang berefek terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian jus mentimun dan belimbing manis teradap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan design quasy eksperiment dengan two group pre-post test design dengan jumlah sample 30 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling. Tekanan darah diukur menggunakan sphygnomanometer. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata perbedaan MAP sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun sebesar 13,11 sedangkan pada belimbing nilai rata-rata perbedaan MAP sebelum dan sesudah pemberian sebesar 10,00. Berdasarkan uji statistik Independent T Test diperoleh P value 0,653 (P<0,05). Berarti tidak ada perbedaan MAP sesudah antara mentimun dan belimbing. Kesimpulan mentimun dan belimbing sama baiknya terhadap penurunan tekanan darah tetapi melihat dari perbandingan kedua nya yang lebih efektif adalah jus belimbing dengan nilai rata-rata MAP adalah lebih kecil dibanding jus mentimun sehingga belimbing lebih baik dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Saran : Diharapkan kepada pasien mempu mengontrol tekanan darahnya dan membuat jus mentimun atau jus belimbing dalam penurunan tekanan darah. Kata Kunci : Tekanan darah, Jus mentimun, Jus belimbing, Hipertensi.
Pengaruh Terapi Musik Keroncong Terhadap Penurunan Tingkat Insomnia Pada Kelompok Usia Lanjut Di Panti Wreda Kota Cirebon Tahun 2019 Ummah, Rohmatun; Permatasari, Leya Indah; Pratiwi, Liliek
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i1.1201

Abstract

Pengaruh Terapi Musik Keroncong Terhadap Penurunan Tingkat Insomnia Pada Kelompok Usia Lanjut Di Panti Wreda Kota Cirebon Tahun 2019 , , Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 Abstrak Latar Belakang Penelitian:Salah satu gangguan psikologis pada lanjut usia adalah insomnia. Insomnia merupakan suatu keadaan ketidakmampuan mendapatkan tidur yang adekuat, baik kualitas maupun kuantitas, dengan keadaan tidur yang hanya sebentar dan susah tidur (Trilia, 2013)Gejala insomnia diantaranya adalah sulit untuk memulai tidur, terbangun pada malam hari, bangun lebih awal, merasa ngantuk disiang hari, dan merasa tidak segar saat bangun pada pagi hari. Upaya untuk menurunkan insomnia pada lansia yaitu salah satunya dengan menggunakan terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi memiliki efek yang cepat, akan tetapi jika diberikan dalam waktu jangka panjang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan lansia (Majid, 2014). Pada dasarnya, banyak pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia selain obat tidur, Salah satu terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan salah satunya yaitu dengan pemberian terapi musik keroncong (Harmat, 2008). Tujuan Penelitian: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik keroncong terhadap penurunan tingkat insomnia pada kelompok usia lanjut di Panti Wreda Kota Cirebon. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan one-grouppretest-posttest design tanpa adanya kelompok kontrol.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Panti Wreda Kota Cirebon berjumlah 41 lansia. Tehnik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling, dengan jumlah sampel 17 lansia yang sudah memenuhi kriteria. Hasil: Berdasarkan Uji Paired t Test didapatkan hasil nilai p=0,000 (p <0,05), artinya ada pengaruh terapi musik keroncong terhadap penurunan tingkat insomnia pada kelompok usia lanjut di Panti Wreda Kota Cirebon. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian terapi musik keroncong terhadap penurunan tingkat insomnia pada kelompok usia lanjut di Panti Wreda Kota Cirebon. Kata kunci: Insomnia, Lanjut Usia, Terapi Musik Keroncong