Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH SULIT MAKAN PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN CIBANGKONG KOTA BANDUNG Permatasari, Leya Indah; Lukman, Mamat; Komariah, Maria
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 1 (2017): Edisi : Januari - Juni 2017
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v7i1.267

Abstract

Sulit makan merupakan gangguan makan pada anak yang dapat di akibatkan dari beberapa faktor diantaranya anak tidak menyukai terhadap pemberian secara memaksa dalam makan atau tidak menyukai cara pemberiannya atau tidak menarik perhatian anak. Sulit makan pada anak terkadang bisa menyebabkan anak menjadi picky eater (pilih-pilih makanan) yang banyak dialami balita, karena pada usia ini anak memang tengah mengalami penurunan nafsu makan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desktiptif korelasi. Sementara instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa angket atau kuesioner tertutup. Sumber data yang dijadikan populasi penelitian yaitu sebanyak 1369 orang sementara untuk penarikan sampel penelitian yang ditetapkan yaitu sebanyak 53 orang ibu anak balita yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel “Propotionate Random Sampling”. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah sulit makan pada anak balita di Kelurahan Cibangkong. Yaitu faktor anak, faktor orang tua dan faktor pengaturan makanan. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan masalah sulit makan adalah faktor orang tua dengan subvariabel melatih makan. Dan diperoleh kesimpulan bahwa pada masalah sulit makan dikategorikan ringan, sedang, dan berat. Ringan 28,30%, sedang 62,26%, berat 9,43%. Diharapkan adanya peningkatan pengetahuan pada masyarakat dengan memberikan penyuluhan yang berkaitan dengan masalah nutrisi sehingga bisa diterapkan untuk masyarakat. Kata kunci : balita, sulit makan
Hubungan Beban Kerja Perawat IGD terhadap Respon Time dalam Pelayanan Gawat Darurat di RSU Islami Mutiara Bunda Tanjung Kabupaten Brebes Nita Wulandari; Leya Indah Permatasari; Rully Annisa
Indonesian Journal of Health Research Vol. 3 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.871 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v3i3.72

Abstract

Pendahuluan. Pelayanan di sebuah Rumah Sakit harus memenuhi semua aspek yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pasien yang berkunjung yang berkualitas yang salah satunya harus dilaksanakan oleh perawat. Kulaitas pelayanan rumah sakit dipengaruhi oleh kinerja perawat. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja perawat dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari salah satunya adalah beban kerja perawat dan Respon Time perawat. Kedua faktor tersebut dapat berhubungan dalam peningkatan pelayanan perawat terutama perawat gawat darurat di rumah sakit. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Hubungan Beban Kerja Perawat IGD terhadap Respon Time dalam Pelayanan Gawat Darurat di RSU Islami Mutiara Bunda Tanjung tahun 2019 ?”. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa beban kerja perawat IGD terhadap Respon Time dalam pelayanan gawat darurat di RSU Islmi Mutiara Bunda Tanjung tahun 2019. Metode. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan menggunakan rancangan Cross Sectional untuk mengetahui hubungan antara dua variabel pada situasi atau dua kelompok subjek pada saat bersamaan. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner atau angket yang terlebih dahulu diuji coba di RSU Islami Mutiara Bunda Tanjung Kabupaten Brebes. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Beban Kerja Perawat IGD Berhubungan Terhadap Respon Time dalam Pelayanan Gawat Darurat di RSU Islami Mutiara Bunda Tanjung Kabupaten Brebes. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 responden (total populasi). Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari setengah responden mempunyai persepsi kuat terhadap beban kerja dan Respon Time. Setelah dilakukan analisa didapatkan Beban Kerja Perawat IGD Berhubungan Terhadap Respon Time dalam Pelayanan Gawat Darurat. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan Penting adanya Reward dan Punishment yang diberikan kepada perawat IGD yang telah menunjukan dan menunjuka standar Beban Kerja dan Respon Time (Waktu Tanggap) dalam memberikan pelayanan kepada pasien gawat darurat sesuai dengan standar kesehatan dari kementrian sehingga tercapai visi dan misi rumah sakit dalam pelayanan gawat darurat.
Hubungan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wangunharja Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon Anisah Desma Fitriah; Leya Indah Permatasari; Ito Wardin
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.194 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i2.79

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang tinggi/panjang badannya tidak sesuai dengan umurnya, dan keadaan dimana asupan gizi anak tidak tercukupi dalam waktu yang lama (kronis). Salah satu intervensi gizi spesifik mengatasi masalah gizi dengan menerapkan perilaku Kadarzi. Berdasarkan studi pendahuluan terdapat tingginya angka prevalensi stunting sebanyak 24,75%. Dampak stunting anak dapat mengalami gangguan kecerdasan otak dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Tujuan: Untuk menganalisis dan mengetahui hubungan perilaku Keluarga Sadar Gizi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wangunharja Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study dengan populasi keluarga yang mempunyai balita usia 0-59 bulan sebanyak 205 balita serta sampel maksimal sebanyak 54 balita. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan Instrumen terdiri dari kuesioner perilaku Kadarzi menggunakan analisis SPSS for window statistik Chi Square. Hasil Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study dengan populasi keluarga yang mempunyai balita usia 0-59 bulan sebanyak 205 balita serta sampel maksimal sebanyak 54 balita. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan Instrumen terdiri dari kuesioner perilaku Kadarzi menggunakan analisis SPSS for window statistik Chi Square. Kesimpulan: Perilaku Kadarzi baik sebanyak 21 (38,9%) dan yang belum baik 33 (61,1%), kejadian stunting sebanyak 35 (64,8%) serta balita normal sebanyak 19 (35,2%) dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan antara perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wangunharja Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon. Saran: Meningkatkan upaya promotif, preventif dan edukasi pendidikan kesehatan keluarga dalam pencegahan, bahaya, dampak dan penanganan stunting.
Hubungan Efikasi Diri dengan Perawatan Diri pada Lansia Hipertensi di Desa Bojong Lor Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon Restu Idepangesti; Leya Indah Permatasari; Muhammad Chaidar
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.334 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i3.85

Abstract

Pendahuluan. penyakit hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan diri untuk mencegah terjadinya komplikasi. Dalam perawatan diri terdapat beberapa faktor yang berpengaruh salah satunya efikasi diri. Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang dalam melakukan suatu tindakan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang disebabkan oleh hipertensi. Efikasi diri sangatlah dibutuhkan oleh penderita hipertensi untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui keyakinan dalam menjalankan perawatan diri. Metode. rancangan penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden, pengumpulan data menggunakan kuesioner efikasi diri dan perawatn diri. Analisa data menggunakan Chi-Square Tests. Hasil. Berdasarkan studi literatur ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi self-compassion yaitu jenis kelamin, budaya, kepribadian, peran orang tua, usia, kecerdasan emosional dan lingkungan. Kesimpulan. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square Tests menunjukan ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan perawatan diri pada lansia hipertensi di Desa Bojong Lor Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon dengan nilai Pearson Chi-Square Tests diperoleh p value = 46,587 > Chi-Square tabel = 3.841 yang menunjukkan terdapat hubungan yang positif.
Pengaruh Terapi Reminiscence terhadap Penurunan Tingkat Stres pada Lansia di Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon Noviani; Leya Indah Permatasari; Riza Arisanti Latifah
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.242 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i3.88

Abstract

Pendahuluan. Secara fisiologis dengan bertambahnya usia lansia akan mengalami penurunan pada kesehatannya baik kondisi fisik, sosial dan mental akibat dari adanya proses penuaan. Hal ini juga diikiuti dengan adanya perubahan emosi secara psikologis seperti, kepercayaan diri menurun, depresi, insomnia dan stres. Stres merupakan suatu fenomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap orang. Stres memberikan dampak secara total pada individu seperti dampak fisik, sosial, intelektual, psikologis, dan spiritual. penatalaksanaan untuk mengatasi stres ini dapat diatasi dengan menggunakan terapi alternatif yaitu dengan menggunakan terapi reminiscence. Tujuan penelitian untuk mengetahui adakah pengaruh terapi reminiscence terhadap penurunan tingkat stress pada lansia di Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon. Metode. Menggunakan desain Quasy Experimental Design, dengan pendekatan (One Group Pre-Post Test Design), dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel 38 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan alat ceklist Skala DASS (Depresi Anxiety Stress Scales) sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknis analisa menggunakan Uji Paired Sample T-test. Hasil Penelitian. Berdasarkan hasil Uji Paired Sample T-test diperoleh p-value – 0,000 < a (0,05), artinya ada pengaruh terapi reminiscence terhadap penurunan tingkat stres lansia di Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon. Kesimpulan. Ada pengaruh yang signifikan terapi reminiscence terhadap penurunan tingkat stress lansia di Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon.
The Effect of Rheumatic Exercise on Reducing Joint Pain in The Elderly at Kaliwedi Health Center Cirebon District Tika Wulandari; Leya Indah Permatasari
Plyometric : Jurnal Sains dan Pendidikan Keolahragaan Vol 2 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Prodi Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/ply.v2i1.3477

Abstract

Penyakit rematik adalah penyakit yang menyerang sendi dan struktur atau jaringan penunjang di sekitar sendi. Penyakit rematik yang paling umum adalah osteoarthritis akibat degenerasi atau proses penuaan, remathoid arthritis (penyakit autoimun), dan gout karena asam urat tinggi penyakit ini juga menyerang anggota tubuh yang bergerak, yaitu bagian tubuh yang berhubungan antara yang satu dengan yang lain dengan perantaraan persendian, sehingga menimbulkan rasa nyeri. Semua jenis rematik menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam rematik terhadap penurunan nyeri sendi pada pada lansia di wilayah Puskesmas Kaliwedi Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan quasi-experiment design. Jumlah sampel sebanyak 28 responden yang di ambil menggunakan total sampling. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan menggunakan teknik analisis wilcoxon. Kelompok intervensi senam rematik memperoleh p value 0,001< a (0,05) yang berarti terdapat pengaruh senam rematik terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia. Senam reumatik signifikan mengurangi intensitas nyeri sendi pada subjek lansia.
Pemanfaatan Jahe Dan Pembuatan Jamu Dalam Upaya Menurunkan Hipertensi Sebagai Peluang Usaha Di Desa Kalapadua Majalengka Leya Indah Permatasari; Khueru Patimah
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.11312

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian yang paling tinggi dan merupakan penyakit sillet killer. Jenis penyakit tidak menular yang paling banyak dalami oleh lansia salah satunya hipertensi. Pengobatan hipertensi bisa dilakukan salah satunya menggunakan metode non-farmakologis. Secara nonfarmakologis dengan menggunakan terapi komplementer jenis herbal dengan jenis rimpang salah satunya jahe. Jahe sangat bermanfaat sebagai penurun tekanan darah.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini  untuk menganalisis  efektifitas rebusan jahe dalam menurunkan hipertensi. etode pengabdian pada masyarakat ini dengan menggunakan metode eksperimental dengan menanalisis tekanan darah sebelum dan setelah pemberian rebusan air jahe, serta edukasi pembuatan jamu sebagai peluang usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Kalapadua Majalengka dari Tim Universitas Muhammadiyah Cirebon pada 12 responden lansia dengan hipertensi.Hasil analisis menunjukan terdapat penurunan sistolik 5-10 mmhg dan diastolik 10-15 mmHg pemberian terapi komplementer dengan pemberian rebusan air jahe. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rebusan jahe ini efektif dalam menurunkan tekanan darah.Hasil analisis pemberian rebusan jahe membantu menurunkan tekanan darah. Selama pengobatan, tekanan darah menurun rata-rata 5-10 mmHg sistolik dan 10-15 mmHg.
Pemanfaatan Jahe Dan Pembuatan Jamu Dalam Upaya Menurunkan Hipertensi Sebagai Peluang Usaha Di Desa Kalapadua Majalengka Leya Indah Permatasari; Khueru Patimah
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.11312

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian yang paling tinggi dan merupakan penyakit sillet killer. Jenis penyakit tidak menular yang paling banyak dalami oleh lansia salah satunya hipertensi. Pengobatan hipertensi bisa dilakukan salah satunya menggunakan metode non-farmakologis. Secara nonfarmakologis dengan menggunakan terapi komplementer jenis herbal dengan jenis rimpang salah satunya jahe. Jahe sangat bermanfaat sebagai penurun tekanan darah.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini  untuk menganalisis  efektifitas rebusan jahe dalam menurunkan hipertensi. etode pengabdian pada masyarakat ini dengan menggunakan metode eksperimental dengan menanalisis tekanan darah sebelum dan setelah pemberian rebusan air jahe, serta edukasi pembuatan jamu sebagai peluang usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Kalapadua Majalengka dari Tim Universitas Muhammadiyah Cirebon pada 12 responden lansia dengan hipertensi.Hasil analisis menunjukan terdapat penurunan sistolik 5-10 mmhg dan diastolik 10-15 mmHg pemberian terapi komplementer dengan pemberian rebusan air jahe. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rebusan jahe ini efektif dalam menurunkan tekanan darah.Hasil analisis pemberian rebusan jahe membantu menurunkan tekanan darah. Selama pengobatan, tekanan darah menurun rata-rata 5-10 mmHg sistolik dan 10-15 mmHg.
Model Intervensi Self and Community Empowerment pada Pasien dengan Penyakit Kronis: A Systematic Review Maulida Nurapipah; Leya Indah Permatasari; Rizaluddin Akbar
Jurnal Gawat Darurat Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v4i2.668

Abstract

Penyakit kronis merupakan penyakit yang menjadi beban ganda bagi semua orang di seluruh dunia terutama di Indonesia. Penyakit kronis juga bisa menyebabkan kecacatan dengan menimbulkan gejala-gejala pada penderitanya. Angka kejadian terhadap penyakit kronis di Indonesia semakin mengalami peningkatan berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 dibandingkan dengan hasil riset kesehatan dasar tahun 2013, penyakit kronis tersebut diantaranya yaitu  stroke, kanker, diabetes melitus, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi. Berdasarkan hasil permasalahan diatas, maka pentingnya dilakukan systematic review tentang model intervensi self-dan community empowerment pada klien dengan penyakit kronis. Pencarian literatur dilakukan dnegan beberapa database seperti Google Scholar, EBSCO, PROQUEST dan PubMed, dalam pencarian literatur memiliki kriteria inklusi seperti peer-review artikel tahun publikasi 2009-2019. Berdasarkan analisis dari 10 literatur ditelaah dengan melihat hasil penelitian yang sesuai dengan topik tentang pemberdayaan masyarakat pada pasien dengan penyakit kronis. Mengontrol perilaku hidup merupakan salah satu bentuk tanggung jawab penderita terhadap dirinya sendiri. Salah satu strategi yang digunakan yaitu empowerment  yang bisa dikembangkan pada penderitapenyakit kronis untuk meningkatkan kontrol terhadap penyakitnya dengan cara meningkatkan aktivitas fisik, memperbaiki pola makan sehat dan meningkatkan kesehatan mental yang lebih baik dan sejahtera. Berdasarkan hasil telaah literatur yang dilakukan, bahwa model self-dan community empowerment pada masyarakat sangatlah penting dilakukan di pelayanan kesehatan primer utamanya oleh perawat komunitas, hal tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan penyakit kronis dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merubah pola hidup dengan yang baik juga dapat menurunkan angka kejadian penyakit kronis.
Studi Kasus Penerapan Intervensi Terapi Genggam Bola Karet pada Pasien Stroke Permatasari, Leya Indah; Ayudiefa, Ditta; Salsabillah, Mita; Frastica, Vica
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4326

Abstract

Stroke merupakan suatu penyakit yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak sehingga terjadi gangguan pada motorik dan sensorik yang mengakibatkan otot serta keseimbangan melemah. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot tangan, koordinasi motorik halus, dan mobilitas fungsional pada pasien stroke yang mengalami kelemahan otot di salah satu sisi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas terapi genggam bola karet terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan Ny. K dengan stroke. Metode pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi serta studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen penelitian berupa format instrument pengkajian keperawatan keluarga dengan pendekatan asuhan keperawatan mulai pengkajian sampai evaluasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah klien diberikan terapi genggam bola karet terbukti efektif untuk meningkatkan kekuatan otot klien stroke. Simpulan setelah diberikan asuhan selama 3 hari dengan memberikan intervensi terapi genggam bola karet terdapat peningkatan kekuatan otot sebelum dan setelah diberikan intervensi.