Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Fenomena Marriage is Scary Dilihat dari Perspektif Kestabilan Finansial Generasi Muda Sherlly Nur Cahyati; Tri Ratna Pamikatsih
ASSET: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/asset.v8i2.12484

Abstract

Fenomena marriage is scary menjadi isu yang cukup kuat di kalangan generasi muda, terutama karena munculnya rasa takut terhadap perceraian, ketidaksetiaan, serta ketidaksiapan dalam menghadapi tanggung jawab rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut dari sisi kestabilan finansial generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada sejumlah subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor finansial dipandang sebagai aspek paling dominan dalam menentukan kesiapan menikah generasi muda. Beberapa indikator yang dianggap penting dalam kestabilan finansial  mencakup penghasilan tetap, pengeluaran yang terkontrol, kemampuan mencukupi kebutuhan sehari-hari, serta adanya tabungan atau dana darurat. Selain itu, gaya hidup sederhana dan kebiasaan mengelola keuangan dengan baik turut mendukung kestabilan finansial, sementara rendahnya literasi keuangan justru memperkuat kecemasan terhadap pernikahan. Faktor eksternal, seperti paparan media sosial yang sering menyoroti kegagalan rumah tangga, serta tekanan sosial yang menuntut menikah pada usia tertentu, semakin memperbesar keraguan generasi muda. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fenomena marriage is scary terbentuk melalui interaksi faktor internal dan eksternal, dengan kestabilan finansial berperan sebagai faktor kunci yang memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap pernikahan. Kata Kunci : Generasi Muda, Kestabilan Finansial, Marriage Is Scary
Efektivitas Kinerja Part-Time terhadap Efisiensi Operasional UMKM, Daerah Gonilan Marsshanda Kartika Sari; Tri Ratna Pamikatsih
Jurnal Transformasi Bisnis Digital Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Transformasi Bisnis Digital (JUTRABIDI)
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jutrabidi.v3i1.1208

Abstract

This study aims to review the perspectives of MSME owners in the Gonilan area, particularly regarding part-time workers and their use in improving operational cost efficiency. The Gonilan area is known to have many MSMEs operating in various sectors, making this study relevant for understanding the challenges they face. A qualitative method was chosen so that the researcher could conduct in-depth interviews with three MSME owners. The informants were selected because they employed both full-time and part-time workers. The interview results showed that part-time workers were effective in reducing operational costs, such as more flexible hourly wages, although there were some disadvantages. The main disadvantages of part-time workers included lack of experience and limited working hours, which could be overcome through extra training and clear task distribution so that they could focus and increase productivity. The study concluded that the use of part-time workers has a significant impact on the operational cost efficiency of MSMEs, helping owners navigate the market without excessive financial burdens and encouraging long-term business growth.