Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Industri Perikanan di Indonesia Arsandi, Sanda Aditiya; Afriyanto, Alan; Kumalasari, Vita
Nekton Vol 2 No 1 (2022): March
Publisher : Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.333 KB) | DOI: 10.47767/nekton.v2i1.312

Abstract

Indonesia, with one of the highest marine biodiversity in the world, has great fishery potential. This research is quantitative research that desires in knowing the factors that influence the growth of the fishing industry in Indonesia. Industrial growth is measured through the parameters of aquaculture and capture fisheries products. To find the causal factors, correlation tests were conducted on several variables representing internal factors (number of fleets and number of aquaculture households), environment (aquaculture area), economic indicators (consumer price index and inflation), government policies (human development index), population (population density), and law (risk of the population being exposed to criminal acts). The test was carried out using correlation analysis on 2014-2016 data in 34 provinces. The result is that internal and environmental factors have a significant positive effect on the fishing industry. On the other hand, economic factors have no significant effect. Meanwhile, partially HDI has a significant negative effect on capture fisheries products, while population density and the risk of the population being exposed to criminal acts have a significant negative effect on aquaculture results.
Potret Edukasi Perpajakan di Wilayah Perbatasan Kalimantan Utara: Evaluasi dan Tantangan yang Dihadapi Afriyanto, Alan; Ahmad, Nyarwi
Jati: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia JATI Vol 5, No 2: October 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jati.v5i2.14086

Abstract

Hingga saat ini belum terdapat aturan khusus tentang strategi edukasi perpajakan di wilayah perbatasan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi edukasi yang dikembangkan di wilayah perbatasan beserta tantangannya. Selain itu, artikel ini juga akan mengevaluasi sejauh mana efektivitas strategi edukasi yang telah dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak di perbatasan. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan dipilih sebagai kasus kajian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil pengolahan, artikel ini menyajikan hasil temuan sebagai berikut. Tim Penyuluh KPP Pratama Tarakan telah berupaya mengembangkan strategi-komunikasi untuk mengedukasi wajib pajak di wilayah perbatasan berdasarkan PER-03/PJ/2013. Meskipun demikian, mereka masih menghadapi lima tantangan utama, yaitu akses lokasi yang sulit, terbatasnya sarana dan prasarana, kualitas sumber daya manusia yang masih rendah, perbedaan budaya, dan kesadaran tentang pajak yang masih rendah. Secara umum strategi edukasi yang telah dilakukan sudah efektif. Terbukti, jumlah wajib pajak bayar Pajak Penghasilan dan lapor Surat Pemberitahuan Tahunan di daerah Nunukan pada tahun 2019 meningkat sebesar 10,56%, dibandingkan dengan tahun 2018.
Evaluasi Penerapan Metode Segmentasi Wajib Pajak: Studi Kasus Kantor Pelayanan Pajak Pratama Temanggung Afriyanto, Alan; Suwardi, Eko
Jati: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia JATI Vol 6, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jati.v6i1.17946

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menganalisis penerapan metode segmentasi dan menemukan kendala dalam penerapan metode segmentasi. Kebaruan penelitian ini adalah sudut pandang penelitian dari otoritas pajak; menggunakan teori risiko kepatuhan; dan dianalisis dari dua kategori wajib pajak (strategis dan lainnya/kewilayahan). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Temanggung (KPP Pratama Temanggung) dipilih sebagai studi kasus. Data dikumpulkan melalui tiga cara, yaitu wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut KPP Pratama Temanggung telah mencoba mengembangkan metode segmentasi berdasarkan SE-07/PJ/2020. Namun, mereka masih menghadapi lima tantangan utama, yaitu validitas data yang rendah; rendahnya pemahaman tentang pajak yang dimiliki sebagian besar wajib pajak; wilayah kerja memiliki medan yang berat; teknologi yang digunakan masih terbatas; dan tidak ada pemetaan pegawai. Secara umum metode segmentasi untuk wajib pajak strategis belum efektif, sedangkan metode segmentasi untuk wajib pajak lainnya sudah efektif meningkatkan penerimaan pajak. Berdasarkan temuan tersebut, implikasi dari penelitian ini adalah hasil penelitian mendukung teori risiko kepatuhan; DJP harus segera membuat regulasi terkait kerja sama dengan pemerintah daerah; dan DJP sebaiknya segera menyempurnakan aturan SE-07/PJ/2020.
Evaluation of The Threshold for Taxable Enterprises in Indonesia: Impact and Proposal Using Institutional Theory Afriyanto, Alan; Hidayah, Siti Noor Aini
Jati: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia JATI Vol 8, No 2: October 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jati.v8i2.24792

Abstract

This research was conducted to analyze the impact of implementing the Taxable Entrepreneurs (PKP) threshold of IDR4,800,000,000.00. The novelty of this research is using institutional theory, proposing new Value Added Tax (VAT) collection mechanism, and calculating the potential VAT from the threshold revision. This research is qualitative research with a case study approach. This study uses an interactive analysis model. Data was collected in three ways, namely in-depth interviews, qualitative observation, and documentation studies. The Sub-Directorate of VAT Regulations, Services and Other Indirect Taxes was chosen as the research site. There were six sources in this study, namely the Head of Sub-Directorate, Head of Section, Strategic Account Representative, Regional Account Representative, and lecturers. The findings in this research are that the high threshold results in the VAT tax base being eroded; often misused to avoid taxes; and reduced the amount of Tax Invoice data for supervisory activities. Based on research findings, policy makers in the Directorate General of Taxes (DGT) should immediately revise PMK-197/2013 and PMK-164/2023 by lowering the threshold to IDR600,000,000.00 and creating a new VAT mechanism, namely with a margin scheme of 1.1%.