Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS KEBERAGAMAN DAN UPAYA PEMANFAATAN PANTAI SINE SEBAGAI BENTUK PENGEMBANGAN USAHA MASYARAKAT PESISIR PANTAI MIFTAH KUSUMA DEWI
Bahasa Indonesia Vol 4 No 01 (2024): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v4i01.929

Abstract

Pantai sine merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung. Keberagaman pariwisata Pantai Sine memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung dan menjadi salah satu dari sekian banyak sektor pariwisata yang diunggulkan di Kabupaaten Tulungagung. Kekayaan alam berupa laut dan cakupan wilayah yang cukup luas memiliki peranan penting untuk perkembangan ekonomi masyarakat di sekitar pesisir pantai Sine melalui pemanfaatan sumber daya alam di Pantai Sine sebagai bentuk pengembangan usaha masayarakat. Dalam proses pengembangananya diperlukan strategi yang tepat dari berbagai pihak agar dapat berkembang dan meningkatkan kunjungan bagi para wisatawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, yang mana penelitian deskriptif ini mengilustrasikan masalah pada suatu kondisi, serta cara menghadapi situasi tersebut, dan bagaimana menghubungkan antara kegiatan, serta bagaimana proses yang sedang dijalankan.sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi untuk menggali informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan. Kata kunci : Keberagaman, Pantai Sinne, Pemanfaatan, Pengembangan Usaha
Dampak Kekerasan Orang tua Terhadap Psikologis Anak MIFTAH KUSUMA DEWI
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2024): Al-Athfal: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v4i2.1093

Abstract

Abstrak: Kekerasan terhadap seorang anak merupakan salah satu kasus yang paling dominan dan banyak dijumpai kapanpun, dimanapun, hampir disetiap tempat di seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini menjadi sangat ironis, mengingat anak yang- notabene generasi penerus bangsa, seharusnya mendapatkan kasih sayang orangtua, bimbingan serta pendidikan yang penuh cinta kasih. Metodologi Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya melalui observasi terlbat, wawancara mendalam dan studi dokumentasi sedangkan analisis penelitian yang digunakan melalui analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dampak dari kekerasan orang tua terhadap anak yang paling banyak terjadi di masyarakat adalah kekerasan secara psikologis. Kekerasan psikologis adalah kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap mental korban dengan cara membentak, menyumpah, mengancam, merendahkan,: memerintah, melecehkan, menguntit, dan memata-matai, atau tindakan-tindakan lain yang menimbulkan rasa takut (termasuk yang diarahkan kepada orang-orang dekat korban, misalnya keluarga, anak, suami, teman, atau orangtua).Tindak kekerasanpsikologis yang dialami oleh anak didik ternyata belum berakhir. Dalam kenyataan masih banyak kita lihatadanya bentakan, ejekan dan bahkan hukuman yang diberikan oleh para pendidik terhadap anak didik yang melakukan pelanggaran tata tertib. Dampak lainnya dari kasus kekerasan terhadap anak yaitu terhambatnya perkembangan psikologis anak baik itu secara kognitif, afektif maupun psikomotor.
Pengaruh Kemajuan Teknologi Terhadap Perilaku Sosial MIFTAH KUSUMA DEWI
Bahasa Indonesia Vol 5 No 03 (2024): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v5i03.1167

Abstract

Abstract Technology develops very quickly so that it has a significant impact on society. In the process of its development, technology has positive and negative impacts on society. Technological developments also affect patterns of human behavior. Technology is a tool that can facilitate solving problems in everyday human life. Human life can be helped by technology that is used wisely, but it will cause humans to experience various problems if it is not used according to its function. Technology facilitates human activities by meeting the needs they need for their survival. Technological developments can change social interaction to be more open. Moral degradation can occur due to technological developments that are not filtered and make the morale of the nation's next generation worse off. Various efforts can be made to address the impacts that occur due to technology that continues to develop. The use of technology in a positive direction is one of the efforts that can be made in reducing the negative impact of technology. Keywords: Impact, Technological Development, Social Behavior
PENINGKATKAN MINAT BACA BAGI SISWA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH MIFTAH KUSUMA DEWI
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i01.1402

Abstract

Membaca adalah aktivitas yang menjadi kebutuhan pokok kegiatan setiap hari, Membaca merupakan upaya untuk mendapatkan informasi sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan keterampilan. Menbaca juga mampu meningkatkan kemampuan untuk memahami kata-kata dan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan menghasilkan ide-ide baru. Membaca sebenarnya kegiatan yang cukup mudah dan ringan tapi pada kenyataannya jarang sekali dilakukan oleh banyak siswa. Minat baca siswa yang rendah disebabkan kurangnya pemahaman akan pentingnya manfaat membaca dan kurangnya motivasi diri dan dukungan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu program literasi sekolah perlu diterapkan agar menjadi sarana mengenal, memahami dan memperdalam ilmu yang didapat siswa di sekolah. Dengan gerakan literasi sekolah, diharapkan sekolah bisa menjadi taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar mampu mengelola informasi dan pengetahuan sehingga pengetahuan siswa menjadi luas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji isi dari artikel yang telah dipilih untuk melihat hasil dari penerapan progam literasi sekolah dalam upaya meningkatkan minat baca siswa. Hasil dari analisis beberapa tulisan dan jurnal bahwa Gerakan Literasi Sekolah dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Dan juga terdapat beberapa kegiatan untuk meningkatkan minat baca anak melalui gerakan litersi sekolah diantaranya adalah membiasakan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, menyediakan sudut baca, membuat pohon literasi di kelas, menyediakan layanan perpustakaan yang nyaman, memberdayakan mading sekolah, mosterisasi sekolah, mengadakan perlombaan literasi antar kelas.
MELATIH KEMAMPUAN MOTORIK DAN KOGNITIF PADA PERKEMBANGAN ANAK MASA PRASEKOLAH MIFTAH KUSUMA DEWI
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i02.1492

Abstract

Abstrak Perkembangan fisik motorik anak adalah aspek penting dalam memahami tahapan pertumbuhan dan perkembangan mereka, khususnya pada masa prasekolah. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan fisik motorik anak serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan fokus pada konteks latihan kemampuan motorik dan kognitif pada anak masa prasekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur dari berbagai sumber terpercaya yang membahas tentang perkembangan fisik motorik anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan fisik motorik anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan fisik, stimulasi sensorik, dan faktor genetik. Pembahasan hasil penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya memperhatikan perkembangan fisik motorik anak dalam proses pendidikan dan perawatan anak masa prasekolah. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan fisik motorik anak serta keterkaitannya dengan perkembangan kognitif, pendekatan holistik dalam melatih kemampuan motorik dan kognitif pada anak masa prasekolah dapat memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan optimal mereka. Kata Kunci : Prasekolah; Perkembangan anak; Kemampuan motorik; Kemampuan kognitif
Pendidikan Agama Islam dalam Konteks Multikultural: Strategi Menanamkan Toleransi Sejak Dini Miftah Kusuma Dewi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.8415

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) not only shapes students' faith but also plays a crucial role in instilling an attitude of tolerance in a pluralistic society. In Indonesia's multicultural context, instilling values ​​of tolerance from an early age is an urgent need given the increasing incidence of intolerance, including in educational settings. Studies on the integration of tolerance values ​​into PAI at the early childhood and primary education levels are still limited. Previous research has focused more on secondary and general education, while the role of PAI teachers as agents of religious moderation and the application of experiential learning in early childhood has not been comprehensively studied. This study aims to analyze strategies for integrating tolerance values ​​into PAI learning from early childhood to primary education. Using a descriptive qualitative approach based on literature studies, the discussion focuses on the integration of multicultural values ​​into the PAI curriculum, the role of teachers, and contextual learning methods in developing inclusive character. The results indicate that effective strategies include inclusive curriculum development, experiential learning, teacher role models, and school-family collaboration in fostering a culture of tolerance. Theoretically, this study contributes to formulating a conceptual framework for PAI-based tolerance education that combines multicultural perspectives and religious moderation. Practically, this research offers a learning strategy model that teachers can implement and can serve as a reference for developing a multicultural Islamic Religious Education (PAI) curriculum. Thus, PAI, grounded in the principle of rahmatan lil 'alamin (blessing for the universe), has strategic potential in developing a generation capable of living harmoniously amidst diversity.
The Pengembangkan Karakter Anak Usia Dini Melalui Pendidikan berbasis Budaya Lokal Di RA Hidayatul Athfal Prambon Nganjuk: Pengembangkan Karakter Anak Usia Dini Melalui Pendidikan berbasis Budaya Lokal Di RA Hidayatul Athfal Prambon Nganjuk Miftah Kusuma Dewi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.8418

Abstract

This study aims to describe the character development of early childhood through local cultural education at RA Hidayatul Athfal Prambon Nganjuk. The background of this study departs from the phenomenon of decreasing knowledge and love of children for regional culture due to the influence of globalization and technological developments. Introducing local culture from an early age is believed to be able to foster a sense of love for the homeland, responsibility, and pride in national identity. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation of teachers and learning activities. Data analysis was carried out descriptively by examining data from observations and interviews which were then categorized based on the research focus. The results of the study indicate that the character development of early childhood at RA Hidayatul Athfal is carried out through various activities based on local culture, such as wearing traditional clothing, playing traditional games, making crafts from natural materials, dancing regional dances, and visiting historical sites. These activities have proven effective in fostering character values ​​such as discipline, cooperation, responsibility, love of the homeland, and respect for national culture. Local cultural education is not only a means of preserving traditional values, but also serves as a medium for developing noble character aligned with the Pancasila Student Profile, particularly in the context of global diversity. Therefore, integrating local cultural education into early childhood education institutions is a strategic step in developing a young generation with identity, character, and a love for their nation.