Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam memahami konsep konservasi yang kontekstual dan kurangnya bahan ajar yang memuat nilai-nilai lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran biologi berbasis kearifan lokal Papua dengan menerapkan model Inquiry Learning pada materi konservasi keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development model Borg and Gall yang dimodifikasi hingga tahap uji coba terbatas. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas X SMA Negeri 1 Serui dan 2 orang guru mata pelajaran Biologi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respons siswa, dan tes hasil belajar pretest dan posttest. Hasil validasi dari ahli materi menunjukkan nilai rata-rata 92,5%, ahli media 90%, dan praktisi pendidikan 91%, yang semuanya berada dalam kategori “sangat valid”. Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 62,3 dan posttest meningkat menjadi 84,7, dengan N-Gain sebesar 0,59 kategori sedang. Sementara itu, respons siswa terhadap modul mencapai 92% dalam kategori sangat positif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal serta kontribusi praktis berupa modul biologi inovatif yang kontekstual dan aplikatif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konservasi keanekaragaman hayati di Papua.