Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Wayang Kulit Dalam Penguatan Kebudayaan Nasional Artik, Artik
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah  yang diteliti adalah Peran Kesenian Tradisional Wayang Kulit di Desa Bulusan di mana keberadaan Wayang Kulit   sebagai  media ritual (merti desa) tetap dilestarikan. Walaupun bersaing dengan kesenian modern namun kesenian wayang kulit tetap diuri-uri dan dipentaskan setiap satu tahun sekali. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui  perkembangan wayang kulit di Desa Bulusan Kecamatan Tembalang. 2) Untuk mengetahui peran wayang kulit di masyarakat Desa Bulusan yang  hubungannya  pendidikan moral. 3) Untuk mengetahui bagaimana peran wayang kulit dalam penguatan kebudayaan  nasional di Desa Bulusan . Hasil penelitian tentang peran wayang kulit dalam penguatan kebudayaan nasional di desa Bulusan ini diharapkan  menjadi bahan masukan dan menambah wawasan bagi penulis dan  bagi pembacanya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif  yang  menggambarkan di mana peneliti berusaha mengungkapkan  suatu fenomena/ obyek yang terjadi secara terus- menerus tanpa memberikan suatu perubahan  pada obyek yang bersangkutan. Tempat penelitian  ini dilaksanakan di wilayah Desa Bulusan Kecamatan Tembalang Semarang. Adapun waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni  sampai dengan Agustus 2012. Dari hasil pengumpulan data,  peneliti memperoleh data sebagai berikut bahwa: Peran wayang Kulit Dalam Penguatan Kebudayaan Nasional Di Desa Bulusan Kecamatan Tembalang  cukup bagus/cukup berperan. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya pagelaran wayang kulit di desa tersebut. Adapun kesimpulan dari skripsi ini yaitu : 1) Perkembangan wayang kulit di desa Bulusan Tembalang masih dipertahankan kelestariannya walaupun bersaing dengan kesenian modern. 2) Wayang kulit cukup berperan terhadap pendidikan moral masyarakat Desa Bulusan terbukti di sana masih ada gotong –royong, musyawarah , kegiatan sosial. 3) Kesenian wayang kulit di Desa Bulusan cukup berperan dalam penguatan kebudayaan nasional yaitu dengan adanya modifikasi musik, lagu, dan kepandaian dalang dalam menyampaikan cerita menambah antusias masyarakat untuk menyaksikan dan memahami cerita dari wayang tersebut. Kata Kunci : Peran, Wayang Kulit, Kebudayaan, Nasional
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Kelas IV Pada Mata Pelajaran Matematika Sekolah Dasar Nashiroh, Faridatun; Desstya, Anatri; Artik, Artik
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i2.2629

Abstract

The research aims to improve the critical thinking skills of fourth grade elementary school students in mathematics subjects by applying the Problem Based Learning (PBL) learning model. The method used in the research is classroom action research (PTK), with 2 cycles, each consisting of planning, implementation, observation and reflection stages. This research's data collection techniques include test techniques and non-test techniques. The test technique is a pretest-posttest in the form of multiple choices. Non-test techniques include observation, questionnaires and documentation. The research was conducted on 23 Class IV students at SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan Colomadu. The data analysis technique was quantitative descriptive analysis. The results of this research show that the critical thinking abilities of fourth grade elementary school students have improved through the application of the PBL learning model in mathematics lessons. This can be seen from the pre-cycle to the second cycle with the initial average increasing from 51.1 to 77.9 (up 26.8), while the percentage increased from 54.89% to 84.56% (up 29.67%). The number of students who completed also increased from 3 to 23. Therefore, students' critical thinking skills increased significantly during the implementation of the PBL model from pre-cycle to cycle II. The results of the hypothesis test obtained a significance probability of 0.019 < 0.05 in cycle I and 0.004 < 0.05 in cycle II, so Ha was accepted, which means an increase in the critical thinking skills of fourth grade elementary school students was found by implementing the PBL model in mathematics lessons.
Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa melalui Model Pembelajaran Project Based Learning: Studi pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Ainurrohman, Muhammad Thoha; Desstya, Anatri; Artik, Artik
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2024): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v5i2.418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik kelas IV di SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran IPA. Kedisiplinan merupakan aspek penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini, karena tidak hanya berdampak pada perkembangan pribadi anak, tetapi juga membentuk dasar bagi individu yang lebih disiplin dan tangguh di masa depan. Dalam penelitian ini, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melibatkan subjek peserta didik kelas IV di SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar. Metode pengumpulan data mencakup observasi, angket, dan wawancara, dengan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL pada mata pelajaran IPA mampu signifikan meningkatkan kedisiplinan peserta didik, dengan rata-rata peningkatan dari 57% pada pra-tindakan menjadi 83% pada siklus II. Angka ini melebihi standar keberhasilan yang ditetapkan sebesar 70%, menegaskan bahwa PjBL merupakan pendekatan yang efektif dalam mendisiplinkan peserta didik di jenjang sekolah dasar. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam konteks pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk membentuk karakter dan kedisiplinan anak-anak sejak dini, yang akan berdampak positif pada perkembangan mereka sebagai individu di masa depan.