Agustin, Daniel
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Digital Asceticism: Reimagining Christian Education in an Age of Digital Distraction Agustin, Daniel; Berebon, Charles; Kaunang, Margarita
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 6 No. 1: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/5prp4t09

Abstract

In an era defined by digital saturation, understood not merely as the prevalence of technology but as a cultural state of pervasive distraction and fragmented attention, Christian education faces unprecedented challenges in fostering deep spiritual formation. This environment often treats attention as a commodity, thereby undermining the contemplative practices essential for discipleship. This paper proposes digital asceticism, a deliberate and theologically grounded approach to minimizing technological interference, as an essential framework for reimagining Christian pedagogy. The study employs an interdisciplinary methodology, conducting a systematic synthesis of theological literature drawing on ascetic traditions from the Desert Fathers to Bonhoeffer with contemporary philosophical critiques of technology from Ellul and Borgmann and an analysis of qualitative case studies from Christian educational settings implementing tech-fast pedagogies. The analysis reveals that uncritical adoption of digital tools correlates with fragmented attention and eroded communal worship. Conversely, the case studies demonstrate that interventions such as device-free Scripture memorization and analog-based liturgies yield tangible outcomes including improved scriptural recall, deeper cognitive engagement, and enhanced relational intimacy within learning communities. The study concludes that digital restraint functions not as a rejection of technology but as a form of resistance against the idolatry of efficiency, creating essential space for attentiveness to the Holy Spirit. The paper concludes by advocating for a via media and offers actionable principles for educators including curated digital curriculums and the design of sacred spaces free from screens. By integrating ancient ascetic wisdom with contemporary educational needs, this research provides a prophetic and practical counter-narrative to the uncritical digitization of faith formation. Keywords: Christian education; contemplative pedagogy; digital asceticism; spiritual formation; technology and discipleship Abstrak Di era yang ditandai oleh saturasi digital dipahami bukan sekadar sebagai meluasnya teknologi, melainkan sebagai kondisi budaya yang penuh dengan distraksi dan perhatian yang terfragmentasi, pendidikan Kristen menghadapi tantangan yang belum pernah ada sebelumnya dalam menumbuhkan pembentukan spiritual yang mendalam. Lingkungan ini kerap memperlakukan perhatian sebagai komoditas, sehingga melemahkan praktik-praktik kontemplatif yang sangat penting bagi pemuridan. Artikel ini mengusulkan asketisme digital, yakni suatu pendekatan yang disengaja dan berakar secara teologis untuk meminimalkan gangguan teknologi, sebagai kerangka yang esensial dalam menggagas ulang pedagogi Kristen. Penelitian ini menggunakan metodologi interdisipliner melalui sintesis sistematis terhadap literatur teologi, yang menggali tradisi asketis dari para Bapa Padang Gurun hingga Bonhoeffer, dikombinasikan dengan kritik filosofis kontemporer tentang teknologi dari Ellul dan Borgmann, serta analisis studi kasus kualitatif dari lembaga pendidikan Kristen yang menerapkan pedagogi tech-fast. Hasil analisis menunjukkan bahwa adopsi alat digital secara tidak kritis berkorelasi dengan perhatian yang terfragmentasi dan melemahnya ibadah komunal. Sebaliknya, studi kasus memperlihatkan bahwa intervensi seperti hafalan Kitab Suci tanpa perangkat digital dan liturgi berbasis analog menghasilkan dampak nyata, mencakup peningkatan daya ingat terhadap teks Alkitab, keterlibatan kognitif yang lebih dalam, dan keintiman relasional yang lebih erat dalam komunitas belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian diri secara digital tidak berfungsi sebagai penolakan terhadap teknologi, melainkan sebagai bentuk perlawanan terhadap penyembahan berhala efisiensi, yang menciptakan ruang penting bagi kepekaan terhadap karya Roh Kudus. Artikel ini diakhiri dengan mengadvokasi via media dan menawarkan prinsip-prinsip aplikatif bagi para pendidik, termasuk kurikulum digital yang terseleksi dan perancangan ruang-ruang sakral yang bebas dari layar. Dengan mengintegrasikan kearifan asketis kuno dan kebutuhan pendidikan kontemporer, penelitian ini menghadirkan narasi tandingan yang profetis sekaligus praktis terhadap digitalisasi pembentukan iman yang tidak kritis. Kata Kunci: asketisme digital; pendidikan Kristen; pembentukan spiritual; pedagogi kontemplatif; teknologi dan pemuridan