Ramadhan, Harmansyah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAGHRIB MENGAJI: STUDI MAGHRIB MENGAJI ASYIQ KELURAHAN LADANG BAMBU MEDAN Ramadhan, Harmansyah; hasanah, Lailatul; Ananda Putri, Mia
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 2 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i2.240-248

Abstract

Sebagaimana diketahui bahwa mempelajari Al-Qur’an hukumnya adalah Fardhu’ain. Maka dari itu ada banyak sarana pendidikan yang menyajikan pendidikan Al-Qur’an baik itu formal maupun non-formal. Salah satu sarana pendidikan Al-Qur’an yang non-formal adalah maghrib mengaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mendasari terbentuknya maghrib mengaji, implementasi pembelajaran pada maghrib mengaji serta manfaatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles and huberman, berupa kegiatan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data serta memverifikasi data dan menarik kesimpulan. Setelah data diperoleh, peneliti mengadakan membercheck untuk menguji keabsahan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mendasari terbentuknya maghrib mengaji Asyiq adalah  keinginan pribadi dari seorang guru mengaji atas dasar kesadaran untuk mengajarkan Al-Qur’an. Adapun dasar-dasar lainnya, berupa: 1) Hadis Nabi SAW; 2) Anak-anak yang masih buta akan huruf Hijaiyah; 3) dan adanya program dari pemerintah serta peraturan Walikota Medan No. 37 tahun 2018. Pembelajaran Al-Qur’an pada maghrib mengaji Asyiq dilakukan dengan metode Iqra’. Sedangkan pembelajaran tambahannya seperti keislaman dilakukan dengan cara memberikan pemahaman dan penjelasan materi yang dibarengi dengan praktek secara langsung. Adapun manfaat dari program maghrib mengaji Asyiq di kelurahan Ladang Bambu medan, yakni: 1) Tempat untuk belajar baca dan tulis Al-Qur’an; 2) Tempat untuk mengasah kemampuan anak-anak; 3) Tempat belajar tata krama dan etika; 4) Tempat belajar dasar-dasar agama.
Analysis of The Islamic Education Curriculum at Tadika Al-Fikh Orchard Bukit Mertajam Pulau Pinang Ramadhan, Harmansyah; Rahman, Abd
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v7i2.12773

Abstract

This research aims to analyze the Islamic education curriculum at Tadika Al-Fikh Orchard Bukit Mertajam Pulau Pinang in the form of structure, teaching materials, and teaching methods of the curriculum implemented. This type of research is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, and documentation of research objects. The data was analyzed using the Miles and Huberman model and the validity of the data using data triangulation techniques. The results of this research show that the Islamic education curriculum at Tadika Al-Fikh Orchar Bukit Mertajam prioritizes learning Islamic values, the Koran, worship, morals, and Arabic. The curriculum structure is comprehensive, providing the foundation of Islamic religion, ethics, and morals, aimed at forming a noble personality based on the Koran and Sunnah. The components include goals and vision, introduction to faith, introduction to the Koran, habituation of morals, introduction to worship, daily prayers, and knowledge of Islamic history. Teaching materials are adapted to the age development of students, arranged in the subjects of the Koran, creed, worship, morals, and Islamic history. Creative and effective teaching methods such as student-centered learning, hands-on activities, learning through play, inquiry, and contextual methods are used to make learning interesting, interactive, and relevant to children's daily lives. This research provides in-depth insight into the curriculum, structure, teaching materials, and teaching methods at Tadika Al-Fikh Orchard Bukit Mertajam, potentially improving the quality of Islamic education for preschool-age children in similar institutions.
MAGHRIB MENGAJI: STUDI MAGHRIB MENGAJI ASYIQ KELURAHAN LADANG BAMBU MEDAN Ramadhan, Harmansyah; hasanah, Lailatul; Ananda Putri, Mia
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 2 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i2.240-248

Abstract

Sebagaimana diketahui bahwa mempelajari Al-Qur’an hukumnya adalah Fardhu’ain. Maka dari itu ada banyak sarana pendidikan yang menyajikan pendidikan Al-Qur’an baik itu formal maupun non-formal. Salah satu sarana pendidikan Al-Qur’an yang non-formal adalah maghrib mengaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mendasari terbentuknya maghrib mengaji, implementasi pembelajaran pada maghrib mengaji serta manfaatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles and huberman, berupa kegiatan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data serta memverifikasi data dan menarik kesimpulan. Setelah data diperoleh, peneliti mengadakan membercheck untuk menguji keabsahan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mendasari terbentuknya maghrib mengaji Asyiq adalah  keinginan pribadi dari seorang guru mengaji atas dasar kesadaran untuk mengajarkan Al-Qur’an. Adapun dasar-dasar lainnya, berupa: 1) Hadis Nabi SAW; 2) Anak-anak yang masih buta akan huruf Hijaiyah; 3) dan adanya program dari pemerintah serta peraturan Walikota Medan No. 37 tahun 2018. Pembelajaran Al-Qur’an pada maghrib mengaji Asyiq dilakukan dengan metode Iqra’. Sedangkan pembelajaran tambahannya seperti keislaman dilakukan dengan cara memberikan pemahaman dan penjelasan materi yang dibarengi dengan praktek secara langsung. Adapun manfaat dari program maghrib mengaji Asyiq di kelurahan Ladang Bambu medan, yakni: 1) Tempat untuk belajar baca dan tulis Al-Qur’an; 2) Tempat untuk mengasah kemampuan anak-anak; 3) Tempat belajar tata krama dan etika; 4) Tempat belajar dasar-dasar agama.