Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Growing Insight In Public Relations Marketing In Housewives Who Are Owners Of Small Micro Businesses In Bulusan Semarang City Nunik Kusnilawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 5 No 2 (2024): Teknologi Tepat Guna (JPTTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v5i2.1782

Abstract

: To be able to become a strong and reliable entrepreneur, hard skills and soft skills are needed, this is also needed by micro-small businesses. Marketing public relations is needed as knowledge to open insight for every entrepreneur so that they can develop, because knowledge about marketing public relations will support success in producing and marketing products through product image and business image. Based on observations of micro-small scale businesses in Bulusan Subdistrict, Tembalang District, Semarang, suboptimal business performance is related to limited knowledge about creating product images and business images to build relationships with consumers and understand their needs. By developing insight into marketing public relations, it is hoped that they will become aware of the strategic role and importance of product image and business image, so that they will ultimately be able to market products/services to meet consumer needs in a sustainable manner. Keywords: insight into marketing public relations, business image, product image
Menumbuhkan Keterampilan Menjual (Selling Skill) Untuk Ibu Rumah Tangga Pelaku Usaha Mikro-Kecil Di Kelurahan Pendrikan Lor Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang Nunik Kusnilawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 2 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i2.2017

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang ditangani dalam pengabdian masyarakat ini adalah adanya kesenjangan antara keinginan memiliki usaha yang sukses dengan ketiadaan keterampilan untuk menjual. Penjualan produk/jasa usaha mikro/kecil di Kelurahan Pendrikan Lor belum disesuaikan dengan kondisi pasar, sehingga cenderung menggunakan kiat-kiat maupun strategi konvensional. Solusi penyelesaian masalah tersebut adalah dengan menumbuhkan penguasaan selling skills, yang memiliki peran sangat strategis bagi mitra. Metode yang digunakan meliputi ceramah tentang selling skill, simulasi dan contoh praktis menjual produk, diskusi dan tanya jawab, teknik memilih cara menjual produk / jasa sesuai dengan karakteristik produk / jasa, serta konsultasi (online) lanjutan setelah berakhirnya sesi tatap muka.. Kegiatan ini memanfaatkan pre-test serta post-test untuk sarana evaluasi ketercapaian tujuan, dengan cara menyandingkan hasil kedua alat tersebut yang berbasis pada persepsi mitra. Hasil penyandingan data tersebut menunjukkan capaian keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sesuai yang direncanakan. Luaran kegiatan yang berdampak langsung pada mitra meliputi perbaikan pengetahuan dan keterampilan menjual (selling skill), peningkatan efektifitas dan efisiensi waktu penjualan, dan percepatan perputaran modal usaha. Kata kunci : sumber daya manusia, selling skill, usaha mikro-kecil
Growing Insight In Public Relations Marketing In Housewives Who Are Owners Of Small Micro Businesses In Bulusan Semarang City Nunik Kusnilawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 5 No 2 (2024): Teknologi Tepat Guna (JPTTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v5i2.1782

Abstract

: To be able to become a strong and reliable entrepreneur, hard skills and soft skills are needed, this is also needed by micro-small businesses. Marketing public relations is needed as knowledge to open insight for every entrepreneur so that they can develop, because knowledge about marketing public relations will support success in producing and marketing products through product image and business image. Based on observations of micro-small scale businesses in Bulusan Subdistrict, Tembalang District, Semarang, suboptimal business performance is related to limited knowledge about creating product images and business images to build relationships with consumers and understand their needs. By developing insight into marketing public relations, it is hoped that they will become aware of the strategic role and importance of product image and business image, so that they will ultimately be able to market products/services to meet consumer needs in a sustainable manner. Keywords: insight into marketing public relations, business image, product image
Menumbuhkan Keterampilan Menjual (Selling Skill) Untuk Ibu Rumah Tangga Pelaku Usaha Mikro-Kecil Di Kelurahan Pendrikan Lor Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang Nunik Kusnilawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 2 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i2.2017

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang ditangani dalam pengabdian masyarakat ini adalah adanya kesenjangan antara keinginan memiliki usaha yang sukses dengan ketiadaan keterampilan untuk menjual. Penjualan produk/jasa usaha mikro/kecil di Kelurahan Pendrikan Lor belum disesuaikan dengan kondisi pasar, sehingga cenderung menggunakan kiat-kiat maupun strategi konvensional. Solusi penyelesaian masalah tersebut adalah dengan menumbuhkan penguasaan selling skills, yang memiliki peran sangat strategis bagi mitra. Metode yang digunakan meliputi ceramah tentang selling skill, simulasi dan contoh praktis menjual produk, diskusi dan tanya jawab, teknik memilih cara menjual produk / jasa sesuai dengan karakteristik produk / jasa, serta konsultasi (online) lanjutan setelah berakhirnya sesi tatap muka.. Kegiatan ini memanfaatkan pre-test serta post-test untuk sarana evaluasi ketercapaian tujuan, dengan cara menyandingkan hasil kedua alat tersebut yang berbasis pada persepsi mitra. Hasil penyandingan data tersebut menunjukkan capaian keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sesuai yang direncanakan. Luaran kegiatan yang berdampak langsung pada mitra meliputi perbaikan pengetahuan dan keterampilan menjual (selling skill), peningkatan efektifitas dan efisiensi waktu penjualan, dan percepatan perputaran modal usaha. Kata kunci : sumber daya manusia, selling skill, usaha mikro-kecil
PERAN INTERVENING KEPUASAN KERJA PADA KOMITMEN AFEKTIF Faiz Wira Atma; Nunik Kusnilawati; Yuli Budiati
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap Komitmen afektif dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada karyawan PT Multidaya Teknologi Nusantara. Latar belakang penelitian berangkat dari restrukturisasi organisasi dan meningkatnya turnover karyawan, yang menekankan pentingnya memperkuat Komitmen afektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares (PLS) serta melibatkan 84 responden sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen afektif. Lingkungan kerja dan motivasi kerja juga terbukti berpengaruh langsung terhadap Komitmen afektif. Selain itu, kepuasan kerja mampu memediasi secara signifikan hubungan antara lingkungan kerja dan Komitmen afektif, maupun antara motivasi kerja dan Komitmen afektif. Temuan ini memperkuat Social Exchange Theory yang menjelaskan bahwa dukungan organisasi melalui lingkungan kerja yang kondusif dan motivasi kerja yang tinggi akan dibalas oleh karyawan melalui kepuasan kerja yang berdampak pada peningkatan Komitmen afektif. Oleh karena itu, manajemen perusahaan perlu memperhatikan peningkatan kualitas lingkungan kerja dan motivasi karyawan sebagai strategi penting untuk meningkatkan retensi dan loyalitas.