Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Can Machine Translations Translate Humorous Texts? Ardi, Havid; Al Hafizh, Muhd.; Rezqi, Iftahur; Tuzzikriah, Raihana
Humanus Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1604.543 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v21i1.115698

Abstract

Machine translation (MT) have attracted many researchers’attention in various ways. Although the advanced of technology brings development to the result of MT, the quality are still criticized. One of the texts that has great challenges and translation problems is humorous text. Humorous texts that trigger a smile or laugh should have the same effect in another language. Humor uses linguistic, cultural, and universal aspects to create joke or humor. These raise questions how do machines translate humorous texts from English into Indonesian? This article aimed at comparing the translation result and error made by three prominent Machine Translations (Google Translate, Yandex Translate, and Bing Microsoft Translator) in translating humorous texts. This research applied qualitative descriptive method. The data were taken by comparing the translation results produced by 3 online Machine Translations in translating four humorous texts. The findings show that Google Translate produced better translation result. There are some errors related to lexical, syntaxis, semantics, and pragmatics errors in the. The implication of this finding shows that machine translation still need human in post editing to produce similar effect to preserve the humor.
Edukasi Literasi Digital dengan Pendekatan Diet Media Sosial untuk Ibu-Ibu Majelis Taklim di Lubuk Minturun Kota Padang Al Hafizh, Muhd.; Afriansyah, Hade; Engraini, Yunita
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v6i1.130794

Abstract

Diet adalah konsep yang familiar di kalangan ibu-ibu, dengan berbagai jenis diet seperti Atkins, keto, dan vegan untuk menjaga kesehatan dan penampilan tubuh. Namun, belum ada "diet" media sosial, meskipun rata-rata ibu di Indonesia menghabiskan 3-4 jam sehari di media sosial, yang berpotensi menyebabkan obesitas digital. Obesitas digital dapat menumpuk informasi, mengganggu fokus, dan menurunkan produktivitas. Program PKM tentang edukasi literasi digital untuk ibu-ibu majelis taklim menjadi sangat penting karena ibu-ibu adalah pilar utama dalam mendidik generasi. Di era digital, pendidikan generasi milenial menghadapi tantangan baru. Jika ibu-ibu tidak dapat mengatasi masalah teknologi dan informasi, akan terjadi gap generasi antara orangtua dan anak dalam hal teknologi dan pengetahuan. Tujuan kegiatan ini adalah: 1) Membantu ibu-ibu terbebas dari obesitas digital, menciptakan kenyamanan dan ketentraman dalam kehidupan mereka. 2) Meningkatkan soft skills literasi digital terkait kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan perilaku digital, pelatihan, sosialisasi, dan pendampingan. Luaran yang diharapkan adalah artikel ilmiah, artikel media massa, video kegiatan, dan keterampilan pemanfaatan media sosial yang lebih baik bagi ibu-ibu