Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Bimbingan dan Konseling Karir Bagi Santri Pondok Pesantren Putri Muslimat Samalanga dalam Mengembangkan Usaha Souvenir Wardiansyah, Jumi Adela
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya bimbingan konseling terhadap usaha souvenir untuk mengembangkan bimbingan karir santri di pondok pesantren putri muslimat samalanga, serta untuk mengetahui apakah penting atau tidak bimbingan konseling terhadap usaha souvenir untuk mengembangkan bimbingan karir. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reaseach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama: penelitian ini didasari pada temuan penelitian yaitu: dalam pengembangan bakat minat santri: menyiapakan fasilitas layanan bimbingan karir, membangun program unit pelayanan karir, dan mengadakan tes bakat. Kedua: dilihat dari kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan bakat minat, dimana belum terlihat ada kepedulian pimpinan terhadap para santri, dan kurangnya faslitas untuk dikembangkan oleh santri. Ketiga:penting atau tidak bimbingan karir diterapkan di Pesantren putri muslimat sehingga dapat memilih bidang yang sesuai dengan bakat dan minat mereka. Keempat: dilihat dari segi entrepreneurship yang didapatkan di sekolah dan perlunya pendidikan entrepreneur dalam membangun kemandirian santri untuk bersaing di era globalisas. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan karier santri dapat berkembang ketika semua tahapan-tahapan assessment yang dilakukan para santri didukung oleh pondok pesantren, dan juga ada dorongan dari diri sendiri.
Bimbingan dan Konseling Karir Bagi Santri Pondok Pesantren Putri Muslimat Samalanga dalam Mengembangkan Usaha Souvenir Wardiansyah, Jumi Adela
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya bimbingan konseling terhadap usaha souvenir untuk mengembangkan bimbingan karir santri di pondok pesantren putri muslimat samalanga, serta untuk mengetahui apakah penting atau tidak bimbingan konseling terhadap usaha souvenir untuk mengembangkan bimbingan karir. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reaseach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama: penelitian ini didasari pada temuan penelitian yaitu: dalam pengembangan bakat minat santri: menyiapakan fasilitas layanan bimbingan karir, membangun program unit pelayanan karir, dan mengadakan tes bakat. Kedua: dilihat dari kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan bakat minat, dimana belum terlihat ada kepedulian pimpinan terhadap para santri, dan kurangnya faslitas untuk dikembangkan oleh santri. Ketiga:penting atau tidak bimbingan karir diterapkan di Pesantren putri muslimat sehingga dapat memilih bidang yang sesuai dengan bakat dan minat mereka. Keempat: dilihat dari segi entrepreneurship yang didapatkan di sekolah dan perlunya pendidikan entrepreneur dalam membangun kemandirian santri untuk bersaing di era globalisas. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan karier santri dapat berkembang ketika semua tahapan-tahapan assessment yang dilakukan para santri didukung oleh pondok pesantren, dan juga ada dorongan dari diri sendiri.
EFFECTS OF SOCIETAL STEREOTYPE AGAINST CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS Wardiansyah, Jumi Adela; Lessy, Zulkipli; Dalvi, Haresh B
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 13 No. 2 (2021): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v13i2.692

Abstract

This research aims to advocate society not to stereotype against children with disabilities, such as those with autism and blindness, and how parents and teachers take significant roles in educating and undergoing a therapy so that the children grow and develop properly. Parents and teachers take these actions, so society receive these children with special needs, and thus are able to participate in society. The research was conducted at the village of Lingkok Busu, Pidie Regency of Aceh by using the qualitative study, in that it typically employs a study case approach focusing on a specific unique locus. The researchers gathered data by means of observations and interviews. The participants are two children each with autism and blindness, three teachers, at Special Primary School Rapana, who accompany the students in developing their abilities. Of these two teachers, one serves as a parent. Results show that there should be a mutual teacher-parent cooperation to address the societal stereotypes against the children, who are considered unfortunate in society. Therefore, it is necessary to have a religious and cross-cultural counseling so that we all live together peacefully with the slogan of Bhinneka Tunggal Ika (unity in diversity) regardless of the country’s myriad cultures, ethnicities, languages, religions, or political affiliations, and so Indonesians have a true sense of unity. The researchers conclude that the children with autism and blindness should participate in society, and the roles of parents and teachers are to augment their potential; thus, they will grow and function well in society.
BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR ISLAMI TERHADAP LANSIA DALAM MENGHADAPI MASA PENSIUN Agustin, Debi; Wardiansyah, Jumi Adela
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v7i2.27803

Abstract

Lansia mengalami penuaan yang mengakibatkan perubahan secara fisiologis. Kemampuan fisik lansia mengalami penurunan dan produktivitas mereka pun menurun yang mengakibatkan mereka berhenti bekerja dan menjadi pensiun. Perubahan-perubahan tersebut tentunya memunculkan berbagai permasalahan bagi lansia. Lansia menjadi kehilangan pekerjaan, penurunan karir, merasa tidak berdaya, tidak bermanfaat, menyesali kehidupan mereka terdahulu, dan tentunya kehilangan tujuan dan makna hidup. Bimbingan dan konseling karir Islami berfungsi untuk mengatasi problematika yang terjadi pada lansia terkait masa karir dan pasca karir. Bimbingan dan konseling membimbing lansia untuk menerima kondisi tersebut serta menyesuaikan diri. Pada masa tua-awal, lansia memungkinkan untuk melakukan tiga hal terkait perencanaan karir. Pertama, lansia dapat tetap berkarir sesuai dengan jalur karir mereka. Kedua, lansia juga dapat mencoba karir baru di luar karir awal. Ketiga, lansia dapat menikmati hari-hari tua dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti berkumpul bersama keluarga, beribadah, serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Pada masa tua-akhir, bimbingan pasca karir lansia berfokus pada persiapan untuk menghadapi kematian, yaitu membimbing lansia agar dapat melaksanakan ibadah-ibadah serta memperdalam ilmu agama. Untuk menunjang hal tersebut, bimbingan dan konseling tersebut dapat dilakukan dengan membentuk suatu komunitas atau perkumpulan lansia yang nantinya dapat memotivasi antara satu lansia dengan lansia lainnya dalam rangka meningkatkan ibadah sehingga para lansia dapat memprioritaskan yang terpenting untuk memaksimalkan pasca karir serta kehidupan yang bermakna.
Perkembangan Psikologi Anak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah Akibat Pengaruh Keluarga Broken Home Wardiansyah, Jumi Adela; Savira, Liza
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i1.22

Abstract

Families have an important role in guiding children’s behavior and psychosocial, caring and affectionate families will certainly make children able to behave well in their growth. However, what happened was seen from several previous studies that actually showed the opposite phenomenon, it happened because the child came from a broken family or what is commonly referred to as a broken home. The results of the teacher’s daily observations show that students who often make noise, like to seek attention by doing bad things and are difficult to control are children from broken homes. Based on this, it encourages the author to conduct research on the influence of a broken home family on children’s psychosocial. This study uses a literature study research method that is descriptive in nature, in the form of research whose objects are literature works, namely scientific journals, books, articles in the mass media, and statistical data. The literature obtained will be used as an alternative tool to answer the research problems proposed by the author regarding the psychosocial development of elementary/MI children due to the influence of broken homes. The results obtained by the author in the literature study process are children who are victims of a broken home have indicators of psychosocial problems as follows; not enthusiastic about learning new lessons, not confident, seeking attention with bad deeds, likes to compare himself with other people/friends.   Abstrak: Keluarga memiliki peran penting dalam membimbing perilaku dan psikososial anak, keluarga yang penuh perhatian dan kasih sayang tentunya akan menjadikan anak dapat berperilaku baik dalam peertumbuhannya. Namun, yang terjadi adalah dilihat dari beberapa penelitian terdahulu justru memperlihatkan fonomena yang sebaliknya, hal itu terjadi karena sang anak berasal dari keluarga yang hancur atau yang biasa disebut sebagai broken home. Hasil observasi harian guru menunjukkan bahwa siswa yang sering berbuat gaduh, suka mencari perhatian dengan berbuat buruk dan sulit dikontrol merupakan anak dari keluarga broken home. Berdasarkan hal tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh keluarga broken home terhdapat psikososial anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustakaan yang bersifat deskriptif analisis, berupa penelitian yang objeknya berupa karya-karya kepustakaan yaitu jurnal ilmiah, buku, artikel dalam media massa, maupun data-data statistika. Kepustakaan yang didapatkan akan digunakan sebagai alat alternatif untuk menjawab permasalahan penelitian yang diajukan oleh penulis mengenai perkembangan psikososial anak SD/MI akibat pengaruh keluarga broken home. Adapun hasil yang diperoleh oleh penulis dalam proses studi pustaka adalah anak korban broken home memiliki indikator permasalah psikososial sebagai berikut; tidak semangat mempelajari pelajaran baru, tidak percaya diri, mencari perhatian dengan perbuatan yang tidak baik, suka membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain/temannya. Kata Kunci: Psikososial, Keluarga Broken Home
BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR ISLAMI TERHADAP LANSIA DALAM MENGHADAPI MASA PENSIUN Agustin, Debi; Wardiansyah, Jumi Adela
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v7i2.27803

Abstract

Lansia mengalami penuaan yang mengakibatkan perubahan secara fisiologis. Kemampuan fisik lansia mengalami penurunan dan produktivitas mereka pun menurun yang mengakibatkan mereka berhenti bekerja dan menjadi pensiun. Perubahan-perubahan tersebut tentunya memunculkan berbagai permasalahan bagi lansia. Lansia menjadi kehilangan pekerjaan, penurunan karir, merasa tidak berdaya, tidak bermanfaat, menyesali kehidupan mereka terdahulu, dan tentunya kehilangan tujuan dan makna hidup. Bimbingan dan konseling karir Islami berfungsi untuk mengatasi problematika yang terjadi pada lansia terkait masa karir dan pasca karir. Bimbingan dan konseling membimbing lansia untuk menerima kondisi tersebut serta menyesuaikan diri. Pada masa tua-awal, lansia memungkinkan untuk melakukan tiga hal terkait perencanaan karir. Pertama, lansia dapat tetap berkarir sesuai dengan jalur karir mereka. Kedua, lansia juga dapat mencoba karir baru di luar karir awal. Ketiga, lansia dapat menikmati hari-hari tua dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti berkumpul bersama keluarga, beribadah, serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Pada masa tua-akhir, bimbingan pasca karir lansia berfokus pada persiapan untuk menghadapi kematian, yaitu membimbing lansia agar dapat melaksanakan ibadah-ibadah serta memperdalam ilmu agama. Untuk menunjang hal tersebut, bimbingan dan konseling tersebut dapat dilakukan dengan membentuk suatu komunitas atau perkumpulan lansia yang nantinya dapat memotivasi antara satu lansia dengan lansia lainnya dalam rangka meningkatkan ibadah sehingga para lansia dapat memprioritaskan yang terpenting untuk memaksimalkan pasca karir serta kehidupan yang bermakna.