Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PELATIHAN PMKP DALAM TRANSFORMASI STANDAR AKREDITASI: EVALUASI PENINGKATAN PENGETAHUAN DI RSU ABDHI FAMILI Kurnia, Jodii Arlan; Aini, Luthfi; Amrizal, Rizki; Fiqilyin, Corina
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i2.11810

Abstract

This study examines the effectiveness of training under the Quality and Patient Safety (QPS) in enhancing the knowledge of doctors and non-healthcare staff at RSU Abdhi Famili, in the context of regulatory changes in hospital accreditation from KMK 2022 to KMK 2024. The training approach incorporated interactive material delivery, group discussions, and evaluations using pretests and posttests. A quantitative analysis using paired t-tests revealed a significant improvement in participants’ knowledge, with the proportion of individuals classified as having "good" knowledge rising from 37.5% in the pretest to 82.5% in the posttest (p = 0.000). These findings indicate that the training effectively equips participants with a deeper understanding of national quality indicators, priority indicators, and the application of risk analysis in quality monitoring. However, challenges in the implementation of QPS persist, particularly among non-healthcare staff, highlighting the need for more adaptive and context-specific training approaches. The study recommends the development of interactive training materials, the integration of information technology in quality monitoring, and enhanced cross-sector collaboration as strategic measures to improve service quality and prepare hospitals to meet the latest accreditation standards. Penelitian ini mengkaji efektivitas pelatihan Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dalam meningkatkan pengetahuan karyawan di RSU Abdhi Famili. Terdapat perubahan regulasi akreditasi rumah sakit dari KMK 2022 ke KMK 2024. Pendekatan pelatihan yang dilakukan meliputi penyampaian materi interaktif, diskusi, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Metode kuantitatif dengan uji T berpasangan digunakan untuk menganalisis peningkatan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan, di mana peserta dengan kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 37,5% pada pretest menjadi 82,5% pada posttest (p = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan efektif dalam membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai indikator mutu nasional, indikator prioritas, dan penerapan analisis risiko dalam monitoring mutu. Meskipun demikian, tantangan implementasi PMKP masih dirasakan, terutama di kalangan non-tenaga kesehatan, yang memerlukan pendekatan pelatihan lebih adaptif dan kontekstual. Penelitian ini menyarankan pengembangan materi pelatihan yang interaktif, integrasi teknologi informasi untuk monitoring mutu, serta kolaborasi lintas sektoral sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan rumah sakit dalam memenuhi standar akreditasi terbaru.
Analisis komparatif hubungan work engagement dan job performance pada tenaga kesehatan rumah sakit: Studi antara konteks Indonesia dan Yunani Kurnia, Jodii Arlan; Azzuhri, Misbahuddin
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.976

Abstract

Rumah sakit sebagai organisasi kompleks membutuhkan tenaga kesehatan dengan work engagement dan job performance yang optimal untuk menjamin mutu dan keselamatan pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif hubungan antara work engagement dan job performance pada tenaga kesehatan rumah sakit di Indonesia dengan temuan penelitian di Yunani, serta menelaah peran variabel mediasi dan konteks budaya-organisasional. Metode yang digunakan adalah literature review komparatif berbasis pedoman PRISMA terhadap 7 artikel empiris periode 2020–2025 yang meneliti tenaga kesehatan rumah sakit di Indonesia dan dibandingkan dengan studi rujukan di Yunani. Hasil kajian menunjukkan bahwa di kedua negara work engagement berhubungan positif dan signifikan dengan job performance, namun mekanismenya berbeda. Di Indonesia, hubungan tersebut terutama dimediasi faktor psikososial seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, burnout, well-being, dan kepemimpinan transformasional, sedangkan di Yunani lebih dipengaruhi faktor profesional dan struktural. Temuan ini menegaskan bahwa dinamika engagement dan kinerja bersifat kontekstual dan dipengaruhi budaya.