Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

PENGKAJIAN BERAT KERING, LAJU PERTUMBUHAN DAN NILAI ENERGI TANAMAN BAWANG MERAH Agus Suprapto; Hadi Rianto; Murti Astiningrum
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.742 KB)

Abstract

Bawang merah adalah spesies dari keluarga Alliaceae yang secara ekonomi merupakan tanaman sayuran paling banyak dibudidayakan di dunia, terutama di benua Asia dan Eropa. Bawang merah berkontribusi signifikan terhadap nilai gizi dalam diet, juga memiliki sifat sebagai obat kesehatan bagi manusia. Berbagai penelitian bawang merah telah dilaporkan, tetapi penelitian yang mengungkap hubungan pupuk organik terhadap pertumbuhan, hasil, dan nilai energi yang terdapat dalam bawang merah selama periode pertumbuhan belum diteliti. Sebuah percobaan dilakukan di Sawangan Kabupaten Magelang, dengan percobaan faktorial yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap, dengan dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu perlakuan dosis pupuk NPK: ½ NPK standar, 1,0 NPK standar dan 1½ NPK standar. Faktor kedua adalah pupuk organik cair: 2 ml/l air, 3 ml/l air dan 4 ml/l air. Dosis pupuk 1,0 NPK standar ialah N 190 kg/ha, P2O5 92 kg/ha dan K2O 120 kg/ha mampu meningkatkan berat umbi kering simpan, berat kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman dan nilai energi. Konsentrasi pupuk organik cair tidak menunjukkan perbedaan terhadap berat umbi kering simpan, berat kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman dan nilai energi. Tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk NPK dan pupuk organik cair pada semua parameter pengamatan.
Optimalisasi Dosis Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair untuk Produksi Bawang Merah di Lahan pasca Erupsi Merapi Suprapto, Agus; Astiningrum, Murti; Rianto, Hadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Merapi yang meletus pada tahun 2010 masih menyisakanpermasalahan berkaitan dengan kesuburan tanah. Tanah bagianlapisan atas kesuburannya relatif rendah, oleh karena itu diperlukanupaya untuk meningkatkan kembali kesuburan dan produktivitasnya.Lahan yang tertutup pasir merapi kesuburan tanahnya menurunakibat perubahan sifat tanah ditinjau dari aspek fisika, kimia danbiologi tanah. Penelitian terhadap lahan pertanian pasca erupsimerapi bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk NPK dankonsentrasi pupuk organik cair yang optimal pada pertumbuhan danhasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di daerahSawangan Kabupaten Magelang, dengan percobaan faktorial yangdisusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap, dengan duafaktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu dosispupuk NPK: ½ NPK standar, 1,0 NPK standar dan 1½ NPK standar.Sedangkan faktor kedua adalah pupuk organik cair: 2 ml l-1 air, 3 mll-1 dan 4 ml l-1 air. Data dianalisis dengan sidik ragam, apabila adabeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 1dan 5%. DosisPupuk 1,0 NPK standar ialah N 190 kg/ha, P2O5 92 kg/ha dan K2O120 kg/ha mampu memberikan pengaruh pada jumlah umbi, beratsegar umbi, berat umbi kering simpan, berat segar brangkasan,berat kering brangkasan, berat kering total tanaman dan lajupertumbuhan tanaman. Konsentrasi pupuk organik cair tidakmenunjukkan perbedaan terhadap jumlah umbi, berat segar umbi,berat umbi kering simpan, berat segar brangkasan, berat keringbrangkasan, berat kering total tanaman dan laju pertumbuhantanaman. Tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk NPK danpupuk organik cair pada semua parameter pengamatan. Kombinasidosis pupuk 1,0 NPK standar ialah N 190 kg/ha, P2O5 92 kg/ha danK2O 120 kg/ha dan konsentrasi pupuk organik cair 3 ml l-1menghasilkan bobot umbi kering tertinggi yaitu 37,09 g per tanaman.
PENGKAJIAN BERAT KERING, LAJU PERTUMBUHAN DAN NILAI ENERGI TANAMAN BAWANG MERAH Suprapto, Agus; Rianto, Hadi; Astiningrum, Murti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah adalah spesies dari keluarga Alliaceae yang secara ekonomi merupakan tanaman sayuran paling banyak dibudidayakan di dunia, terutama di benua Asia dan Eropa. Bawang merah berkontribusi signifikan terhadap nilai gizi dalam diet, juga memiliki sifat sebagai obat kesehatan bagi manusia. Berbagai penelitian bawang merah telah dilaporkan, tetapi penelitian yang mengungkap hubungan pupuk organik terhadap pertumbuhan, hasil, dan nilai energi yang terdapat dalam bawang merah selama periode pertumbuhan belum diteliti. Sebuah percobaan dilakukan di Sawangan Kabupaten Magelang, dengan percobaan faktorial yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap, dengan dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu perlakuan dosis pupuk NPK: ½ NPK standar, 1,0 NPK standar dan 1½ NPK standar. Faktor kedua adalah pupuk organik cair: 2 ml/l air, 3 ml/l air dan 4 ml/l air. Dosis pupuk 1,0 NPK standar ialah N 190 kg/ha, P2O5 92 kg/ha dan K2O 120 kg/ha mampu meningkatkan berat umbi kering simpan, berat kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman dan nilai energi. Konsentrasi pupuk organik cair tidak menunjukkan perbedaan terhadap berat umbi kering simpan, berat kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman dan nilai energi. Tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk NPK dan pupuk organik cair pada semua parameter pengamatan.