Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Correlation Between Anxiety, Diabetes-Related Distress, and Depression with Blood Glucose Outcomes of DM Type 2 Patients at Bhayangkara Sukanto Hospital in 2024 Soeroso, Ratih Meireva; Febrian, Siti Nurwulan
Biomedika Vol 17, No 1 (2025): Biomedika Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v17i1.5537

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that can cause psychological distress such as anxiety, diabetes-related distress, and depression. This research is a retrospective non-experimental descriptive study that aims to analyze correlation between psychological distress and blood glucose outcome in type 2 Diabetes Mellitus patients at the internal medicine Bhayangkara Hospital in 2024. Of the 128 patients who met the criteria, the most patients were aged under 60 years (64.1%), the majority were female (61.7%), and the common drug use was oral medication (68%). The level of anxiety based on the GAD 7 scale was at a minimum level (47.7%). The highest level of difficulty for patients based on Diabetes Distress Screening Scale (DDS17) was at a high level of difficulty (50.8%). And the highest level of depression based on a PHQ 9 score was at the minimum level (43.8%). The results of the study, that there was a significant relationship between diabetes medication with blood glucose outcome in type 2 Diabetes Mellitus patients (P-Value <0.05). It can be concluded that there is no significant relationship between psychological distress and blood glucose outcome in type 2 Diabetes Mellitus patients at the internal medicine Bhayangkara Hospital in 2024.
Strategi Rumah Sakit di Indonesia dalam Mengatasi Kenaikan Kasus COVID-19 Varian Omicron : Literature Review: Hospital Strategy in Indonesia in Overcoming the Rise in Omicron Variants of COVID-19 Cases : Literature Review Soeroso, Ratih Meireva; Wahyu Sulistiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.801 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2137

Abstract

Latar Belakang: Corona Virus Disease-19 (COVID-19) khususnya varian Omicron menyebar dengan sangat cepat hingga menjadi penyakit pandemi yang menyebabkan peningkatan angka kematian selama satu tahun terakhir. Di Indonesia yang padat penduduknya, rumah sakit rujukan dituntut dapat mengatasi lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron. Tidak hanya itu, lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron juga mempengaruhi angka penularan pada tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan. Tujuan: Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk secara sistematis mengkaji mengenai strategi rumah sakit rujukan dalam menangani lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron, sehingga dapat berguna dalam penerapannya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pasien COVID-19 dan pasien lainnya, serta dapat menurunkan angka penularan dan kematian di rumah sakit. Metode: Kajian ini menggunakan database: PubMed dan Google Scholar. Penyusunan dan evaluasi judul abstrak dilakukan dengan menggunakan Mendeley, begitu juga dengan identifikasi dan menghapus abstrak yang ganda. Hasil: Hasil kajian dari tiga artikel yang terpilih mencakup masalah yang didapatkan rumah sakit rujukan selama lonjakan COVID-19 varian Omicron dan strateginya dalam menangani masalah-masalah tersebut. Masalah yang didapatkan adalah ketidakseimbangan antara kebutuhan dan keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan akibat lonjakan, serta ditemukannya angka penularan di rumah sakit rujukan. Dari masalah-masalah tersebut, rumah sakit rujukan melakukan penyusunan strategi berupa pembentukan tim khusus yang menangani lonjakan COVID-19 varian Omicron, menetapkan strategi 3T untuk staf rumah sakit rujukan, dan menetapkan strategi teknologi telemedicine. Kesimpulan: Dalam menangani lonjakan COVID-19 varian Omicron, rumah sakit rujukan perlu menetapkan strategi untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan dan memutus rantai penularan COVID-19 varian Omicron.