Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perbandingan Kinerja Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Profit dan Rumah Sakit Sosial Sri Rahayu; Wahyu Sulistiadi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.611 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v6i2.29

Abstract

Perawat inap di semua rumah sakit berupaya meningkatkan kinerja layanannya selama 24 jam untuk memperoleh profit ataupun kepercayaan para donaturnya,  yang memicu pimpinan rumah sakit untuk memperhatikan faktor yang mempengaruhi kinerja perawat rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa perbandingan kinerja perawat rawat inap dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja di rumah sakit profit dan rumah sakit sosial. Metode penelitian untuk mengukur variabel yang berpengaruh terhadap kinerja dan uji beda berdasarkan kausalitas layanan unit rawat inap menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang,  sampel di rumah sakit profit (Rumah Sakit Permata Bekasi) sebanyak 41 responden, dan di rumah sakit sosial (Rumah Sakit Dompet Dhuafa) sebanyak 56 responden, yang merupakan total populasi perawat rawat inap. Hasil penelitian  pada kedua rumah sakit dengan Mann-whitney U test didapat hasil; kepemimpinan (p-value = 0,045), kelelahan (p-value = 0,035) dan kinerja (p-value = 0,003) signifikan terdapat perbedaan antara rumah sakit profit dengan rumah sakit sosial dan kinerja yang dicapai cukup baik ada di rumah sakit profit nilai mean rank = 59,0366 dibanding rumah sakit sosial nilai mean rank = 41,6518. Dapat disimpulkan bahwa kinerja perawat rawat inap terdapat perbedaan dan kinerja pada rumah sakit profit lebih tinggi. Saran untuk peningkatan kinerja perawat rawat inap perlu memperhatikan faktor kelelahan dan adanya kepemimpinan yang transformasional.
HALAL FOOD SUPPLY MOTIVATION FOR MUSLIM PATIENTS Elsa Primasari; Wahyu Sulistiadi
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 4 (2019)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The obligation of consuming halal food for muslims as a religious requirement. Unfortunately in Indonesia not all hospital provide health service that are capable of providing halal food and offering Halal certification food. This might cause patient to feel distrust and discomfort. Therefore, all reliable stakeholder are expected to have the motivation and commitment to guarantee halal food in the hospital services. This study aimed to analyze the providers’ (hospitals’) motivation to provide halal food for their Muslim patients according to Islamic rule.Methods: This study employed a systematic review to observe articles related to halal food awareness and halal food certification in Indonesia and other countries that serve Muslim consumers, which have been published online in the accredited journal, such as Scopus journals, ProQuest journals, and Google Scholar. The inclusion criteria employed in this study were halal Food, certification, academic journals, and full papers. This searching was limited to articles in the last ten years, except the articles which are not related to the theme. PRISMA method was implemented to assess the selected articles critically. The article searching was based on Halal Food keywords in ProQuest, Scopus, and Google Scholar. The full inclusion tests resulted in one thousand three hundred seventy articles; however, after conducting the inclusion and exclusion, the researcher obtained five articles.Results: The researchers found that hospitals, both in the Muslim majority and minority places, were not fully aware of halal food services. Nevertheless, few Islamic hospitals have Halal Assurance certification in providing their food due to the Sharia accreditation requirement. The low interest in obtaining the Halal Guarantee certification was due to several problems, such as lack of knowledge about halal, financial problems, and government support.Conclusions: The need of awareness of hospital as a health service provider to provide a halal food for muslim patient by participating in the implementation of Halal Food Guarantee Certification.
SPECIAL DENTAL CASE SHEET AS A MEDICAL AND FORENSIC COMMUNICATION TOOL Irin Kirana; Wahyu Sulistiadi; Tjen Dravinne Winata
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 4 (2019)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The implementation of the International Classification of Diseases, Tenth Edition (ICD-10 codes) in the medical records serving as the humanitarial tools for practitioners is to establish treatment procedures for re-admitted patients in a hospital. Medical records serves as a tool in determining the appropriate treatment for each patient. But in reality, has never the ICD-10 been applied to the Electronic Medical Record Management. For it to be used as a humanitarian tool, it has first to be used as legal evidence in the court as a written legal system in Indonesia. However, the implementation by the lawyers and relevant officers is under the progress. The result of the previous research showed on the Dental Professionals’ Medical Record Form in 2014 at FKG Usakti [29] had determined the need for special dental case sheets as a humanitarian tool between practitioners and dentists. The Special Sheet should meet the specific requirement to be utilized in a class A hospital and it also needs to be standardized with the Indonesian National Police. Methods: In this Systematic Review, the researchers conducted a Proquest database published from January 2012 to June 2019. 10 relevant studies of the medical records were selected as a humanitarian tool in Disaster Victim Identification (DVI) done by the dentist.Results: From 10 present studies and previous studies [29] conducted by the researcher, it had succesfullyidentified the importance of medical record management as a humanitarian tool between practitioners and dentists in hospitals.Conclusion: Special Dental Case Sheet is required for the implementation of collective information which serve as a general humanitarian tool among health professionals. It is required as a comparative data in the identification process if the related patients are the disaster victims.
KEDUDUKAN HUKUM FATWA DSN-MUI (Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Syariah Dan Hukum Positif) M. Sudirman; Endy M. Astiwara; Chandra Yusuf; Dicky Budiman; Edi Prasetyo; Danial Rasyid; Wahyu Sulistiadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i10.9912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kedudukan Hukum Fatwa DSN-MUI No:107/DSN-MUI/XI/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah) dan Hukum Positif.. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan penelitian normative atau studi kepustakaan didukung dengan penelitian empiris, yang dilakukan dengan proses wawancara mendalam (in-depth interview), diskusi dan studi literatur dalam rangka mendapatkan informasi dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatwa DSN-MUI Nomor 107 Tahun 2006 saat ini merupakan sebuah anjuran atau rekomendasi, saat ini belum merupakan peraturan perundang-undangan atau hukum positif atau hukum nasional yang berlaku di Negara Republik Indonesia, walaupun pada saat ini Penyelenggaraan Rumah Sakit Syariah di Indonesia mendasarkan pada Fatwa DSN-MUI Nomor 107 Tahun 2016 tersebut. Fatwa DSN-MUI Nomor 107 Tahun 2016 tersebut baru bisa dinyatakan sebagai peraturan peraturan perundang-undangan atau hukum positif atau hukum nasional atau hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia, yaitu apabila Fatwa Nomor 107 Tahun 2016 tersebut tersebut sudah dipositifasi dalam bentuk Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan sehingga perlu dibuat Peraturan dan Perlu Penguatan Kedudukan Fatwa DSN-MUI Nomor 107 Tahun 2016 dalam Pengaturan Hukum Positif
Strategi Marketing Rumah Sakit Place: Literature Review: Hospital Place Marketing Strategy: Literature Review Simbolon, Monalisa; Hermes Santosa; Erick Suhendra; Wahyu Sulistiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4349

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit merupakan suatu lembaga pelayanan kesehatan yang menyediakan suatu layanan komprehensif bagi individu, termasuk layanan rawat inap, rawat jalan, dan penanganan gawat darurat. Selain melaksanakan tugas kemanusiaan, rumah sakit juga sisi bisnis untuk mencapai suatu keuntungan dan memastikan kelangsungan operasionalnya. Untuk meningkatkan keuntungan dari layanan rumah sakit, perusahaan memerlukan strategi distribusi yang tepat. Place merupakan upaya guna memastikan bahwa pasien dapat dengan mudah mengakses layanan rumah sakit. Tujuan: Untuk mengidentifikasi strategi place marketing rumah sakit. Metode: Metode menggunakan pendekatan literatur review dari Google scholar, Pubmed dan Garuda dengan keyword Marketing mix, Hospital, Place dengan rentang tahun 2018-2022 dengan menerapkan kriteria inkulsi dan ekslusi. Hasil: Hasil penelurusan didapatkan 347 artikel penelitian dengan Google scholar n=335, Pubmed n=10, Garuda n=2. Strategi Place yang baik memungkinkan rumah sakit untuk tetap relevan dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasien dan lingkungan. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan rumah sakit. Pasien cenderung lebih puas ketika mereka dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan dan ini berkaitan dengan tingkat kepuasan pasien Kesimpulan: Strategi place rumah sakit dapat menambah tingkat kepuasan pasien, bergantung dengan kondisi eksternal dan internal pada suatu rumah sakit. Kolaborasi terhadap elemen-eleman lain untuk pembauran pemasaran sangat perlu dilakukan dapat dilakukan agar rumah sakit dapat lebih efektif mengoptimalkan pemasaran.
Hubungan Bauran Pemasaran dengan Loyalitas Pasien: Literature Review: The Relationship Between Marketing Mix and Patient Loyalty: Literature Review Dinis das Neves Soares de Sousa; Wahyu Sulistiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4508

Abstract

Introduction: This research explores the relationship between the marketing mix (7Ps) and patient loyalty in the context of healthcare, particularly in outpatient units of hospitals in Indonesia. A deep understanding of factors influencing patient loyalty provides valuable insights for healthcare service managers. Objective: The main objective of this study is to identify and analyze the relationship between marketing mix elements, including product, price, promotion, place, process, people, and physical evidence, with patient loyalty in the hospital environment. The research also aims to provide insights into key factors influencing patients' decisions to revisit healthcare services Method: Using a systematic review approach following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, the study conducted searches on Scopus and Google Scholar databases, considering articles published between 2018 and 2023. Twelve articles meeting inclusion criteria were identified and analyzed Result: Research findings indicate a positive correlation between specific elements of the marketing mix and patient loyalty, emphasizing their significance in influencing patients' decisions to reuse healthcare services. Key influencing factors include service performance, responsiveness, adherence to standard timelines, and advertising. Conclusion: The study confirms the importance of specific marketing mix elements in shaping patient loyalty in hospitals. Location, promotion, personnel, and physical evidence emerge as key elements for hospitals to focus on in enhancing patient loyalty. Practical recommendations are provided as guidance for hospital managers to improve these aspects and enhance the overall patient experience.
Strategi Implementasi Digital Marketing di Rumah Sakit pada Masa Pandemi COVID-19: Literature Review: Digital Marketing Implementation Strategy in Hospitals During the COVID-19 Pandemic: Literature Review Vanda Sativa Julianti; Amal Chalik Sjaaf; Wahyu Sulistiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.234 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2107

Abstract

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 yang terjadi berdampak pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakit pesat. Peranan internet dan media online dapat menjadi strategi baru rumah sakit untuk melakukan pemasaran secara digital. Hal ini membuat interaksi dengan konsumen rumah sakit menjadi lebih mudah dan cepat, dengan biaya yang relatif lebih murah. Tujuan: Kajian literatur ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi implementasi digital marketing di rumah sakit. Metode: Penulisan ini dilakukan secara literature review dari database ProQuest, SpringerLink, dan Science Direct. Artikel diskrining sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 6 artikel disaring dari 6.220 artikel dan kemudian dilakukan kajian literatur. Hasil: Rumah sakit perlu mengetahui dampak perubahan perilaku konsumen akibat COVID-19, melakukan integrasi teknologi digital dalam pelayanan kesehatan berdasarkan Healthcare 4.0, dan prinsip penerapan digital marketing berupa contactless services dan Integrated Marketing Communication. Penerapan digital marketing di rumah sakit dapat diterapkan melalui media massa, sosial media, platform digital/ online, serta aplikasi. Kesimpulan: Diperlukan langkah-langkah strategi implementasi digital marketing di rumah sakit yang tetap mengutamakan konsep 4P dan konsep 4C.
Strategi Rumah Sakit di Indonesia dalam Mengatasi Kenaikan Kasus COVID-19 Varian Omicron : Literature Review: Hospital Strategy in Indonesia in Overcoming the Rise in Omicron Variants of COVID-19 Cases : Literature Review Soeroso, Ratih Meireva; Wahyu Sulistiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.801 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2137

Abstract

Latar Belakang: Corona Virus Disease-19 (COVID-19) khususnya varian Omicron menyebar dengan sangat cepat hingga menjadi penyakit pandemi yang menyebabkan peningkatan angka kematian selama satu tahun terakhir. Di Indonesia yang padat penduduknya, rumah sakit rujukan dituntut dapat mengatasi lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron. Tidak hanya itu, lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron juga mempengaruhi angka penularan pada tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan. Tujuan: Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk secara sistematis mengkaji mengenai strategi rumah sakit rujukan dalam menangani lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron, sehingga dapat berguna dalam penerapannya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pasien COVID-19 dan pasien lainnya, serta dapat menurunkan angka penularan dan kematian di rumah sakit. Metode: Kajian ini menggunakan database: PubMed dan Google Scholar. Penyusunan dan evaluasi judul abstrak dilakukan dengan menggunakan Mendeley, begitu juga dengan identifikasi dan menghapus abstrak yang ganda. Hasil: Hasil kajian dari tiga artikel yang terpilih mencakup masalah yang didapatkan rumah sakit rujukan selama lonjakan COVID-19 varian Omicron dan strateginya dalam menangani masalah-masalah tersebut. Masalah yang didapatkan adalah ketidakseimbangan antara kebutuhan dan keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan akibat lonjakan, serta ditemukannya angka penularan di rumah sakit rujukan. Dari masalah-masalah tersebut, rumah sakit rujukan melakukan penyusunan strategi berupa pembentukan tim khusus yang menangani lonjakan COVID-19 varian Omicron, menetapkan strategi 3T untuk staf rumah sakit rujukan, dan menetapkan strategi teknologi telemedicine. Kesimpulan: Dalam menangani lonjakan COVID-19 varian Omicron, rumah sakit rujukan perlu menetapkan strategi untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan dan memutus rantai penularan COVID-19 varian Omicron.
Peranan Segmenting, Targeting, Positioning Sebagai Strategi Pemasaran Rumah Sakit di Indonesia: The Role of Segmenting, Targeting, Positioning as Hospital Marketing Strategic in Indonesia Marno, Hana Apriyanti; Wahyu Sulistiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.205 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2138

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, ditambah dengan tuntutan masyarakat yang begitu tinggi dalam pelayanan membuat rumah sakit berlomba-lomba mencari peluang maupun strategi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjadi pilihan utama di kelompok masyarakat tertentu. Keterbatasan sumber daya manusia, dana, serta sarana dan prasarana menuntut rumah sakit untuk memilih kelompok tertentu yang menjadi sasaran produk atau layanan unggulannya. Keputusan bagaimana cara melayani pasar sasaran terebut berdasarkan segmentation, targeting, dan positioning. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana strategi segmentation, targeting, dan positioning berpengaruh pada strategi pemasaran pelayanan rumah sakit. Studi ini merupakan sebuah literature review. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan literatur review. Hasil: Studi ini menunjukan bahwa strategi pemasaran dengan konsep segmentation, targeting dan positioning serta didukung oleh bauran pemasaran yang tepat merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran dengan konsep Segmentation, Targetting dan Positioning serta didukung oleh bauran pemasaran yang tepat merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan pelanggan.
Strategi Segmenting, Targeting, Positioning dan Bauran Pemasaran pada RS X dalam Mengembalikan Kepercayaan Pasien saat Pandemi Covid-19: Literature Review: Segmenting, Targeting, Positioning and Marketing Mix Strategies at Hospital X in Restoring Patient Trust during Covid-19 Pandemic: Literature Review Dionisius Indri Priyobodo; Wahyu Sulistiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.837 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2155

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit X yang terkena dampak pandemi, berusaha untuk bangkit setelah penderita Covid-19 menurun jauh dan keadaan bermasyarakat mulai menuju ke normal kembali. Untuk menghadapi kondisi normal yang baru diperlukan strategi pemasaran yang baru, karena kompetitor di sekitar rumah sakit saat pandemi berpindah tangan ke grup rumah sakit yang besar. Dengan membidik segmentasi yang tepat, dengan target yang jelas dan memposisikan rumah sakit di tempat yang proporsional akan memudahkan bagian pemasaran rumah sakit melakukan strategi bauran pemasaran supaya usaha kebangkitan rumah sakit tidak menunggu terlalu lama. Ancaman pandemi yang belum berakhir, melalui varian Omicron, diharapkan bisa diantisipasi, mengingat rumah sakit pernah menghadapi serangan pandemi gelombang pertama dan kedua. Tujuan: Dengan menyusun metode STP, dilanjutkan dengan strategi bauran pemasaran, ditambah dengan pengalaman menghadapi pandemi gelombang 1 dan 2, diharapkan rumah sakit dapat mengembalikan kepercayaan pasien seperti sebelum pandemi dan sekaligus siap dalam menghadapi serangan omicron. Metode: Penulis menggunakan metode literature review dalam penulisan ini. Hasil: Dengan membidik segmentasi yang tepat, dengan target yang jelas dan memposisikan rumah sakit di tempat yang proporsional akan memudahkan bagian pemasaran rumah sakit melakukan strategi bauran pemasaran supaya usaha kebangkitan rumah sakit tidak menunggu terlalu lama. Kesimpulan: Ancaman pandemi yang belum berakhir, melalui varian Omicron, diharapkan bisa diantisipasi, mengingat rumah sakit pernah menghadapi serangan pandemi gelombang pertama dan kedua.