Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Produksi Minuman Herbal Anti Oksidan dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah dan Kunyit di Pondok Pesantren Riyadhul Huda Harini Agusta; Rinette Visca; Anisah Anisah; Bayu Kusumo
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v2i2.163

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan pembuatan minuman herbal terbuat dari jahe merah dan kunyit dan meningkatkan pendapatan Pondok Pesantren Riyadhul Huda di Desa Babakan Ciangsana Kecamatan Gunung Putri Bogor. Dengan berlatih membiasakan diri mengkonsumsi minuman herbal maka masyarakat Pondok dapat memiliki ketahanan terhadap serangan COVID-19 sehingga pembelajaran dapat berlangsung lebih aman. Dengan demikian, dilakukan pembuatan teknologi yang diterapkan dalam pembuatan minuman jahe merah dan kunyit adalah ekstraksi dengan metode infundasi. Infundasi merupakan penyarian simplisia dalam air pada suhu 90ÂșC selama 15 menit. Minuman herbal dibuat dalam bentuk tunggal atau racikan dengan bahan  baku yang masih berbentuk utuh, rajangan, serbuk, maupun ekstrak (sari). Secara keseluruhan kuesioner yang diisi oleh responden adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan responden terhadap materi yang akan diberikan.Dari hasil analisis terhadap data kuesioner responden, terjadi peningkatan pengetahuan peserta pelatihan setelah mendapatkan pemaparan materi tentang pengolahan jahe merah dan kunyit sebagai anti oksidan pada minuman herbal. Luaran dari kegiatan ini adalah produk berupa minuman herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan pemahaman pemanfaatan tanaman herbal berkhasiat serta meningkatkan motivasi para peserta untuk mengembangkan secara mandiri alternatif minuman herbal sesuai dengan kebutuhan.
Potensi Limbah Cair Organik Sebagai Bahan Baku Biogas Menggunakan Sistem Fermentasi Dua Tahap Mubarokah Nuriaini Dewi; Rinette Visca
Jurnal Migasian Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v4i2.142

Abstract

The high value of COD (Chemical Oxygen Demand) is one of the indicators of the burden of organic substance pollution in the wastewater food flavoring industry. COD values can be lowered by converting to biogas. In this study biogas was made through a two-stage fermentation system. At the first stage organic material is conditioned in an acidic state (pH = 4) with variable fermentation time: 2 days, 4 days, 6 days and 8 days. Then at each time fermented for 18 days at second stages. As a result, the amount of biogas volume produced is the same, namely: 7,5 L. However, the most amount of methane is produced at the time of fermentation phase one for 2 days, namely: 83%. While the lowest value is produced at the time of fermentation phase one for 8 days, namely: 70%. At the time of fermentation phase one for 8 days produced the highest hydrogen composition, namely: 9,023 %. The composition of methane at stage one for 4 days produces a higher value, namely: 81.431% compared to the single stage fermentation system, namely: 78.9 %.
Pembuatan Eco-Enzyme untuk Pupuk pada Sistem Aquaponik di SMAK Bogor FRIDA HASANA; Rinette Visca; Donna Imelda; Aji Digdoyo; Nani Kurniawati
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v6i1.434

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMAK Bogor mengenai pemanfaatan eco-enzyme dalam sistem budidaya berbasis aquaponik sebagai bagian dari penguatan kompetensi berbasis green industry dan implementasi konsep Pusat Industri Digital (PIDI) 4.0. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pengisian pretest, pemberian materi, sesi tanya jawab, praktik pembuatan eco-enzyme dan aquaponik, serta pengisian post-test. Sebanyak 69 siswa mengikuti kegiatan dan menjadi responden evaluasi. Hasil pretest menunjukkan tingkat pengetahuan awal yang masih rendah, khususnya terkait takaran dosis eco-enzyme pada aquaponik (0% menjawab benar). Setelah pelatihan, seluruh peserta (100%) mampu menjawab benar seluruh pertanyaan post-test, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman yang signifikan. Evaluasi kepuasan menunjukkan 60% peserta menyatakan sangat puas dan 40% puas terhadap metode penyampaian dan pelaksanaan kegiatan. Dari hasil kegiatan tersebut membuktikan bahwa kegiatan PkM mengenai pengolahan limbah organik ini tidak hanya efektif meningkatkan literasi siswa, tetapi juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran serta kapasitas peserta terhadap praktik pertanian berkelanjutan yang berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan vokasi atau lapisan masyarakat lainnya. Keywords:Aquaponics, Eco-enzyme, Green Industry, Sustainability Education, Vocational School