Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor – Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2024 Nevin, Rasika Dhiwa; Emiralda; Maulanza, Hady
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.609

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia yang masih menjadi masalah serius dalam dunia kesehatan. Preeklampsia ditandai dengan kondisi ibu hamil yang mengalami tekanan darah ≥ 140/90 MmHg setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai dengan proteinuria ≥ 300 mg/24 jam atau dipstick ≥ + 1. Kondisi ini dapat dicegah jika faktor risikonya dikenali dan ditangani lebih awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian retrospektif dan metode cross sectional. Sampel terdiri dari 256 ibu hamil yang dirawat di PONEK Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi pada tahun 2024. Analisi data dilakukan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur ibu (p = 0,000), paritas (p = 0,036), riwayat preeklampsia (p = 0,001), riwayat penyakit kronis (p = 0,000), obesitas (p = 0,000), dan jarak kehamilan (p = 0,028) dengan kejadian preeklampsia. Terdapat pengaruh yang signifikan antara umur ibu, paritas, riwayat preeklampsia, penyakit kronis, obesitas, dan jarak kehamilan terhadap kejadian preeklampsia. Oleh karena itu, penting dilakukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada ibu hamil, serta pemantauan kehamilan secara berkala untuk mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko sedini mungkin. Langkah ini sangat penting guna menurunkan angka kejadian preeklampsia dan mencegah meningkatnya angka kematian ibu.
Hubungan Konsumsi Jajanan Kantin Sekolah Dengan Status Gizi Siswa dan Tingkat Kebutuhan Kalori Harian Sekolah Dasar Abulyatama Kamila, Nizla Rizkal; Maulanza, Hady; Emiralda
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.786

Abstract

Konsumsi jajanan di kantin sekolah yang kurang sehat dapat memengaruhi status gizi dan kebutuhan kalori harian siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi jajanan kantin sekolah dengan status gizi dan tingkat kebutuhan kalori harian siswa Sekolah Dasar Abulyatama. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 50 siswa kelas V dan VI di SD Abulyatama yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara food recall 24 jam, pengukuran antropometri (IMT/U), serta perhitungan kebutuhan kalori menggunakan rumus Harris-Benedict. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 34% siswa memiliki konsumsi jajanan tinggi, 24% berstatus gizi lebih, dan 14% memiliki kebutuhan kalori tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi jajanan kantin dengan status gizi (p = 0,026) dan kebutuhan kalori harian (p = 0,034). Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara konsumsi jajanan kantin sekolah dengan status gizi dan tingkat kebutuhan kalori harian siswa. Konsumsi jajanan tinggi cenderung meningkatkan risiko gizi lebih dan kebutuhan kalori yang lebih tinggi.