Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Determinants Of Public Stigma Toward Epilepsy: A Quantitative Analysis Fonna, Darra Wahyuni; Maulanza, Hady; Fitri, Elfa Wirdani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16947

Abstract

Epilepsy is one of the oldest neurological diseases in the world and ranks second after stroke. Epilepsy is a condition characterized by recurrent seizures due to intermittent brain dysfunction, caused by abnormal and excessive paroxysmal neuronal discharges. Epilepsy has long been widely recognized by society. However, the low level of public knowledge about this disease has led to social stigma, resulting in discrimination against people with epilepsy, which affects the quality of life for both patients and their families. This study aims to identify the factors influencing societal stigma towards epilepsy in Cot Mon Raya Village, Blang Bintang District. The research method used was observational analytics with a cross-sectional approach conducted in May 2024. The study involved 81 respondents selected using simple random sampling. Data were collected through interviews and questionnaires. The results showed that the majority of respondents were in the late elderly age group (56-65 years), most were employed, most had a high school level of education, and most had witnessed a seizure. The majority of respondents did not have relatives with epilepsy, and the average level of knowledge among respondents was good. As for the depiction of stigma towards epilepsy, most respondents had low levels of stigma. The conclusion of the study is that the factors related to societal stigma towards epilepsy are occupation, experience witnessing a seizure, and level of knowledge, while factors such as age, level of education, and having relatives with epilepsy were not related (p>0.05). Based on logistic regression analysis, the most dominant factor influencing societal stigma towards epilepsy is the level of knowledge.
Pendekatan Biopsikososial untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan Mental, Seksual dan Reproduksi di Centra Muda Putroe Phang Maulanza, Hady; Yarah, Saufa; Muharrina, Cut Rahmi; Yolanda, Yolanda; Furi, Nidya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18330

Abstract

ABSTRAK Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas layanan kesehatan mental dan reproduksi remaja di komunitas Centra Muda Putroe Phang (CMPP) melalui pendekatan biopsikososial. Isu kesehatan seksual dan reproduksi berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental remaja, sehingga peningkatan kompetensi fasilitator CMPP menjadi hal yang krusial. Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Pelatihan menggunakan pendekatan interaktif seperti diskusi kelompok, role play, dan penggunaan media edukasi (lembar balik, buku saku, dan celemek anatomi reproduksi). Penerapan teknologi berupa buku catatan konselor remaja untuk mendukung layanan konseling berbasis biopsikososial. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta; nilai rata-rata post-test peserta meningkat dari 59 ke 82 untuk kesehatan reproduksi, dan dari 55 ke 88 untuk kesehatan mental. Pelatihan ini juga meningkatkan kepercayaan diri fasilitator dalam memberikan layanan konseling dan edukasi yang lebih empatik dan responsif. Program ini berhasil meningkatkan kualitas layanan kesehatan mental dan reproduksi di CMPP, mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi kesejahteraan remaja. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Layanan Kesehatan Reproduksi, Pendekatan Biopsikososial, Peningkatan Kapasitas  ABSTRACT This program aims to enhance the capacity of mental health and reproductive health services for youth within the Centra Muda Putroe Phang (CMPP) community through a biopsychosocial approach. Issues in sexual and reproductive health significantly impact youth mental health, highlighting the critical need for improved facilitator competency within CMPP. The program comprises several phases: socialization, training, technology integration, and ongoing support. Training methods include interactive approaches such as group discussions, role play, and educational media (flip charts, pocket guides, and anatomical aprons). Technology implementation consists of a youth counseling logbook to support biopsychosocial-based Counseling services. Training outcomes indicate substantial improvement in participants' understanding and skills; the average post-test score rose from 59 to 82 for reproductive health and 55 to 88 for mental health. Training also increased facilitators' confidence in delivering more empathetic and responsive counseling and educational services. This program successfully improved the quality of mental and reproductive health services at CMPP, fostering a more inclusive environment for youth well-being. Keywords: Youth Mental Health, Reproductive Health Services, Biopsychosocial Approach, Capacity Building
Faktor – Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2024 Nevin, Rasika Dhiwa; Emiralda; Maulanza, Hady
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.609

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia yang masih menjadi masalah serius dalam dunia kesehatan. Preeklampsia ditandai dengan kondisi ibu hamil yang mengalami tekanan darah ≥ 140/90 MmHg setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai dengan proteinuria ≥ 300 mg/24 jam atau dipstick ≥ + 1. Kondisi ini dapat dicegah jika faktor risikonya dikenali dan ditangani lebih awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian retrospektif dan metode cross sectional. Sampel terdiri dari 256 ibu hamil yang dirawat di PONEK Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi pada tahun 2024. Analisi data dilakukan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur ibu (p = 0,000), paritas (p = 0,036), riwayat preeklampsia (p = 0,001), riwayat penyakit kronis (p = 0,000), obesitas (p = 0,000), dan jarak kehamilan (p = 0,028) dengan kejadian preeklampsia. Terdapat pengaruh yang signifikan antara umur ibu, paritas, riwayat preeklampsia, penyakit kronis, obesitas, dan jarak kehamilan terhadap kejadian preeklampsia. Oleh karena itu, penting dilakukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada ibu hamil, serta pemantauan kehamilan secara berkala untuk mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko sedini mungkin. Langkah ini sangat penting guna menurunkan angka kejadian preeklampsia dan mencegah meningkatnya angka kematian ibu.
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Siswi MTsN 4 Banda Aceh Pratiwi, Hilda; Andriati, Syarifah Nora; Maulanza, Hady
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.622

Abstract

Menstruasi pertama kali muncul pada masa remaja yaitu di usia 11-13 tahun. Pada masa ini pendidikan dini mengenai kebersihan diri saat menstruasi merupakan salah satu aspek penting dan menjadi langkah awal pada upaya peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan organ reproduksi. Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akan menimbulkan perilaku personal hygiene yang buruk pada perempuan saat menstruasi, hal ini dapat membahayakan kesehatan reproduksinya sendiri. Dalam hal ini, tingkat pengetahuan remaja terkait personal hygiene berpengaruh terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada siswi Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 77 siswi. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan pengetahuan siswi tentang personal hygiene didominasi oleh kategori baik yaitu 78% (60 orang). Perilaku personal hygiene saat menstruasi pada siswi didominasi oleh kategori baik yaitu 64% (49 orang). Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square didapatkan nilai p-value pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi didapatkan nilai p-value = 0,017 < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada siswi MTsN 4 Banda Aceh.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Laboratorium Di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Tahun 2025 Putri, Sazkia; Maulanza, Hady; Yani, M.
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.669

Abstract

Pelayanan laboratorium merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan, yang sangat memengaruhi kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan laboratorium di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati tahun 2025 serta hubungannya dengan umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling terhadap 97 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner berbasis Servqual. Hasil univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia dewasa (61,9%), perempuan (71,1%), memiliki pendidikan tinggi (50,5%), dan bekerja sebagai pegawai swasta/wiraswasta (45,4%). Tingkat kepuasan terbagi relatif seimbang, yaitu 47,4% puas dan 52,6% tidak puas. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara umur (p = 0,033), jenis kelamin (p = 0,044), pendidikan (p = 0,042), dan pekerjaan (p = 0,016) dengan tingkat kepuasan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor demografis memengaruhi persepsi pasien terhadap pelayanan laboratorium. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan laboratorium yang mempertimbangkan latar belakang pengguna sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pasien secara keseluruhan.
Hubungan Konsumsi Jajanan Kantin Sekolah Dengan Status Gizi Siswa dan Tingkat Kebutuhan Kalori Harian Sekolah Dasar Abulyatama Kamila, Nizla Rizkal; Maulanza, Hady; Emiralda
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.786

Abstract

Konsumsi jajanan di kantin sekolah yang kurang sehat dapat memengaruhi status gizi dan kebutuhan kalori harian siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi jajanan kantin sekolah dengan status gizi dan tingkat kebutuhan kalori harian siswa Sekolah Dasar Abulyatama. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 50 siswa kelas V dan VI di SD Abulyatama yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara food recall 24 jam, pengukuran antropometri (IMT/U), serta perhitungan kebutuhan kalori menggunakan rumus Harris-Benedict. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 34% siswa memiliki konsumsi jajanan tinggi, 24% berstatus gizi lebih, dan 14% memiliki kebutuhan kalori tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi jajanan kantin dengan status gizi (p = 0,026) dan kebutuhan kalori harian (p = 0,034). Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara konsumsi jajanan kantin sekolah dengan status gizi dan tingkat kebutuhan kalori harian siswa. Konsumsi jajanan tinggi cenderung meningkatkan risiko gizi lebih dan kebutuhan kalori yang lebih tinggi.