Maryam, Hj
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Al Urwatul Wutsqa

PANDANGAN GURU TENTANG SAINS DAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Maryam, Hj
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menelaah sebuah studi yang mengeksplorasi pandangan guru tentang agama dan sains dalam konteks Islam. Penelitian ini menyoroti pertimbangan ontologis dan epistemologis dari cara-cara di mana para guru sains memahami hubungan pelajaran sain dengan mengacu pada kandungan dalam Al-Qur'an yang membahas tentang sains dan ilmu pengetahuan. Studi ini dibangun di atas skema kategorisasi melalui pengumpulan dan analisis data dan untuk mendapatkan interpretasi para guru sains. Teori multigrounded dan kerangka analitis Roth dan Alexander digunakan untuk menafsirkan bagaimana guru mengakomodasi hubungan antara sains dan agama dalam kepercayaan mereka. Temuan menunjukkan bahwa pandangan narasumber tentang hubungan antara sains dan Islam, menegaskan bahwa keyakinan guru pada pemikiran mereka mengenai sains dan Islam. Para guru tidak menganggap tidak ada kontradiksi dalam sains dan Islam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keyakinan agama Islam secara pribadi para guru menunjukkan keselarasan yang baik Kata Kunci: Sains; Alquran; Agama Islam
PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK MELALUI INTERNALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM Maryam, Hj
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan proses pembentukan manusia secara utuh, baik dari segi jiwa, raga dan spiritual, yang dimaksudkan untuk meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Pendidikan merupakan suatu yang integral dari kehidupan di mana tujuannya adalah memelihara dan membentuk latihan, jadi pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. realitas yang sering temukan ditengah masyarakat baik dari berita-berita yang kita lihat, baik dari televisi maupun surat kabar telah banyak terjadi pergeseran-pergeseran moral seperti kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anak sehingga berdampak pada hilangnya nilai–nilai sepiritual ini mengakibatkan dekadensi moral dan berdampak pada perilaku amoral seperti tidak tau adab sopan santun,tawuran, geng, dan mengarah pada inkondisitas. Hal ini terjadi karena kurangnya pembinaan orangtua terhadap anak. Pendidikan karakter hanya akan menjadi sekadar wacana jika tidak dipahami secara lebih utuh dan menyeluruh dalam konteks pendidikan nasional kita. Bahkan, pendidikan karakter yang dipahami secara parsial dan tidak tepat sasaran justru malah bersifat kontraproduktif bagi pembentukan karakter anak didik. Pendekatan parsial yang tidak didasari pendekatan pedagogi yang kokoh alih-alih menanamkan nilai-nilai keutamaan dalam diri anak, malah menjerumuskan mereka pada perilaku kurang bermoral. Misi kependidikan yang dibawa oleh Al-Qur’an mencakup hakikat pendidikan yang universal dalam arti bahwa kegiatan pendidikan adalah merupakan proses yang abadi dejak keberadaan manusia di dalam dunia (Adam diteruskan pada momentum-momentum historis dalam kisah umat-umat terdahulu) sampai pada akhir zaman. Substansi pendidikan Islam yang dibawa oleh al-qur’an tidak mengalami perubahan, yakni merupakan suatu proses untuk memperteguh keyakinan manusia untuk menerima kebenaran Ilahi dan pengembangan potensi manusia untuk mengembangkan kebenaran tersebut. Secara metodologis dalam al-qur’an terdapat beberapa petunjuk yang bervariasi sesuai dengan tujuan, sasaran, ruang, dan waktu di mana proses pendidikan terjadi.Kata Kunci: Internalisasi Nilai Islam, Karakter Anak, Pendidikan Islam
PERKEMBANGAN KEDOKTERAN DALAM ISLAM Maryam, Hj
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi kedokteran yang berkembang pesat di era modern ini merupakan puncak dari usaha jutaan manusia, baik yang dikenal maupun tidak, sejak ribuan tahun silam. Di zaman pertengahan, peradaban ada di tangan Islam, di mana ilmu pengetahuan mendapat perhatian penuh, tidak terkecuali ilmu kedokteran, ketika penerjemahan dilakukan secara besar-besaran. Konstribusi peradaban Islam dalam dunia kedokteran sungguh sangat ternilai. Di era keemasannya, peradaban Islam telah melahirkan sederet pemikir dan dokter terkemuka yang telah meletakkan dasar-dasar ilmu kedokteran modern. Dunia Islam juga tercatat sebagai peradaban pertama yang mempunyai rumah sakit dan dikelolah oleh tokoh-tokoh profesional. Masa awal perkembangannya, kedokteran Islam melalui tiga periode pasang surut. Periode pertma dimulai dengan gerakan penerjemahan literatur kedokteran dari Yunani dan bahasa lainnya ke dalam bahasa Arab. Pengalihbahasaan literature medis meningkat drastis di bawah kekuasaan Khalifah Al-Ma’mun dari dinasti Abbasiyah di Baghdad. Pada abad ke-9 M hingga ke-13 M, dunia kedokteran Islam berkembang begitu pesat. Sejumlah RS (RS) besar berdiri, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat perawatan dan pengobatan para pasien, namun juga menjadi tempat menimba ilmu para dokter baru. Karena itu, kajian ini menelaah perkembangan dunia kedokteran di jaman kejayaan Islam sebagai dasar peletakan ilmu kedokteran modern hingga saat ini.Kata kunci: Kedokteran modern, Perkembangan kedokteran, Kejayaan Islam
PERKEMBANGAN ISLAM DI PAKISTAN Maryam, Hj
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakistan merupakan bagian dari India yang mengalami penjajahan dari Inggris, dan menjadi negara berdaulat dan merdeka, setelah terjadi benturan kepentingan serta perbedaan dengan negara India. Pakistan adalah negara muslim terbesar kedua di dunia, dan memiliki latar belakang etnik yang cukup beragam, yakni Punjabi, Shindhi, Pathan, Baluch dan etnis India, dengan latar belakang agama yang beragam, dengan mayoritas muslim serta minoritas non muslim yaitu Kristen, Hindu, dan Persi. Islam dan umat Islam di Pakistan telah memberikan kontribusi secara nyata dalam perkembangan peradaban di dunia Islam. Pakistan merupakan suatu Negara yang mengambil Islam sebagai sumber hukum telah menjadi fenomena tersendiri dalam kajian tentang hubungan Negara dan agama dalam Islam. Pakistan melahirkan banyak tokoh intelektual muslim di antaranya Muhammad Iqbal sebagai penggagas utama berdirinya Negara Pakistan, Muhammad Ali Jinnah dan Fazlurrahman.Kata Kunci: India; Muslim; Pakistan
Pendidikan Islam dan Pembinaan Etika Moral Maryam, Hj
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam merupakan ajaran agama yang utuh dan lengkap, yang tidak sekedar memberi atensi terhadap satu dimensi kehidupan, tetapi juga menekankan aspek rohani. Islam senantiasa memberi tempat bagi penghayatan keagamaan yang bersifat eksoteris. Dalam mencapai aspek tersebut, diperlukan suatu proses pendidikan yang mesti dilalui oleh umat manusia. Bagaimanapun, pendidikan mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia, yang memiliki kekuatan untuk membantu manusia mencapai kemegahan dan kemajuan peradaban. Pendidikan Islam adalah usaha untuk mendidik jiwa, membina mental intelektual dan melati fisik agar bertindak sopan, ikhlas dan jujur sebagai wujud akhlakul karimah. proses untuk mencapai dan meningkatkan kesejahteraan hidup, maka setiap orang/individu diperintahkan untuk belajar secara terus menerus sepanjang hidupnya, dan hal itu merupakan konsekwensi logis ditetapkanya manusia sebagai khalifa di muka bumi ini. pendidikan merupakan bagian dari tugas kekhalifahan manusia.Kata Kunci: Pendidikan, Etika Moral, Pembinaan Mental
Kontribusi Ulama Terhadap Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam di Nusantara Maryam, Hj
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah perkembangan pendidikan Islam di Nusantara tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar para ulama yang berperan sebagai pendidik, pemimpin spiritual, intelektual, sekaligus agen transformasi sosial. Sejak abad ke-13, ulama hadir bukan hanya sebagai penyebar ajaran Islam, tetapi juga sebagai perancang sistem pendidikan yang terwujud dalam surau, langgar, dan pesantren. Lembaga-lembaga ini kemudian berkembang menjadi pusat transmisi ilmu yang melahirkan generasi Muslim berpengetahuan luas. Melalui jaringan keilmuan global dengan pusat-pusat Islam seperti Makkah, Madinah, Kairo, dan Istanbul, para ulama membawa tradisi keilmuan klasik yang dipadukan dengan kearifan lokal. Pada masa kesultanan Islam, tokoh seperti Nuruddin ar-Raniri dan Abdurrauf as-Singkili memperkaya khazanah pendidikan melalui karya monumental dalam fikih, tafsir, dan tasawuf. Sementara pada masa kolonial, ulama seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari melahirkan pembaruan pendidikan dengan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum, sebagai respons terhadap dominasi pendidikan Barat. Kontribusi tersebut berlanjut hingga era modern melalui pendirian perguruan tinggi Islam, pesantren modern, serta gagasan integrasi ilmu oleh pemikir kontemporer. Artikel ini menegaskan bahwa peran ulama tidak hanya menjaga kesinambungan tradisi pendidikan Islam, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan bagi kebutuhan zaman. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komprehensif lintas periode sejarah yang menyoroti kesinambungan dan transformasi peran ulama. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi penguatan sistem pendidikan Islam kontemporer di Indonesia.