Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISTRIBUSI PARASIT Anisakis sp PADA IKAN KAKAP PUTIH ( Lates calcarifer), IKAN BANDENG ( Chanos-chanos), BELANAK ( Crenimugil Seheli) YANG DIPEROLEH DI TAMBAK DESA SEGITUNG Herlina, Sri; Augusta, Tania Serezova
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v3i2.155

Abstract

PEMBERIAN TAMBAHAN VITAMIN E DAN MINYAK IKAN PADA PAKAN INDUKAN IKAN BETOK (Anabas testudineus) Agustinus, Frid; Augusta, Tania Serezova; Mantuh, Yusanti; Ririn, Ririn
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i3.14349

Abstract

Ikan betok (Anabas testudineus) merupakan salah satu jenis ikan rawa yang dapat dibudidayakan. Pakan ikan yang diberi tambahan vitamin E dan minyak ikan berguna dalam  pertumbuhan ikan betok dan mematangkan gonad ikan betok, sehingga menghasilkan larva untuk  dibudidayakan dan tidak lagi mengandalkan hasil tangkap dari alam.Penelitian ini bertujuan untuk  melihat dampak pemberian vitamin E dan minyak ikan pada pakan indukan ikan betok, yang berguna untuk mematangkan gonad induk betina dan jantan, mengetahui pertumbuhanberat dan panjang mutlak,kelangsungan hidup, fekunditas,jumlah telur menetas dan kualitas air. Pelaksanaan penelitian ini selama 2 minggu pemeliharaan menggunakan 3 buah aquarium yang masing-masing berisi 5 ekor indukan betok betina dan 5 ekor indukan betok jantan, dengan 3 perlakuan yaitu perlakuan A (pakan diberi tambahan vitamin E sebanyak 150mg/kg),perlakuan B (pakan diberi tambahan vitamin E sebanyak 150mg/kg dan minyak ikan 30g/kg) dan perlakuan C (pakan tanpa penambahan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B dengan berat mutlak tertinggi (10,86g), dibandingkan dengan perlakuan A (10,76 g) dan C (7,78 g).Pertumbuhan panjang mutlak tertinggi nampak pada Perlakuan B yaitu 1 cm, dibandingkan perlakuan A (0,8cm) dan C (0,6cm). Fekunditas terbanyak pada perlakuanA(3.479 butir telur), B (1.944 butir telur) dan C (970 butir telur). Hatching rate terbanyak pada perlakuan A (82,29%), B (76,49%) dan C (53,91%). Sedangkan kelangsungan hidup larva tertinggi terdapat pada perlakuan A (68,49%),  dilanjutkan perlakuan B(62,24%) dan  C (58,14%). Parameter kualitas air masih dalam kisaran normal untuk indukan dan kehidupan larva ikan.