Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Mitigasi bencana pada Generasi Muda Melalui Sosialisasi di SMPN 1 Sendang Kabupaten Tulungagung Fitrianto, Achmad Room; Ummah, Umrotul Khoiroh; Fitrianti, Yuyun; Islacha, Chikmatul; Arif Nur Aini, Istantya Ningrum Wahyu; Anasa, Fadhillah Avichena 
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/japamul.v3i2.637

Abstract

Indonesia, sebagai negara beriklim tropis dengan dua musim, yakni musim panas dan musim hujan, memiliki kondisi geografis yang beragam yang menciptakan potensi besar untuk bencana hidrometeorologi. Bencana ini terjadi akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Beberapa jenis bencana hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, puting beliung, dan kekeringan, yang dipengaruhi oleh faktor alam dan faktor manusia. Desa Sendang, terletak di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Tulungagung, memiliki topografi yang miring dan curam serta banyak tanjakan. Wilayah ini memiliki potensi bencana, terutama tanah longsor. Contoh nyata adalah terjadinya bencana longsor di Desa Nglurup yang berdekatan dengan Desa Sendang. Oleh karena itu, perlu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di Desa Sendang. Kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di SMPN 1 Sendang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bencana dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko bencana. Kegiatan ini mencakup pemilahan sampah, filtrasi air, dan mitigasi bencana tanah longsor. Sosialisasi ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya sebagai fasilitator. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa siswa-siswi SMPN 1 Sendang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka belajar cara memilah sampah, menyaring air sungai, dan memahami risiko tanah longsor. Selain itu, mereka juga terlibat dalam praktik langsung seperti penanaman pohon sebagai upaya reboisasi. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang potensi bencana di wilayah mereka dan pentingnya kesiapsiagaan.Sosialisasi mitigasi bencana kepada generasi muda merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian alam dan mengurangi risiko bencana di masa depan. Upaya ini juga menciptakan kesadaran akan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini sebaiknya terus dilakukan untuk generasi-generasi selanjutnya guna menjaga kelestarian alam dan mengurangi risiko bencana.
Penggunaan Lanskap Linguistik di Masjid Pantura Jawa Timur Yusuf, Kamal; Islacha, Chikmatul; Amala, Choerica; Rohmah, Dina Amanatur
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanskap linguistik merupakan studi linguistik yang mengkaji bahasa di depan umum yang memberikan informasi kepada publik. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanda penggunaan bahasa pada lanskap linguistik yang berada di masjid dengan menggunakan metode mixed-methods yaitu gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Selain itu penelitian ini membahas mengenai bagaimana penggunaan bahasa pada beberapa masjid dan mengungkapkan alasan yang menunjukkan bahasa itu ditampilkan pada tanda-tanda di ruang lanskap linguistik pada masjid. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati fenomena secara ringkas yang melalui beberapa tahapan yaitu: tahap pengambilan data, pengumpulan data, analisis data, dan menarik kesimpulan. Pengambilan data ini dilakukan secara langsung di masjid Al Jami’ Baiturrahman Gresik, masjid Al Haq Sidoarjo, dan masjid Ar Rahmah Tuban. Terdapat banyak teks yang terpajang pada tiga masjid tersebut dengan menggunakan satu bahasa (monolingual) dan dua bahasa (bilingual). Adapun teks-teks yang terpajang di ruang publik tersebut di antaranya adalah teks statis (static text) atau teks berjalan (running text). Hasil penalitian ketiga masjid ini tidak ditemukan penggunaan teks multilingual sehingga yang dibahas oleh peneliti hanya pada penggunaan teks monolingual dan bilingual. Teks monolingual menggunakan satu bahasa yaitu bahasa Indonesia terdapat sepuluh gambar dan bahasa Arab terdapat satu gambar. Adapun teks bilingual menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Arab-Indonesia yang terdapat empat tanda.