Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU PADA LEMBAGA DAKWAH Gani, Saida
Tabligh Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract; Era informasi ataupun era globalisasi menuntut kapasitas manajemen organisasi melakukan tranformasi menuju perubahan manajemen untuk mengimplementasikan manajemen kontemporer yang disebut Total Quality Management (TQM). TQM adalah suatu pendekatan yang seharusnya dilakukan oleh organisasi masa kini tak terkecuali lembaga dakwah untuk memperbaiki ouputnya, menekan biaya produksi serta meningkatkan produksinya. TQM mempunyai konotasi seluruh sistem seluruh proses, seluruh pegawai, termasuk pemakai produk dan jasa juga suplier. Total Quality berarti karakteristik yang memenuhi kebutuhan pemakai, sedang Management berarti proses komunikasi vertical dan horizontal, top-down dan buttom-up, guna mencapai mutu dan produktivitas. TQM di bidang organisasi dakwah/publik tentu membutuhkan penyesuaian. Karena permasalahan kualitas merupakan sesuatu yang kompleks maka perlu dilakukan pertahapan yang dapat memberikan ruang usaha untuk transisi menuju tercapainya kualitas. Melakukan integrasi satu sama lain dalam suatu organisasi, sehingga dapat memberikan dampak positif pada battom line perusahaan/organisasi. Melakukan upaya peningkatan kinerja secara terintegrasi dalam kebutuhan bisnis dan industri yang dirumuskan secara sistematik dalam suatu master improvement story bukan peningkatan secara acak (random performance improvement), parsial dan tak terintegrasi. TQM memerlukan keterampilan manajemen puncak dalam mengelola organisasi yang bekerjasama dengan senior manajer dalam menentukan kualitas dan produksi yang lebih baik agar dapat bersaing dengan organisasi lain. Sebagai tujuan akhir dan TQM adalah kesejahteraan organisasi dan seluruh karyawan. Kata Kunci: Implementasi, Manajemen, Kualitas Terpadu The information age or era of globalization requires management of the organization doing the transformation capacity for change management to implement contemporary management called Total Quality Management (TQM). TQM is an approach that should be done by the organization today is no exception da’wa agencies to improve the output, reduce production costs and increase production. TQM has the connotation of the whole system of the whole process, all employees, including consumer products and services are also suppliers. Total has the connotation of the whole system, ie the entire process, all employees, including users of products and services, as well as suppliers. Quality means the characteristics that meet the needs of users, while Management means the process of vertical and horizontal communication, top-down and bottom-up, in order to achieve quality and productivity. TQM in the field of dawah organization / public course require adjustment. Because of quality problems are complex it is necessary to pertahapan that can provide business space for the transition to the achievement of quality. Integrate with each other in an organization, so it can have a positive impact on battom line company / organization. Make efforts to increase performance integrated in business and industry needs systematically formulated in an improvement master story not increase at random (random performance improvement), partial and not integrated. TQM requires top management skills in managing organizations that work with senior managers in determining the quality and better production in order to compete with other organizations. As a final goal and TQM are welfare organizations and employees. Keywords: Implementation, Management, Integrated Quality
معاني كلمة ضرب في القرآن الكريم "دراسة تحليلية نحوية Saida Gani; Imam Dairoji
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 7, No 2: SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.65 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.7.2.119-138.2018

Abstract

هذا البحث يتكلم عن "معاني كلمة "ضرب" في القرآن الكريم "دراسة تحليلية نحوية". و هذاالبحث يحتوي على المشكلتين هما: ) 1 ( ما مضمونات معاني كلمة "ضرب" في القرآن الكريم. ) 2 )ما إعراب كلمة "ضرب" في القرآن الكريم. هناك بعض الأمور التي حصل عليه الكاتب من خلالإجراءاته، مما يالي: 1 ( مضمونات معاني كلمة "ضرب" في القرآن الكريم تتكون من:معنىحقيقي، معنى مجازي هو: بمعنى "مثل، سعى، جعل، أبلى أو سلط أو منع. 2 ( إعراب كلمة"ضرب" في القرآن الكريم تتكون من: أن يكون فعلا ماضي، أن يكون فعلا ماضا مبنياً للمجهول،أن يكون فعلا مضارعا ، أن يكون فعلا مضارعا مبنياً للمجهول، أن يكون الفعل الأمر، أن يكونالاسم المفعول و غيرها من الإعرابها.
المحسنات اللفظية و تحليل معانيها في سورة الكهف Saida Gani; Nurmawan Muksin
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 6, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.539 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.6.2.112-135.2017

Abstract

هذا البحث يتكلم عن "اللهجات العربية في قراءات القرآنية (دراسة تحليلة تاريخية في سورة الفرقان". و هذا البحث يحتوي على المشكلتين هما: (1) كيف اللهجات العربية بالنسبة إلى تاريخها و نشأتها (2) كيف اللهجات فى قراءات سورة الفرقان. الأهداف من إجراءات هذا البحث هي: (1) لمعرفة اللهجات العربية بالنسبة إلى تاريخ نشأتها (2) لمعرفة اللهجات فى قراءات سورة الفرقان. منهج البحث الذي يستخدم الكاتبة في هذا البحث هو بحثاً نوعياً وصفياً، أما أما الأسلوب الذي استخدمتها الكاتبة هي الطريقة المكتبية. هناك بعض الأمور التى حصل عليها الكاتبة من خلال إجراءاته, مما يلي: (1) أسباب نشأتها تتكون من عدة أسباب وهو أسباب جغرافية, أسباب اجتماعية, احتكاك اللغات, أسباب فريدية, و أسباب السياسية. (2) اللهجات العربية في قراءات سورة الفرقان، تتكون من عدة على الخلافات الاستبدال الحروف، التغييرات حركات، حذف حروف.
FENOMENA AL-ISYTIRA Saida Gani; Berti Arsyad
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 6, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.815 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.6.1.1-16.2017

Abstract

Tulisan ini mengkaji secara sederhana tentang fenomena al-Isytira>k al-Lafz}i> dalam al-Quran dengan sumber data penelitian pustaka (library research). Berbagai lafaz} dalam bahasa Arab ditemukan memiliki lebih dari satu makna. Dalam telaah berbagai referensi linguistik Arab, ditemukan bahwa lafaz} yang bermakna ganda dikenal dengan al-alfa>z} al-musytarakah atau al-isytira>k al-lafz}i. Homonim atau dalam bahasa arab diartikan dengan Al-Isytira>k al-Lafz}i merupakan beberapa kata yang sama, baik pelafalan dan penulisannya tetapi mempunyai makna yang berlainan. Ini merupakan pengertian Al-Isytira>k al-Lafz}i secara umum.
USLUB AL-ILTIFAT DALAM TINJAUAN SEJARAH Saida Gani; Berti Arsyad
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 5, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.255 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.5.2.186-209.2016

Abstract

Uslu>b al-Iltifa>t adalah gaya bahasa peralihan dari satu bentuk gaya bahasa kepada gaya bahasa lain. Penelitian ini akan mengkaji tentang gaya bahasa  al-iltifa>t ditinjau dari aspek sejarahnya, artinya sejak kapan al-Iltifa>t dikaji dalam ilmu balagah dan siapa yang pertama kali mencantumkan al-Iltifa>t sebagai bagian kajian ilmu balagah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data penelitian pengkajian kepustakaan sehingga jenis penelitian adalah penelitian pustaka (library research) yang diklasifikasikan menjadi dua data yaitu data primer dan data sekunder. Dari beberapa sumber telah diungkap awal mula al-Iltifa>t dikaji yang penjelasan dan pengkajiannya sangat bervariatif.
AL-QIYAS DALAM USUL AL-NAHWI Saida Gani
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 5, No 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.532 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.5.1.1-12.2016

Abstract

Kata Qiya>s mempunyai dua akar kata “قيس” dan “قوس” yang memiliki arti yang sama. Ungkapan Arab “قست الشيء بغيره” yang berarti “Saya mengukur sesuatu dengan sesuatu yang lain yang serupa”kata Qiya>s digunakan oleh orang Arab untuk mengukur kedalaman luka di kepala. Sedangkan secara istilah Qiya>s  adalah “menggiring sesuatu yang tidak ada dalilnya ke dalam sesuatu yang telah ada dalilnya, apabila memiliki makna yang sama, atau menerapkan sesuatu yang telah ada dalilnya ke dalam sesuatu yang belum ada dalilnya, apabila memiliki persamaan makna. Qiya>s memiliki empat komponen yaitu Al-As}al, Al-Far’u, Al-‘Illat, Al-Hukm. Qiya>s dibagi ke dalam dua hal yaitu Qiya<s terapan (القياس الاستعمالي) dan Qiya>s Teoritis (القياس النحوي).
KAJIAN TEORITIS STRUKTUR INTERNAL BAHASA (Fonologi, Morfologi, Sintaksis, dan Semantik) Saida Gani; berti Arsyad
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 7, No 1: JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.795 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.7.1.1-20.2018

Abstract

Tulisan ini mengkaji secara sederhana tentang struktur internal bahasa yang meliputi kajian fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data penelitian pustaka (library research).  Pengkajian secara internal ada beberapa bidang kajian yang termasuk di dalamnya seperti Morfologi yang istilahnya di dalam Bahasa Arab disebut dengan al-sharf , Fonologi disebut dengan ‘ilmu al-ashwa>t, Sintaksis yang juga disebut dengan al-nahwu dan Semantik disebut dengan al-dila>lah.
Al-Hqul al-Dilaliyah (Sebuah Analisis Teoritis) Saida Gani; Berti Arsyad
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 8, No 2: SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.831 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.8.2.201-215.2019

Abstract

Setiap kata mempunyai satu makna atau bahkan lebih. Satu kata dapat menjelaskan beberapa makna. Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar seperti yang dipikirkan atau dirasakan oleh pendengar, penulis atau pembaca. Kata yang paling sederhana dan paling monolitikpun mempunyai berbagai wajah tergantung pada konteks dan situasi dimana kata itu dipakai, dan tergantung pula pada kepribadian penutur yang memakainya. Dalam perkembangannya, ilmu semantik berkembang begitu pesat, sehingga melahirkan beberapa teori yang dikembangkan oleh orang-orang Barat. Salah satu kajian teori semantik yaitu semantic field atau dalam bahasa Arab disebut al-huqu>l al-dila>liyah atau disebut juga dengan al-haql al-mu’jami (Lexical field).
Problematika Ilmu Al-Dilālah Dalam Penerjemahan Saida Gani
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 9, No 2: SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.9.2.314-322.2020

Abstract

A translator is required to have skills in transferring meaning (content) well, so that it is easily accepted and understood by the reader. The process of transferring meaning from the source language, and finding the right equivalent in the target language is not an easy thing. This study aims to analyze the problems of science in translation. The research method is descriptive qualitative with the type of literature review research, where the data sources are obtained from various references related to the study and the problems studied. From the analysis results, the researchers found that the problem in translation is that the translator cannot find or find the equivalent meaning according to the source language and target language. As Mukhtar Umar said that the fundamental problem in the translation process is finding the right equivalent of meaning for a word from the source language into the target language. 
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU PADA LEMBAGA DAKWAH Saida Gani
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v15i1.336

Abstract

Abstract; Era informasi ataupun era globalisasi menuntut kapasitas manajemen organisasi melakukan tranformasi menuju perubahan manajemen untuk mengimplementasikan manajemen kontemporer yang disebut Total Quality Management (TQM). TQM adalah suatu pendekatan yang seharusnya dilakukan oleh organisasi masa kini tak terkecuali lembaga dakwah untuk memperbaiki ouputnya, menekan biaya produksi serta meningkatkan produksinya. TQM mempunyai konotasi seluruh sistem seluruh proses, seluruh pegawai, termasuk pemakai produk dan jasa juga suplier. Total Quality berarti karakteristik yang memenuhi kebutuhan pemakai, sedang Management berarti proses komunikasi vertical dan horizontal, top-down dan buttom-up, guna mencapai mutu dan produktivitas. TQM di bidang organisasi dakwah/publik tentu membutuhkan penyesuaian. Karena permasalahan kualitas merupakan sesuatu yang kompleks maka perlu dilakukan pertahapan yang dapat memberikan ruang usaha untuk transisi menuju tercapainya kualitas. Melakukan integrasi satu sama lain dalam suatu organisasi, sehingga dapat memberikan dampak positif pada battom line perusahaan/organisasi. Melakukan upaya peningkatan kinerja secara terintegrasi dalam kebutuhan bisnis dan industri yang dirumuskan secara sistematik dalam suatu master improvement story bukan peningkatan secara acak (random performance improvement), parsial dan tak terintegrasi. TQM memerlukan keterampilan manajemen puncak dalam mengelola organisasi yang bekerjasama dengan senior manajer dalam menentukan kualitas dan produksi yang lebih baik agar dapat bersaing dengan organisasi lain. Sebagai tujuan akhir dan TQM adalah kesejahteraan organisasi dan seluruh karyawan. Kata Kunci: Implementasi, Manajemen, Kualitas Terpadu The information age or era of globalization requires management of the organization doing the transformation capacity for change management to implement contemporary management called Total Quality Management (TQM). TQM is an approach that should be done by the organization today is no exception da’wa agencies to improve the output, reduce production costs and increase production. TQM has the connotation of the whole system of the whole process, all employees, including consumer products and services are also suppliers. Total has the connotation of the whole system, ie the entire process, all employees, including users of products and services, as well as suppliers. Quality means the characteristics that meet the needs of users, while Management means the process of vertical and horizontal communication, top-down and bottom-up, in order to achieve quality and productivity. TQM in the field of da'wah organization / public course require adjustment. Because of quality problems are complex it is necessary to pertahapan that can provide business space for the transition to the achievement of quality. Integrate with each other in an organization, so it can have a positive impact on battom line company / organization. Make efforts to increase performance integrated in business and industry needs systematically formulated in an improvement master story not increase at random (random performance improvement), partial and not integrated. TQM requires top management skills in managing organizations that work with senior managers in determining the quality and better production in order to compete with other organizations. As a final goal and TQM are welfare organizations and employees. Keywords: Implementation, Management, Integrated Quality